
Myanmar tak punya banyak ruang untuk terpeleset saat menjamu Laos pada laga Grup B Piala AFF 2026, Selasa. Tiga poin menjadi target mutlak agar peluang mereka menembus babak semifinal tetap terbuka hingga pertandingan terakhir fase grup.
Pelatih Myanmar, Jørn Andersen, menegaskan timnya hanya memiliki satu misi saat menghadapi Laos. Baginya, kemenangan dengan skor berapa pun sudah cukup selama mampu mengamankan tiga poin.
Jørn Andersen Fokus pada Hasil, Bukan Margin Kemenangan
Myanmar datang dengan modal positif setelah bangkit dari kekalahan 1-2 atas Malaysia di laga pembuka. Mereka kemudian meraih kemenangan meyakinkan 4-1 atas Filipina, hasil yang kembali membuka jalan untuk bersaing memperebutkan dua tiket semifinal dari Grup B.
Andersen mengingatkan anak asuhnya agar tidak terlena dengan catatan Laos yang selalu kalah dalam tiga pertandingan sebelumnya. Laos juga menjadi tim dengan jumlah kebobolan terbanyak sejauh turnamen berlangsung, tetapi menurut pelatih asal Norwegia itu, situasi di lapangan bisa berbeda.
“Ini adalah pertandingan yang paling penting dan prioritas kami adalah menang. Kemenangan 1-0 sudah cukup karena yang kami butuhkan adalah tiga poin,” ujar Andersen.
Ia menilai Laos kemungkinan akan bermain lebih bertahan dan mengandalkan serangan balik. Karena itu, Myanmar sudah menyiapkan berbagai cara untuk membongkar pertahanan lawan dan menciptakan peluang.
Jika mampu menang, Myanmar akan menjaga peluang lolos sebelum menjalani laga terakhir yang jauh lebih berat melawan Thailand pada Sabtu mendatang.
Andersen juga mengaku puas dengan perkembangan permainan timnya sejak ia mengambil alih kursi pelatih pada awal bulan ini. Menurutnya, kemenangan telak atas Filipina menjadi bukti bahwa Myanmar mulai mampu memainkan gaya sepak bola yang diinginkannya.
“Saat kami bermain seperti yang kami inginkan, kami menciptakan lebih banyak peluang, mencetak lebih banyak gol, dan mendapatkan lebih banyak poin. Itulah cara bermain yang ingin kami pertahankan,” katanya.
Meski Myanmar lebih diunggulkan, Andersen justru melihat status tersebut bisa menjadi tekanan tersendiri bagi timnya.
Laos Berharap Tak Lagi Kehilangan Pemain
Di kubu lawan, pelatih Laos Vladica Grujić berharap timnya akhirnya bisa memainkan pertandingan dengan kekuatan penuh. Dalam tiga laga sebelumnya, Laos dua kali harus bermain dengan 10 orang setelah Phetdavanh Somsanid menerima kartu merah saat menghadapi Thailand dan Filipina.
Grujić mengakui situasi tersebut membuat timnya kesulitan mempertahankan motivasi pemain.
“Kami sudah memainkan tiga pertandingan dan bisa dibilang dua di antaranya kami jalani hanya dengan 10 pemain. Tidak mudah menjaga motivasi para pemain setelah mengalami situasi seperti itu,” ucap Grujić.
Menurutnya, Myanmar merupakan lawan yang memiliki kekuatan fisik bagus dan sangat berbahaya ketika melancarkan serangan balik. Meski begitu, ia melihat masih ada celah yang bisa dimanfaatkan timnya untuk menciptakan peluang.
Pelatih Laos itu juga menyoroti nasib kurang beruntung yang dialami Viengxay Sydavong. Sang pemain tercatat dua kali mencetak gol bunuh diri, situasi yang membuat Grujić mengaku sulit mencari penjelasan.
Ia menduga faktor gugup atau minimnya pengalaman bermain di level turnamen seperti ini menjadi salah satu penyebab kesalahan-kesalahan tersebut.
