Juventus Kembali Kuasai Liga Italia dan Alasan Gol Moise Kean Dianulir VAR

Gila Bola – Hasil Juventus vs Verona akhirnya menjadi sebuah pencapaian bagi Si Nyonya Tua, usai dilanda berbagai masalah, kini mereka berada di puncak klasemen Liga Italia  untuk pertama kalinya setelah lebih dari tiga tahun penantian.

Pemain pengganti, Andrea Cambiaso, mencetak gol pada menit ke-7 masa tambahan waktu untuk membawa juara Italia sebanyak 36 kali tersebut meraih kemenangan 1-0 atas Hellas Verona di Turin pada hari Minggu dinihari tadi.

Setelah mendominasi sepanjang pertandingan, Juventus akhirnya berhasil mencetak gol kemenangan ketika Cambiaso menendang bola dari jarak dekat setelah tembakan Arkadiusz Milik mengenai tiang gawang.

Penantian Juventus Selama Tiga Tahun

Setelah memenangkan sembilan gelar berturut-turut antara tahun 2012 dan 2020, Juventus terakhir kali berada di puncak klasemen pada 1 Agustus 2020  itu berrarti sudah 1183 hari berlalu dan hampir 125 pertandingan yang dilewati.

Kebahagiaan mereka mungkin berlangsung singkat, karena kedua klub Milan memiliki kesempatan untuk kembali berada di atas ‘Old Lady’ pada hari Senin dinihari nanti.

Inter Milan hanya selisih satu poin dengan Juventus dan mereka akan menjamu AS Roma, sementara AC Milan, yang tertinggal dua poin, akan bertandang ke markas sang juara bertahan Napoli.

Alasan Gol Moise Kean Dianulir

Striker Juventus, Moise Kean, mencetak gol solo yang memukau saat melawan Hellas Verona, namun sayangnya gol tersebut dianulir karena dianggap offside tipis, tetapi VAR sempat menyebabkan kebingungan mengenai kenapa gol tersebut dianulir.

Pertandingan masih berlangsung 0-0 ketika Kean lolos diri penjagaan bek Verona, kemudian melakukan nutmeg pada pemain lawan lainnya, dan selanjutnya melepaskan tembakan ke sudut bawah gawang dari luar kotak penalti.

Rekaman ulang menunjukkan bahwa tembakan Kean mengenai lutut Dusan Vlahovic, sehingga mengecoh kiper Lorenzo Montipò.

Ketika pesan dari ruang VAR turun, wasit Ermanno Feliciani memberitahu para pemain bahwa “Vlahovic offside” dan itu membatalkan gol.

Namun, ketika gambar yang dihasilkan oleh komputer, itu menunjukkan bahwa Kean berada dalam posisi offside di awal pergerakan, pada dasarnya hanya tumitnya yang offside.

Hal ini menyebabkan kebingungan, karena tidak jelas apakah gol tersebut dianulir karena posisi Kean atau Vlahovic.

Dan dalam tayangan ulang, Vlahovic tidak tampak berada dalam posisi offside ketika terkena tembakan Kean, sehingga jika bukan karena perbedaan sejengkal itu, gol Kean seharusnya sah.

Ini berarti pesan yang disampaikan kepada wasit tidak akurat atau dia salah paham tentang apa yang mereka maksudkan. Ini berarti sekali lagi penggunaan VAR kembali salah dalam penggunaannya, bukan salah komputernya loh, tapi manusianya.

advertisement

Ayo join channel whatsapp Gilabola.com untuk mendapatkan update terbaru seputar sepak bola! klik di sini gibolers!