Sarri Kembali Keluhkan Jadwal Pertandingan Yang Dimiliki Lazio

Pelatih Lazio, Maurizio Sarri kembali mengeluhkan mengenai jadwal pertandingan yang dinilai sangat merugikan timnya karena tidak memberikan waktu untuk istirahat bila dibandingkan klub-klub Serie A lainnya.

Baru saja memetik kemenangan atas Fiorentina di laga Serie A tengah pekan kemarin, Lazio memiliki ambisi untuk kembali meraih tiga agka pada laga akhir pekan mereka. Namun anak asuh dari Maurizio Sarri tersebut akan mendapatkan tantangan hebat karena mereka harus bertandang ke Stadion Gewiss untuk menghadpai tuan rumah Atalanta.

Meskipun akan menjadi tantangan yang berat tetapi kualitas lawan ternyata bukanlah hal yang paling dikhawatirkan oleh Sarri. Dalam konferensi persnya yang dilansir Football Italia, sang pelatih ternyata lebih cemas karena tidak banyaknya waktu persiapan yang didapatkan oleh Lazio menjelang partai menghadapi La Dea tersebut.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Menurut Sarri, anak asuhnya hanya mendapatkan waktu istirahat serta persiapan kurang dari 72 jam sesuatu yang bahkan tidak didapatkan oleh tim-tim lain di Serie A. Ini juga bukan yang pertama, tetapi sudah ketiga kalinya terjadi dengan Lazio pada awal musim ini.

Sang taktisk pastinya kesal dengan kondisi tersebut terlebih karene performa dati timnya sejauh ini juga masih belum memperlihatkan tanda-tanda konsitensi. Lazio cenderung mengalami kesulitan ketika harus bermain menghadapi laga tandang dan lebih baik saat bermain di depan publik sendiri.

Berbicara mengenai Atalanta, Sarri sendiri mengaku bahwa calon lawannya tersebut sangat tangguh dan merupakan tim yang pantas dicontoh oleh banyak klub lainnya terutama di Italia. Namun, Lazio disebut sang taktisi memang harus membuat pilihan serupa tetapi berbeda dari segi teknis, karena bisa dibilang status I Bianconeri secara nama besar tentunya masih di atas La Dea.

Lebih lanjut, Sarri juga menegaskan bahwa dirinya datang ke Lazio bukan untuk memberikan keajaiban. Jadi dia akan berusaha mengembangkan tim secara perlahan dan tentunya memerlukan waktu untuk mencapai kesuksesan karena situasi klub yang belum berada pada level yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir dimana mereka hanya sekali lolos ke Liga Champions dalam dalam satu dekade.

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO