Drama VAR Bikin Emosi, Simeone dan Arteta Sama-Sama Geram!

Gilabola.com – Diego Simeone mengkritik keputusan wasit terkait penalti dalam hasil imbang 1-1 yang diraih Atletico Madrid melawan Arsenal pada leg pertama semifinal Liga Champions, Rabu malam WIB.

Viktor Gyokeres membawa tim asal London unggul lewat titik putih di penghujung babak pertama setelah ia dijatuhkan di dalam kotak penalti oleh bek tengah lawan, David Hancko.

Memasuki babak kedua, giliran tim tuan rumah mendapatkan penalti setelah bola mengenai tangan Ben White dari tembakan Marcos Llorente. Julian Alvarez kemudian sukses menyamakan skor untuk kubu Simeone.

Arsenal sempat merasa berhak atas penalti kedua ketika Hancko gagal mengantisipasi bola dan menginjak kaki Eberechi Eze. Namun, wasit asal Belanda, Danny Makkelie, membatalkan keputusan awalnya setelah meninjau tayangan ulang melalui VAR.

Saat ditanya mengenai penalti pertama untuk Gyokeres, Simeone menyampaikan bahwa menurutnya insiden tersebut terjadi karena adanya kontak dari belakang, di mana pemain lawan lebih dulu mengantisipasi dan kemudian terjatuh.

Ia menambahkan bahwa dalam laga semifinal kompetisi sebesar ini, keputusan penalti seharusnya benar-benar jelas.

Simeone menilai wasit menganggap itu sebagai pelanggaran, sementara pada kejadian lain, bantuan VAR membuat keputusan berubah. Ia menyebut bahwa teknologi tersebut terkadang menguntungkan, namun di lain waktu juga bisa merugikan.

Di sisi lain, Mikel Arteta mengakui bahwa timnya sangat marah dengan keputusan yang membatalkan klaim penalti Eze di babak kedua.

Arteta menyoroti lamanya proses peninjauan oleh wasit, yang menurutnya sudah sangat jelas tanpa perlu melihat tayangan berulang kali.

Ia menegaskan bahwa seluruh tim merasa kecewa dengan keputusan tersebut.

Ketika ditanya apakah tekanan dari pendukung lawan dan staf pelatih memengaruhi keputusan, Arteta membantah hal itu. Ia menyebut bahwa reaksi seperti itu adalah hal yang wajar, namun aturan tetap harus ditegakkan.

Arteta juga membandingkan dengan penalti yang diberikan kepada lawan akibat handball Ben White. Meski sulit diterima, ia mengakui bahwa keputusan tersebut masih sesuai dengan aturan.

Namun, ia menegaskan bahwa pelanggaran terhadap Eze seharusnya termasuk penalti yang jelas dan tidak perlu diperdebatkan.