
Brasil harus mengakhiri langkahnya lebih cepat di Piala Dunia 2026 setelah dipaksa menyerah 1-2 dari Norwegia pada babak 16 besar. Erling Haaland menjadi mimpi buruk Selecao lewat dua gol yang memastikan negaranya mencatat salah satu kemenangan terbesar dalam sejarah sepak bolanya.
Tim asuhan Stale Solbakken tampil tanpa beban sejak menit awal. Justru Norwegia yang lebih nyaman menguasai permainan, sementara Brasil kesulitan menemukan ritme sepanjang laga.
Kemenangan Norwegia bukan sekadar karena ketajaman Erling Haaland.
Mereka tampil lebih tenang, lebih berani menguasai bola, dan mampu menjalankan rencana permainan sejak awal hingga akhir.
Brasil justru terlihat kehilangan identitas sepanjang pertandingan.
Gagal memanfaatkan penalti di awal laga menjadi pukulan besar, tetapi yang lebih mengkhawatirkan adalah minimnya respons saat Norwegia mulai mengendalikan permainan.
Jika ingin kembali menjadi kekuatan utama di dunia, Brasil harus menemukan kembali keseimbangan permainan mereka, bukan hanya mengandalkan kualitas individu.
Haaland Menangkan Duel dengan Gabriel Magalhaes
Laga sebenarnya sempat memberi peluang emas kepada Brasil untuk unggul lebih dulu. Matheus Cunha dijatuhkan Kristoffer Ajer di dalam kotak penalti sehingga wasit menunjuk titik putih.
Namun kesempatan itu terbuang. Bruno Guimaraes gagal menjalankan tugasnya setelah tendangan penaltinya mampu dihentikan kiper Norwegia, Orjan Nyland.
Kegagalan tersebut menjadi titik balik pertandingan. Norwegia semakin percaya diri memainkan bola dan mampu mengendalikan jalannya laga. Pada babak pertama mereka bahkan menguasai sekitar 65 persen penguasaan bola, membuat Brasil lebih banyak mengejar permainan.
Gol yang ditunggu Norwegia akhirnya hadir pada menit ke-79.
Umpan silang yang mengarah ke tiang jauh sempat dibaca Gabriel Magalhaes. Bek Arsenal itu bersiap menyapu bola dengan sundulan, tetapi Haaland muncul dari belakang tanpa bisa diantisipasi. Striker bertubuh jangkung itu lebih dulu menyambar bola dengan sundulan keras yang tak mampu dihentikan Alisson Becker.
Benturan dalam duel udara membuat Gabriel terjatuh di lapangan, sementara Haaland merayakan gol pembuka yang mengubah arah pertandingan.
Norwegia Dominan, Brasil Kehabisan Jawaban
Gol tersebut semakin meningkatkan kepercayaan diri Norwegia.
Tak lama berselang, Haaland kembali menunjukkan kualitasnya. Penyerang andalan itu melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang meluncur ke sudut gawang Brasil untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Di pinggir lapangan, Carlo Ancelotti hanya bisa melihat timnya kesulitan menemukan solusi. Brasil tak pernah benar-benar mampu menguasai pertandingan, bahkan setelah tertinggal dua gol.
Vinicius Junior sempat menciptakan peluang saat mengirim umpan matang kepada Endrick. Sayangnya, penyerang berusia 19 tahun itu gagal memanfaatkannya setelah penyelesaiannya melebar dari sasaran.
Saat situasi semakin sulit, Ancelotti memasukkan Neymar dari bangku cadangan dengan harapan memberi perubahan. Kehadiran pemain berusia 34 tahun itu sempat membangkitkan semangat penonton, tetapi Norwegia tetap mampu menjaga kontrol permainan.
Brasil baru bisa memperkecil ketertinggalan lewat penalti Neymar pada penghujung pertandingan. Gol tersebut tak cukup menyelamatkan mereka dari kekalahan.
Sebaliknya, Norwegia mengukir salah satu malam terbesar dalam sejarah sepak bolanya. Setelah hampir tiga dekade tidak tampil di Piala Dunia, mereka kini sukses menyingkirkan salah satu raksasa dunia dan melaju ke babak perempat final.
