Analisa Taktik: Konsistensi Jadi Modal Arsenal Tahan Imbang Die Werkself di Leg Pertama

Gilabola.comArsenal harus puas membawa pulang hasil imbang saat bertandang ke markas Bayer Leverkusen pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Gol penyeimbang pada menit-menit akhir dari Kai Havertz membuat pertandingan berakhir dengan skor 1-1.

The Gunners sempat tertinggal setelah Robert Andrich mencetak gol melalui situasi tendangan sudut. Gol tersebut terjadi ketika waktu normal pertandingan hanya menyisakan sekitar satu menit.

Kai Havertz yang masuk dari bangku cadangan kemudian muncul sebagai penyelamat Arsenal. Ia mencetak gol penyeimbang di detik-detik akhir melawan klub yang pernah menjadi tempat mengawali karier profesionalnya. Hasil ini membuat Arsenal masih memiliki peluang besar untuk melaju ke perempat final untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Arsenal datang ke pertandingan ini dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyapu bersih delapan kemenangan di fase liga Liga Champions. Namun mereka kesulitan menembus pertahanan Leverkusen sepanjang pertandingan.

Robert Andrich sebenarnya sudah terlibat kontroversi sejak awal laga. Pada detik-detik pertama pertandingan, ia langsung mendapat kartu kuning karena menarik Viktor Gyokeres setelah penyerang asal Swedia itu melewatinya di tepi kotak penalti.

Tak lama kemudian, Andrich kembali melakukan pelanggaran terhadap Gyokeres di dekat garis samping lapangan. Meski begitu, wasit Halil Umut Meler tidak mengeluarkan kartu kuning kedua sehingga gelandang Leverkusen tersebut tetap berada di lapangan.

Arsenal terlihat kehilangan kreativitas di lini tengah tanpa kapten mereka yang cedera, Martin Odegaard. Hal ini sangat terasa ketika mereka mencoba membangun serangan di sekitar kotak penalti Leverkusen.

Arsenal Beberapa Kali Hampir Membuka Skor

Meskipun demikian, Arsenal hampir saja unggul pada menit ke-20 lewat sebuah kombinasi serangan yang rapi. Eberechi Eze membiarkan bola melewati dirinya sebelum Viktor Gyokeres meneruskannya kepada Gabriel Martinelli.

Martinelli kemudian mengontrol bola dan melepaskan tembakan kaki kiri yang keras, tetapi bola hanya menghantam mistar gawang.

Beberapa saat kemudian, peluang lain datang ketika Piero Hincapie melepaskan tembakan langsung ke arah kiper tuan rumah, Janis Blaswich.

Di sisi lain, ancaman utama Leverkusen datang dari penyerang Kamerun Christian Kofane. Ia sempat menguji kiper Arsenal David Raya melalui percobaan dari jarak jauh.

Pemain muda tersebut juga hampir berhasil lolos sendirian ke arah gawang setelah merebut bola dari Gabriel Magalhaes yang tampil kurang tenang. Namun aksinya berhasil dihentikan oleh Declan Rice.

Bek tengah Arsenal, Gabriel, bahkan harus menerima benturan keras di wajah saat memblok tembakan kuat dari mantan bek Liverpool, Jarell Quansah. Berkat blok tersebut, babak pertama berakhir tanpa gol.

Leverkusen Memimpin Setelah Babak Kedua Dimulai

Memasuki babak kedua, Arsenal langsung mendapat tekanan sejak awal. Peluang pertama datang ketika sundulan Martin Terrier memaksa David Raya melakukan penyelamatan gemilang dengan menepis bola ke atas mistar.

Dari situasi tendangan sudut yang dihasilkan, Robert Andrich berhasil melepaskan diri dari pengawalan Eberechi Eze di tiang jauh sebelum menyundul bola masuk ke gawang. Gol tersebut membuat Leverkusen unggul lebih dulu.

Gol itu menjadi pukulan bagi Arsenal, mengingat mereka justru dikenal sangat efektif dalam memanfaatkan situasi sepak pojok sepanjang musim ini. Selain itu, ini juga menjadi pertama kalinya Arsenal tertinggal di kompetisi Liga Champions musim ini.

Havertz Selamatkan Arsenal di Menit Akhir

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, kemudian mencoba mengubah jalannya pertandingan. Ia memasukkan Noni Madueke untuk menggantikan Bukayo Saka yang terlihat kurang berada dalam kondisi terbaik.

Tak lama kemudian, Arteta juga menarik keluar Viktor Gyokeres dan memasukkan Kai Havertz untuk menambah opsi serangan.

Keputusan tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika Havertz mencetak gol penyeimbang pada menit-menit terakhir pertandingan. Gol itu memastikan Arsenal pulang dengan hasil imbang dan menjaga peluang mereka untuk melangkah ke babak perempat final Liga Champions.

Hasil Bayer Leverkusen vs Arsenal skor akhir 1-1.

Analisis Taktik Hasil Bayer Leverkusen vs Arsenal

Data dari pertandingan ini menunjukkan kontras performa antara Arsenal dan Bayer Leverkusen dalam fase gugur Liga Champions:

Konsistensi Arsenal: Arsenal menunjukkan ketangguhan dengan hanya menelan satu kekalahan dalam leg pertama dari lima laga gugur terakhir mereka (M2, S2, K1). Dari catatan tersebut, mereka memiliki rasio kelolosan sebesar 66% (lolos di dua dari tiga kesempatan sebelumnya).

Hambatan Sejarah Leverkusen: Meskipun Leverkusen berhasil menghindari kekalahan di leg pertama babak 16 besar untuk kedua kalinya (M1, S1, K5), sejarah tidak berpihak pada mereka. Dari enam kesempatan sebelumnya di babak ini, mereka belum pernah sekalipun berhasil lolos ke fase berikutnya.

Tren Positif Leverkusen: Terlepas dari catatan kelolosan, Leverkusen saat ini sedang dalam tren tak terkalahkan dalam tiga laga gugur berturut-turut (M1, S2), menyamai pencapaian terbaik klub yang terakhir kali terjadi pada April 2002.

Secara statistik, Arsenal memiliki peluang lebih besar untuk melaju berdasarkan rekor kelolosan mereka, sementara Leverkusen harus mematahkan kutukan sejarah di babak 16 besar meski tengah berada dalam tren performa tak terkalahkan.

Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!