Apa Itu Hukum Beckham dan Mengapa Berdampak Besar Pada Sepakbola Italia?

Gila BolaLiga Italia akan berubah total setelah dihapusnya ‘Beckham Law’, tapi apa itu Hukum Beckham dan apa dampaknya bagi Serie A selama ini? Simak jawabannya berikut ini.

‘Hukum Beckham’ telah dihapuskan di Liga Italia, dan ini pasti akan membuat kecewa para pemain sepakbola dengan berpenghasilan tertinggi di Italia.

Beckham Law atau Hukum Beckham secara resmi dikenal sebagai Dekrit Pertumbuhan, sebuah aturan yang memungkinkan para pemain asing dengan pendapatan tinggi mendapatkan potongan pajak sebesar 50 persen.

Hukum ini dianggap sebagai daya tarik menarik bagi para pemain sepakbola asing untuk bergabung dengan klub-klub di Serie A.

Namun, aturan itu kini telah dihapus setelah diskusi di Dewan Menteri Italia.

Dekrit pajak ini dinamakan ‘Hukum Beckham’ setelah sebelumnya diperkenalkan lebih dulu di Spanyol, di mana para pemain dari luar negara tersebut dengan pendapatan tinggi hanya membayar pajak pendapatan sebesar 24 persen untuk enam tahun pertama mereka di negara tersebut.

David Beckham, yang bergabung dengan Real Madrid pada tahun 2003, menjadi salah satu penerima awal dari keringanan pajak ini.

Kini dengan dihapusnya keringanan pajak ini, tentu menjadi kejutan besar bagi klub-klub di Serie A yang selama ini telah menolak untuk menghapus perjanjian ini dalam beberapa bulan terakhir.

AYO JOIN CHANNEL WHATSAPP GILABOLA.COM UNTUK MENDAPATKAN UPDATE TERBARU SEPUTAR SEPAK BOLA! KLIK DI SINI GIBOLERS!

Pada bulan November, CEO AC Milan Giorgio Furlani mengatakan: “Menghentikan manfaat Dekrit Pertumbuhan akan menjadi kehancuran bagi sepakbola Italia.”

Presiden Lazio, Claudio Lotito, menambahkan: “Mereka (pemerintah) akan menyadari kesalahannya. Negara juga tidak akan mendapatkan uang!”

“Jika Anda menyuruh orang asing untuk membayar pajak di Italia, itu akan lebih baik bagi mereka untuk sekalian tidak usah datang dan tidak perlu membayar apa-apa! Liga kami akan kehilangan daya saing!”

Dengan klub-klub di Italia sudah kesulitan bersaing secara finansial dengan klub dari liga Inggris, Jerman, dan Prancis, masih harus dilihat seberapa besar perubahan aturan ini akan memengaruhi nasib Serie A.