
Jarell Quansah harus meninggalkan lapangan lebih cepat setelah menerima kartu merah dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Inggris melawan Meksiko di Stadion Azteca. Keputusan itu baru diambil setelah wasit memeriksa tayangan ulang melalui Video Assistant Referee (VAR).
Insiden tersebut langsung mengubah suasana pertandingan. Bangku cadangan kedua tim ikut memanas hingga terjadi keributan di tepi lapangan.
VAR Batalkan Keputusan Awal Wasit
Momen itu terjadi pada awal babak kedua. Quansah melakukan tekel meluncur dengan tujuan merebut bola, tetapi tayangan ulang memperlihatkan kaki bek Inggris itu terangkat terlalu tinggi saat mengenai Jesus Gallardo.
Gallardo langsung terjatuh dan membutuhkan penanganan di lapangan. Reaksi keras pun datang dari kubu Meksiko yang memprotes tekel tersebut.
Komentator BBC, Alan Shearer, bahkan menyebut sempat terjadi aksi saling pukul ketika pemain dan staf dari kedua bangku cadangan terlibat adu emosi.
Awalnya wasit Alireza Faghani membiarkan permainan terus berjalan. Namun setelah mendapat rekomendasi dari VAR untuk meninjau ulang kejadian itu, ia menuju monitor di pinggir lapangan.
Usai melihat tayangan ulang, Faghani mengubah keputusannya dan langsung mengeluarkan kartu merah untuk Quansah.
Alasan Kartu Merah Quansah
Keputusan kartu merah diberikan karena tekel Quansah dianggap mengenai area kaki lawan dengan tenaga yang besar.
Dalam tayangan ulang terlihat Quansah gagal mengenai bola. Sepatunya justru menghantam kaki Gallardo dalam posisi stud mengarah ke depan setelah melompat saat melakukan tekel. Kombinasi posisi kaki, titik kontak, dan kerasnya benturan membuat pelanggaran tersebut dinilai layak diganjar kartu merah langsung.
Tak lama setelah Inggris harus bermain dengan 10 orang, pertandingan kembali menghadirkan drama. Tim Tiga Singa mendapatkan hadiah penalti hanya beberapa menit kemudian.
Meski tekel Quansah tampak sebagai upaya merebut bola, tayangan ulang memperlihatkan kontak yang berbahaya terhadap lawan.
