
Jhon Lucumí sudah mengambil keputusan soal masa depannya. Bek Bologna itu dilaporkan telah mencapai kesepakatan personal dengan Juventus, tetapi kepindahannya ke Turin belum bisa dipastikan terjadi dalam waktu dekat.
Menurut laporan Tuttosport pada Jumat, Lucumí menyetujui kontrak berdurasi lima tahun bersama Juventus. Ia akan menerima gaji €2,5 juta atau sekitar Rp44,5 miliar per tahun, ditambah bonus potensial €1 juta atau sekitar Rp17,8 miliar.
Angka tersebut menjadi kenaikan yang cukup besar dibandingkan penghasilannya saat masih membela Bologna.
Kesepakatan personal itu menjadi satu langkah penting bagi Juventus yang sejak musim panas ini memang menjadikan Lucumí sebagai salah satu target untuk memperkuat lini belakang.
Namun, masih ada persoalan yang jauh lebih rumit: kesepakatan dengan Bologna.
Bologna Masih Minta Rp445 Miliar
Klausul pelepasan Lucumí senilai €28 juta atau sekitar Rp498 miliar telah kedaluwarsa pada pertengahan Juli. Setelah klausul tersebut tidak lagi berlaku, Bologna kini dilaporkan menginginkan sekitar €25 juta atau Rp445 miliar untuk melepas bek asal Kolombia tersebut.
Juventus dan Bologna disebut kembali membuka pembicaraan mengenai kemungkinan transfer.
Situasi Lucumí sendiri cukup jelas. Sang pemain disebut sangat menginginkan kepindahan ke Allianz Stadium dan bahkan telah menolak tawaran yang secara finansial lebih menguntungkan demi menunggu kesempatan bergabung dengan Juventus.
Galatasaray dan Besiktas menjadi dua klub yang disebut mendapat penolakan tersebut.
Besiktas bahkan punya keterkaitan khusus karena klub Turki itu kini dilatih Vincenzo Italiano, mantan pelatih Lucumí di Bologna. Namun, kehadiran Italiano ternyata belum cukup untuk mengubah pilihan sang bek.
Lucumí tetap mengarahkan pilihannya kepada Juventus.
Juventus Harus Menjual Pemain Lebih Dulu
Masalahnya sekarang bukan lagi soal keinginan pemain.
Juventus kemungkinan perlu menjual salah satu pemainnya sebelum bisa mendatangkan bek baru. Nama Federico Gatti, Lloyd Kelly, dan Juan Cabal disebut sebagai beberapa pemain yang berpotensi terkait dengan situasi tersebut.
Kondisi ini membuat Lucumí berada dalam posisi menunggu.
Di satu sisi, Juventus membutuhkan tambahan untuk lini pertahanan. Di sisi lain, klub belum tentu bisa langsung menyelesaikan transfer karena harus lebih dulu membuka ruang dalam skuad dan keuangan melalui penjualan pemain.
Lucumí sendiri sudah dikaitkan dengan Juventus sepanjang musim panas. Inter dan sejumlah klub Premier League juga sempat disebut tertarik, tetapi kabar mengenai klub-klub tersebut dalam beberapa pekan terakhir mulai mereda.
Kini, Juventus tampaknya menjadi satu-satunya tujuan yang benar-benar diinginkan Lucumí.
Manchester United Gigit Jari
Manchester United tampaknya harus mencoret nama Jhon Lucumi dari daftar target mereka.
Bek berusia 28 tahun itu menjadi incaran sejumlah klub setelah penampilan impresifnya di Piala Dunia. Manchester United termasuk klub yang sempat berada dalam persaingan, bersama Chelsea, Nottingham Forest dan Bournemouth.
Namun, Juventus kini berada di posisi terdepan.
Kegagalan mendapatkan Lucumi menjadi tambahan pekerjaan bagi Manchester United. Klub tersebut masih membutuhkan kedalaman skuad, terutama karena Michael Carrick harus mempersiapkan tim untuk bersaing di berbagai kompetisi.
Sejauh ini, Youri Tielemans, Andrey Santos dan Karl Darlow menjadi satu-satunya pemain senior yang didatangkan secara permanen.
Aktivitas United dalam tiga pekan terakhir juga terbilang minim.
Beberapa nama sempat dikaitkan dengan klub, termasuk Aurelien Tchouameni, Eduardo Camavinga dan Manu Kone. Namun, belum ada kesepakatan yang benar-benar terwujud.
Di posisi bek berkaki kiri, United juga dikaitkan dengan Lewis Hall, Jorge Salinas, Joaquin Seys dan David Raum.
Untuk Hall, United bahkan sudah melakukan pendekatan. Newcastle United, bagaimanapun, menegaskan tidak memiliki rencana untuk menjual pemain tersebut.
