
Afrika Selatan membuat salah satu kejutan menarik di fase grup Piala Dunia 2026. Tim asuhan Hugo Broos memastikan langkah ke babak 32 besar setelah menundukkan Korea Selatan 1-0 di Estadio Monterrey, Kamis (26/6/2026) WIB.
Hasil itu mengantarkan Afrika Selatan finis di posisi kedua Grup A dengan empat poin. Sebaliknya, Korea Selatan harus puas berada di peringkat ketiga dan kini menunggu hasil grup lain untuk mengetahui nasib mereka.
Korea Selatan Gagal Memanfaatkan Awal Menjanjikan
Korea Selatan sebenarnya tampil lebih agresif sejak menit awal. Baru dua menit laga berjalan, sundulan Kim Min-Jae nyaris membuka keunggulan sebelum disapu Aubrey Modiba tepat di garis gawang.
Tak lama kemudian, Lee Kang-In juga memperoleh peluang bagus, tetapi tembakannya melebar dari sasaran.
Setelah tekanan awal tersebut, Afrika Selatan mulai menemukan ritme permainan. Thapelo Maseko sempat mengancam lewat peluang yang diblok Lee Gi-Hyuk. Peluang lain datang dari Thalente Mbatha dan Evidence Makgopa, namun keduanya masih mampu digagalkan kiper Kim Seung-Gyu.
Maseko Jadi Pembeda
Memasuki babak kedua, Maseko sempat membuang peluang emas ketika usahanya dihentikan blok krusial Jens Castrop.
Namun penyerang Afrika Selatan itu akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-63.
Menerima umpan silang rendah dari Tshepang Moremi, Maseko dengan tenang mengarahkan bola ke sudut kanan bawah gawang Korea Selatan dan membuat Estadio Monterrey bergemuruh.
Gol tersebut menjadi satu-satunya yang tercipta sepanjang pertandingan.
Korea Selatan berusaha membalas. Son Heung-Min dan Seol Young-Woo mencoba peruntungan lewat tembakan jarak jauh, tetapi tidak mampu menguji Ronwen Williams. Sementara sundulan Park Jin-Seob masih berhasil diamankan penjaga gawang Afrika Selatan.
Skor 1-0 bertahan hingga peluit akhir.
Dari Awal Buruk Menuju Sejarah Baru
Perjalanan Afrika Selatan di turnamen ini sebenarnya dimulai dengan mimpi buruk. Mereka kalah 0-2 dari Meksiko pada laga pembuka dan menerima dua kartu merah dalam pertandingan tersebut.
Banyak pihak kemudian meragukan peluang mereka untuk lolos dari fase grup.
Namun Afrika Selatan tidak menyerah. Mereka lebih dulu mencuri satu poin saat bermain imbang melawan Ceko sebelum akhirnya mengalahkan Korea Selatan dalam laga penentuan.
Maseko menjadi figur utama kemenangan ini. Ia mencatat lima tembakan, enam sentuhan di dalam kotak penalti lawan, serta berkontribusi sebesar 0,32 expected goals dari total 1,1 expected goals timnya.
Gol ke gawang Korea Selatan juga memiliki arti khusus. Itu menjadi kali pertama Afrika Selatan unggul dalam pertandingan Piala Dunia sejak kemenangan 2-1 atas Prancis pada Juni 2010.
Sepanjang turnamen, Maseko juga menjadi pemain Afrika Selatan dengan jumlah tembakan terbanyak, yakni delapan kali. Menariknya, gol ke gawang Korea Selatan merupakan satu-satunya tembakan tepat sasaran yang ia catat sejauh ini.
Di kubu lawan, Korea Selatan hanya mampu melepaskan delapan tembakan dengan catatan 1,0 expected goals. Kekalahan ini menghapus peluang mereka finis di dua besar Grup A.
Meski demikian, tim besutan Hong Myung-bo masih memiliki peluang lolos. Saat ini Korea Selatan berada di posisi keempat dalam klasemen tim peringkat ketiga terbaik dengan koleksi tiga poin dan selisih gol minus satu. Delapan dari 12 tim peringkat ketiga akan mendapatkan tempat di babak 32 besar.
Analisis Gilabola.com
Afrika Selatan pantas mendapat apresiasi besar atas keberhasilan ini. Setelah memulai turnamen dengan kekalahan dan dua kartu merah, banyak tim biasanya akan kehilangan arah.
Namun mereka justru menunjukkan karakter kuat dan mampu bangkit di dua pertandingan berikutnya.
Korea Selatan sebaliknya terlihat kesulitan mengubah dominasi bola menjadi peluang berbahaya.
Ketika laga membutuhkan sosok pembeda, Maseko berhasil melakukannya. Bagi Afrika Selatan, gol tersebut bisa menjadi salah satu momen paling berharga dalam sejarah sepak bola mereka.
