
Piala Dunia kali ini bukan cuma soal negara vs negara. Ada cerita yang jauh lebih personal, lebih sunyi, tapi juga lebih menusuk: saudara kandung yang berpotensi saling berhadapan di lapangan yang sama.
Bukan laga latihan, bukan turnamen junior. Ini panggung dunia. Dan di sana, ikatan darah bisa berubah jadi rivalitas selama 90 menit.
Doue Bersaudara dan Skenario yang Bisa Mempertemukan Mereka
Nama pertama yang paling mencuri perhatian adalah pasangan kakak-adik asal Prancis dan Pantai Gading: Désiré Doué dan Guéla Doué.
Keduanya lahir dari ayah Ivorian dan ibu Prancis di Angers. Namun jalan mereka di sepak bola internasional berbeda.
Désiré, 21 tahun, kini membela Prancis dan bermain untuk Paris Saint-Germain. Sementara Guéla, 23 tahun, tampil bersama Strasbourg dan memilih membela Pantai Gading.
“Dia adalah dukungan besar dalam hidup saya sehari-hari,” kata Désiré tentang sang kakak dalam wawancara dengan Téléfoot.
Guéla pun tak menutup kedekatan mereka. “Kami tidak punya rahasia. Kami saling cerita semuanya.”
Namun hubungan hangat itu bisa diuji.
Jika Prancis finis runner-up Grup I dan Pantai Gading juga runner-up Grup E, keduanya bisa bertemu di babak 32 besar di Arlington, Texas, pada 1 Juli dini hari.
Ada satu momen menarik lain. Dalam laga uji coba 4 Juni, Pantai Gading menang 2-1 atas Prancis. Guéla bahkan menyanyikan kedua lagu kebangsaan sebelum pertandingan. Désiré saat itu hanya duduk di bangku cadangan.
Jika benar terjadi, duel ini akan jadi salah satu momen langka di Piala Dunia.
Sebelumnya, hanya ada satu kasus saudara kandung berhadapan di turnamen ini: Jerome Boateng melawan kakaknya Kevin-Prince Boateng pada 2010 dan kembali terjadi di 2014.
Williams, Souttar, hingga Brobbey: Satu Rumah, Dua Tim Nasional
Cerita serupa juga datang dari keluarga Williams.
Nico Williams membela Spanyol, sementara kakaknya Inaki Williams justru memilih Ghana. Keduanya bahkan sama-sama lahir di wilayah Basque dan sempat bermain bersama di Athletic Bilbao.
Dari benua lain, ada keluarga Souttar. Harry Souttar membela Australia, sedangkan kakaknya John Souttar memperkuat Skotlandia. Harry bahkan sempat menjadi kapten Australia di laga pembuka mereka.
Belanda juga punya kisah serupa. Derrick Luckassen dan Brian Brobbey berada di turnamen yang sama, meski berasal dari keluarga dengan garis keturunan berbeda.
Air Mata Orang Tua di Tribun
Ada juga momen emosional dari keluarga Duarte.
Laros Duarte dan Deroy Duarte sempat tampil bersama saat Cape Verde menghadapi Spanyol pada 18 Juni. Mereka bahkan saling menggantikan di laga tersebut.
“Orang tua kami menangis. Ini perasaan yang sulit dijelaskan,” kata Laros.
Sementara itu, di laga lain, Curacao yang disebut sebagai negara terkecil di turnamen ini juga sempat mencuri perhatian. Dua bersaudara Leandro Bacuna dan Juninho Bacuna tampil bersama saat menghadapi Jerman pada 14 Juni (WIB: 15 Juni dini hari).
Hernandez Bersaudara di Tim Raksasa Prancis
Tak ketinggalan, Prancis juga punya duet saudara di skuad mereka: Lucas Hernandez dan Theo Hernandez.
Pelatih Didier Deschamps bahkan sempat menurunkan keduanya bersama pada 2021. Ia menyebut ikatan keluarga itu tidak mengubah apa pun di lapangan, meski tetap jadi dinamika unik dalam skuad Les Bleus.
