
Gol Gonzalo Plata pada menit ke-78 mengubah nasib Ekuador di Piala Dunia 2026. Saat peluang lolos nyaris sirna, La Tri justru membalikkan keadaan untuk menundukkan Jerman 2-1 sekaligus memastikan tempat di babak 32 besar sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Kemenangan di New York New Jersey Stadium itu menjadi pencapaian bersejarah bagi Ekuador karena mereka kembali menembus fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak edisi 2006.
Jerman Unggul Cepat, Ekuador Tak Goyah
Ekuador datang dengan misi wajib menang. Mereka juga harus berharap Pantai Gading mampu mengalahkan Curaçao agar peluang lolos tetap terbuka. Hasil yang diharapkan akhirnya terjadi setelah Pantai Gading menang 2-0.
Namun pertandingan justru diawali dengan mimpi buruk bagi Ekuador.
Laga baru berjalan dua menit ketika Leroy Sané membawa Jerman memimpin. Gol itu lahir setelah Florian Wirtz memberikan umpan matang yang diselesaikan Sané melewati Hernán Galindez.
Sebelum gol tersebut, Ekuador sempat memprotes pelanggaran Aleksandar Pavlovic yang mengangkat kaki terlalu tinggi hingga mengenai kepala Pedro Vite. Wasit membiarkan permainan berlanjut.
Tertinggal cepat tidak membuat Ekuador kehilangan arah.
Pada menit kesembilan, Nilson Angulo menyamakan skor lewat tembakan melengkung dari luar kotak penalti yang meluncur di antara kaki Pavlovic sebelum bersarang di gawang Manuel Neuer. Gol itu sekaligus mengakhiri puasa gol Ekuador selama 242 menit di Piala Dunia.
VAR Batalkan Penalti Jerman, Plata Jadi Penentu
Jerman tetap tampil lebih agresif sepanjang pertandingan. Kai Havertz sempat mengancam lewat sundulan hasil umpan David Raum, sedangkan Joel Ordóñez melakukan blok penting untuk menggagalkan peluang Jamal Musiala.
Awal babak kedua diwarnai drama ketika Havertz memperoleh hadiah penalti. Namun setelah meninjau tayangan VAR, wasit membatalkan keputusan tersebut karena Sané lebih dulu melakukan pelanggaran terhadap Pedro Vite dalam proses serangan.
Di kubu Ekuador, Enner Valencia yang mencatat penampilan terbanyak negaranya di Piala Dunia sempat menguji Neuer melalui tendangan jarak jauh sebelum digantikan Kevin Rodríguez pada menit ke-64.
Pergantian itu terbukti menjadi keputusan penting.
Rodríguez menyambut sepak pojok dengan sundulan tipis yang mengarah ke Gonzalo Plata. Sang penyerang lebih cepat menyambar bola dibanding Neuer dan mengirimkannya ke atap gawang pada menit ke-78.
Jerman berusaha membalas. Deniz Undav sempat melepaskan tembakan yang mengenai sisi luar jaring gawang, tetapi Ekuador mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.
Ekuador Cetak Sejarah Baru
Kemenangan ini mengakhiri penantian panjang Ekuador untuk kembali lolos ke fase gugur Piala Dunia. Ini juga menjadi kemenangan comeback pertama mereka di ajang Piala Dunia sejak 2014.
Di sisi lain, Jerman tetap finis sebagai juara Grup E meski gagal menjaga keunggulan. Tim asuhan Julian Nagelsmann juga kembali gagal mencatat clean sheet, sehingga catatan laga Piala Dunia tanpa nirbobol mereka bertambah menjadi sembilan pertandingan.
Bagi pelatih Sebastián Beccacece, hasil ini menjadi pembuktian setelah keputusannya menarik keluar Enner Valencia sempat dipertanyakan. Pergantian tersebut justru membuka jalan lahirnya gol kemenangan lewat kontribusi Kevin Rodríguez dan penyelesaian Gonzalo Plata.
Ekuador pun melangkah ke babak 32 besar untuk kedua kalinya dalam sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia.
Kemenangan ini menunjukkan bahwa Ekuador bukan sekadar tim yang lolos karena format baru Piala Dunia.
Mereka memperlihatkan karakter kuat saat tertinggal cepat dari Jerman dan tetap berani menyerang ketika hanya kemenangan yang bisa menyelamatkan peluang lolos.
Sebaliknya, kekalahan ini menjadi pengingat bagi Jerman. Meski finis sebagai juara grup, mereka masih memiliki pekerjaan besar di lini belakang.
Tim yang terus kebobolan akan menghadapi tantangan jauh lebih berat ketika memasuki fase gugur.
