Kanada Gagal Pertahankan Keuntungan Kandang, Swiss Rebut Puncak Grup usai Menang 2-1

Kanada harus merelakan posisi puncak Grup B sekaligus keuntungan bermain di kandang sendiri setelah kalah 1-2 dari Swiss dalam laga penentuan yang berlangsung di BC Place, Vancouver.

Hasil itu membuat Swiss mengamankan status juara grup dan berhak tetap bermarkas di Vancouver pada pekan pertama fase gugur. Sebaliknya, Kanada kini harus terbang ke Los Angeles untuk menjalani babak 32 besar dengan waktu pemulihan yang lebih singkat.

Yang menarik, pelatih Kanada Jesse Marsch mengungkapkan fakta tak terduga seusai pertandingan. Alphonso Davies, yang sebelumnya dijanjikan akan tampil untuk pertama kalinya di turnamen ini, ternyata memang tidak pernah masuk dalam rencana bermain.

Marsch mengaku sengaja memanfaatkan kehadiran bintang Bayern Munich tersebut sebagai pengalih perhatian.

Alphonso Davies Ternyata Hanya Jadi Pengalih Perhatian

Sehari sebelum pertandingan, Marsch sempat memastikan Davies akan menjalani laga pertamanya di Piala Dunia. Namun hingga peluit akhir berbunyi, sang kapten tetap berada di bangku cadangan.

“Alphonso belum siap. Jadi saya sedikit menggunakan dia sebagai umpan. Saya ingin Swiss memikirkan kemungkinan itu,” kata Marsch.

Strategi tersebut rupanya tidak berpengaruh terhadap persiapan Swiss. Pelatih Murat Yakin menegaskan timnya hanya fokus pada apa yang terjadi di lapangan.

“Kami hanya bereaksi terhadap apa yang terjadi di pertandingan. Tim tampil baik dan pantas berada di posisi sekarang,” ujar Yakin.

Dapatkan berita terupdate dari Gilabola.com di Google News. Tambahkan sebagai sumber pilihan

Swiss membuktikannya lewat dua gol cepat pada awal babak kedua. Ruben Vargas dan Johan Manzambi mencetak gol dalam rentang 12 menit yang mengubah arah pertandingan dan membawa timnya menuju kemenangan.

Meski Kanada sempat memberi tekanan dan mendapatkan dorongan dari masuknya supersub Promise David, mereka gagal mengejar ketertinggalan.

Kanada Kehilangan Banyak Pemain Penting

Masalah Kanada tidak hanya soal hasil akhir. Mereka juga datang ke laga ini dengan kondisi skuad yang kurang ideal.

Ismaël Koné dipastikan absen setelah mengalami cedera patah kaki enam hari sebelumnya. Kehadirannya di stadion justru menjadi pengingat bagi publik Kanada tentang kehilangan besar di lini tengah. Koné datang menggunakan kruk dan mendapat sambutan meriah dari suporter tuan rumah.

Marsch juga tidak bisa menurunkan wakil kapten Stephen Eustáquio sejak menit awal karena kondisi kebugarannya belum memungkinkan.

Sebagai gantinya, Nathan Saliba dan Mathieu Choinière diturunkan untuk menghadapi lini tengah Swiss yang dipimpin Granit Xhaka. Situasi itu membuat tugas Kanada semakin berat.

Di kubu Swiss, Murat Yakin melakukan empat perubahan dalam susunan pemain. Keputusan memainkan Johan Manzambi dan Ruben Vargas sejak awal terbukti tepat karena keduanya menjadi pencetak gol kemenangan.

Atmosfer Panas Tak Cukup Bantu Kanada

Meski bermain pada siang hari, suasana di BC Place tetap terasa hidup. Atap stadion yang tertutup membuat udara lembap dan atmosfer pertandingan semakin terasa.

Kanada sempat mengalami kesulitan pada awal laga. Peluang berbahaya pertama datang dari Swiss ketika Ricardo Rodriguez mengirim umpan terobosan ke Breel Embolo. Beruntung bagi tuan rumah, Maxime Crépeau berhasil keluar dari sarangnya dan menggagalkan peluang tersebut.

Setelah jeda pendinginan, Kanada mulai menemukan ritme permainan. Cyle Larin sempat memanaskan suasana lewat insiden dengan Granit Xhaka yang berujung kartu kuning untuk keduanya.

Tuan rumah kemudian menutup babak pertama dengan tekanan yang lebih baik. Peluang terbaik mereka lahir melalui Ali Ahmed, tetapi tembakan rendahnya masih mampu ditepis Gregor Kobel.

Itu menjadi salah satu peluang terdekat Kanada sepanjang pertandingan.

Kekalahan ini membuat perjalanan mereka semakin rumit. Alih-alih menikmati keuntungan bermain di depan pendukung sendiri pada fase gugur, Kanada kini harus bersiap menjadi tim musafir dengan perjalanan menuju Los Angeles hanya dalam waktu empat hari.

Keputusan Jesse Marsch menggunakan nama besar Alphonso Davies sebagai bagian dari strategi psikologis justru terlihat kurang efektif. Swiss tidak menunjukkan tanda-tanda terpengaruh dan tetap menjalankan rencana permainan mereka dengan disiplin.

Absennya pemain-pemain kunci seperti Ismaël Koné dan belum fitnya Stephen Eustáquio tampak jauh lebih berpengaruh dibanding keberadaan Davies di bangku cadangan. Pada akhirnya, Swiss menang karena tampil lebih siap dan lebih efisien saat peluang datang.