
AC Milan tinggal selangkah lagi meresmikan Ruben Amorim sebagai pelatih baru mereka. Pelatih asal Portugal itu dilaporkan telah menandatangani kontrak bersama Rossoneri dan akan memimpin tim dalam proyek baru setelah musim yang mengecewakan.
Menurut laporan dari Italia, termasuk Gazzetta, Amorim sudah menyetujui seluruh dokumen kerja sama dengan Milan. Proses penandatanganan dilakukan dari jarak jauh karena sang pelatih belum tiba secara langsung di Kota Milan.
Kontrak Hingga 2028 dengan Bonus Liga Champions
Amorim menandatangani kontrak berdurasi dua tahun yang berlaku hingga Juni 2028. Dalam kesepakatan tersebut terdapat opsi perpanjangan selama satu musim tambahan.
Di San Siro, mantan pelatih Manchester United itu akan menerima gaji sebesar sekitar Rp66,5 miliar per musim. Selain itu, tersedia bonus sekitar Rp9,5 miliar apabila ia berhasil membawa Milan kembali lolos ke Liga Champions.
Penunjukan Amorim juga mendapat dukungan dari Markus Krösche. Direktur Eintracht Frankfurt tersebut disebut telah memberikan lampu hijau terhadap keputusan Milan untuk menunjuk pelatih Portugal itu.
Milan Masih Menyusun Struktur Baru
Tak hanya di kursi pelatih, Milan juga sedang melakukan perubahan di jajaran manajemen.
Rossoneri telah mencapai kesepakatan dengan Krösche. Namun hingga kini belum ada kesepakatan final antara Milan dan Eintracht Frankfurt terkait proses kepindahannya.
Milan tetap optimistis Krösche bersama Timmo Hardung, yang diproyeksikan menjadi direktur olahraga klub, akan meninggalkan Eintracht dalam beberapa hari ke depan.
Perombakan ini dilakukan setelah Milan menjalani musim 2025-26 yang jauh dari harapan. Klub mengakhiri kompetisi di posisi kelima dan gagal mengamankan tiket Liga Champions.
Kegagalan tersebut berujung pada pemecatan pelatih Massimiliano Allegri. Selain itu, sejumlah petinggi klub seperti Geoffrey Moncada, Igli Tare, dan Giorgio Furlani juga diberhentikan dari jabatan mereka.
Opini Gilabola.com
Langkah Milan menunjuk Ruben Amorim menunjukkan bahwa klub tidak ingin sekadar mengganti pelatih, melainkan membangun ulang fondasi proyek olahraga mereka.
Menariknya, perubahan juga terjadi di level manajemen sehingga Amorim tampaknya akan mendapat dukungan penuh dari struktur baru yang sedang disusun.
Setelah gagal lolos ke Liga Champions, Milan membutuhkan sosok yang mampu membawa identitas baru sekaligus hasil instan.
Kini tekanan besar ada di pundak pelatih asal Portugal tersebut sejak hari pertama.
