HomeLiga ItaliaAnalisis Taktik Juventus Saat Hancurkan Patenopei 2-0

Analisis Taktik Juventus Saat Hancurkan Patenopei 2-0

Pertandingan akhir pekan kemarin benar-benar panas. Juventus dan Napoli saling bentrok dalam duel hidup-mati memperebutkan zona Liga Champions di pentas Serie A.

Kondisi kedua kubu mirip. Sama-sama mengantongi 14 poin dari sembilan laga awal. Peringkat tujuh dan delapan. Rapat. Jika kalah, selisih poin bakal melar jauh jadi sembilan angka di belakang Como yang nangkring di posisi keempat.

Situasi sempat genting. Luciano Spalletti bahkan sampai menerapkan tradisi ‘Ritiro’ alias mengurung skuad Juventus di hotel demi fokus latihan total usai didera krisis. Sementara di kubu lawan, Massimiliano Allegri cuma bisa nonton dari tribun akibat sanksi usai ngamuk di laga sebelumnya.

Alih-alih menyajikan tontonan berkelas, 70 menit awal jalannya laga justru bikin penonton mengantuk. Buntu. Miskin kreasi. Catatan expected goals bahkan jeblok di bawah angka satu. 0,79 berbanding 0,52.

Tapi, drama meledak di ujung laga.

Kerim Alajbegović, pemain belia berusia 19 tahun, jadi pembeda. Gol indahnya membawa Juventus memimpin. Napoli langsung hancur lebur setelah itu.

Nah, mari kita bedah taktik di balik kemenangan dramatis ini.

Perubahan Drastis Formasi Juventus

Spalletti tidak tinggal diam usai dibekuk Genoa 2-0 pada tengah pekan lalu.

Pria kepala plontos itu membongkar formasi. Dari pakem 3-4-2-1, Juventus beralih ke 4-4-2 klasik. Tujuannya ganda. Memperkokoh lini belakang sekaligus menambah daya gedor di depan.

Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan Anda!

Guglielmo Vicario tetap berdiri di bawah mistar gawang. Lapis pertahanan diisi Juan Cabal, Jhon Lucumí, Gleison Bremer, dan Pierre Kalulu. Nama Andrea Cambiaso dan Federico Gatti secara mengejutkan diparkir di bangku cadangan.

Douglas Luiz dijaga ketat di lini tengah, berduet dengan Teun Koopmeiners yang menggantikan posisi Pape Sarr. Sektor sayap dikawal Alajbegović di kiri serta Weston McKennie di sisi kanan. Duet Randal Kolo Muani dan Nick Woltemade dipasang sebagai juru gedor utama.

Pergantian pemain berjalan masif. Gatti masuk menggantikan McKennie selepas jeda. Edon Zhegrova turun gelanggang menggantikan Kolo Muani saat laga genap berjalan satu jam. Menit-menit akhir, Lloyd Kelly, Jérémie Boga, dan Cambiaso turut dimasukkan untuk menyegarkan lini permaian.

Penampilan Pincang Napoli

Napoli datang dengan modal kemenangan tandang 4-1 atas Monza. Asisten pelatih Claudio Lieto (menggantikan Allegri yang skorsing) mempertahankan formasi 4-3-3 meski harus merombak komposisi pemain.

Alex Meret dipercaya mengawal gawang menggantikan Vanja Milinković-Savić. Kuartet lini belakang diisi Mathias Olivera, Rafa Marín, Giovanni Di Lorenzo, dan Luca Marianucci yang dipaksa turun sejak menit awal akibat cedera Amir Rrahmani.

Di lini tengah, Kevin De Bruyne datang mengambil alih posisi Stanislav Lobotka. Ia bahu-membahu bersama Scott McTominay dan Frank Anguissa. Sektor sayap dipercayakan pada Noa Lang dan Matteo Politano, sementara Lorenzo Lucca diplot menggantikan Rasmus Højlund sebagai ujung tombak.

Lieto juga melakukan lima pergantian. Rrahmani dan Billy Gilmour dimasukkan saat turun minum. Antonio Vergara menyusul saat skor masih kacamata, disusul Sam Beukema serta Giovane di sisa waktu babak kedua.

Awal yang Penuh Kehati-hatian

Paruh pertama berjalan lambat. Kedua tim tampak ketakutan setengah mati. Takut bikin blunder yang bakal memperpanjang penderitaan musim ini.

Data Opta mencatat tidak ada satu pun peluang emas tercipta di babak pertama. Kosong.

Meski begitu, pendekatan kedua kubu sangat kontras.

Napoli memegang kendali penguasaan bola hingga 57 persen. Mereka sabar mengalirkan si kulit bundar dari sisi ke sisi, berupaya memperlebar lapangan di Allianz Stadium. Dominasi operan mereka telak, unggul 223 berbanding 150 operan.

Tapi, apa daya? Segala penguasaan bola itu nihil penetrasi. Tumpul.

Gli Azzurri tercatat cuma melepaskan empat tembakan sepanjang 45 menit pertama. Sentuhan di dalam kotak penalti lawan? Hanya delapan kali saja.

Padahal, jika Anda menonton sepuluh menit pertama, situasinya tampak menjanjikan.

Peluang terbaik Napoli lahir pada menit ketujuh. Pressing ketat di area pertahanan Juventus sukses membuahkan perebutan bola. Kemelut berujung ke kaki Politano. Umpan silang matang dikirimkan ke kotak penalti. Lorenzo Lucca menyambutnya dengan sundulan bertenaga, memanfaatkan fisik prima untuk lolos dari kawalan bek lawan. Sayang, belum membuahkan gol.

Eka Chandrasari
Eka Chandrasarihttps://gilabola.com/author/ekachan/
Eka Chandrasari adalah jurnalis olahraga yang berdedikasi untuk memberikan liputan komprehensif tentang sepak bola Eropa dan Indonesia. Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun, ia menjadi sumber terpercaya bagi para penggemar yang ingin mengetahui berita terbaru tentang klub dan pemain favorit mereka.

BERITA TERKAIT

TERKINI