
Keberhasilan Como menembus Liga Champions menjadi salah satu cerita paling mengejutkan dalam sepak bola Italia.
Dalam waktu sedikit lebih dari dua tahun, klub yang sebelumnya bermain di Serie B kini bersiap tampil di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa.
Di balik pencapaian itu, peran pelatih Cesc Fabregas mendapat sorotan besar. Presiden Como, Mirwan Suwarso, mengakui keyakinan sang pelatih menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan klub.
Menurut Suwarso, target berikutnya adalah memastikan Como siap menghadapi tantangan baru, termasuk pembenahan markas mereka, Stadio Sinigaglia.
Stadion Como Siap Menyambut Liga Champions
Stadio Sinigaglia saat ini tengah menjalani proses renovasi agar memenuhi standar yang ditetapkan UEFA untuk pertandingan Liga Champions.
Banyak pihak sebelumnya meragukan stadion tersebut bisa digunakan untuk menggelar laga kandang Como di kompetisi elite Eropa. Namun Suwarso tetap optimistis.
“Banyak orang berpikir itu tidak mungkin, tetapi saya percaya kami akan memainkan pertandingan kandang Liga Champions di Stadio Sinigaglia,” kata Suwarso.
Ia juga mengungkapkan bahwa keberhasilan lolos ke Liga Champions tidak dirayakan secara berlebihan oleh tim.
“Kami lebih memilih memahami apa yang telah kami capai. Cesc selalu percaya bisa memenangkan setiap pertandingan, jadi kami percaya pada apa yang ia yakini.”
Jika harus memilih lawan impian di Liga Champions, Suwarso tidak menutupi keinginannya melihat klub-klub besar datang ke Como.
“Siapa pun akan luar biasa, tetapi menghadirkan Manchester United atau Real Madrid ke Como akan menjadi sesuatu yang fantastis.”
Chiesa dan Cambiaso Dinilai Terlalu Mahal
Dengan tampil di Liga Champions musim depan, Como diperkirakan akan aktif di bursa transfer.
Nama Federico Chiesa dari Liverpool dan Andrea Cambiaso dari Juventus sempat dikaitkan dengan klub tersebut. Namun Suwarso memberi sinyal bahwa transfer keduanya tidak akan mudah diwujudkan.
“Kami sedang melihat banyak pemain. Harga untuk pemain-pemain itu sedikit lebih tinggi daripada kisaran yang kami pikirkan,” ujarnya.
Pernyataan itu mengindikasikan bahwa Como tetap berhati-hati dalam mengelola pengeluaran meski kini memiliki status sebagai peserta Liga Champions.
Masa Depan Nico Paz Masih Menggantung
Satu nama yang terus menjadi perhatian adalah Nico Paz. Gelandang muda tersebut menjadi salah satu aset paling berharga Como saat ini.
Namun situasinya masih bergantung pada Real Madrid. Klub asal Spanyol itu memiliki klausul pembelian kembali senilai sekitar Rp167 miliar pada musim panas ini. Nilai tersebut akan naik menjadi sekitar Rp204 miliar jika diaktifkan pada 2027.
Suwarso menegaskan keputusan akhir bukan berada di tangan Como.
“Masa depan Nico Paz ada di tangan Real Madrid, jadi kami menunggu.”
Ia juga mengungkapkan bahwa komunikasi dengan Real Madrid belum berlangsung dalam waktu dekat.
“Kami sudah lama tidak berbicara dengan Real Madrid. Jika ada peluang berikutnya, kami akan siap melakukan apa yang terbaik untuk Como.”
Opini GilaBola.com
Pendekatan Como dalam menghadapi Liga Champions patut diapresiasi.
Di saat banyak klub yang langsung memburu nama besar setelah meraih sukses, Como justru menunjukkan sikap realistis soal harga Federico Chiesa dan Andrea Cambiaso.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa proyek klub masih berfokus pada pertumbuhan jangka panjang, bukan sekadar mengejar sensasi di bursa transfer.
Tantangan terbesar mereka saat ini justru menjaga pemain seperti Nico Paz, karena keputusan Real Madrid bisa sangat memengaruhi kekuatan tim musim depan.
