Misi Terakhir Cristiano Ronaldo! Bawa Portugal Akhiri Kutukan 60 Tahun di Piala Dunia

Piala Dunia 2026 bisa menjadi bab terakhir Cristiano Ronaldo bersama tim nasional Portugal. Di usia 41 tahun, sang megabintang bersiap menjalani turnamen keenamnya di ajang terbesar sepak bola dunia, sekaligus kesempatan terakhir untuk mengejar satu trofi yang belum pernah berhasil ia raih sepanjang kariernya.

Portugal datang ke Amerika Utara dengan harapan besar. Tim asuhan Roberto Martinez tampil meyakinkan sepanjang fase kualifikasi dan membawa kombinasi menarik antara pemain senior berpengalaman serta generasi muda yang sedang berada di puncak perkembangan.

Namun pertanyaan yang terus menghantui publik Portugal belum berubah: apakah kali ini mereka benar-benar mampu menembus batas dan menjadi juara dunia?

Sejarah Panjang yang Belum Pernah Berujung Trofi

Perjalanan Portugal di Piala Dunia selalu dipenuhi kisah nyaris berhasil.

Penampilan pertama mereka terjadi pada edisi 1966. Saat itu, Eusebio tampil luar biasa dengan mencetak sembilan gol dan membawa Portugal finis di posisi ketiga. Hasil tersebut masih menjadi pencapaian terbaik mereka hingga saat ini.

Empat dekade kemudian, Portugal kembali mendekati mimpi besar itu pada Piala Dunia 2006. Cristiano Ronaldo yang masih muda menjadi bagian dari tim yang berhasil melaju hingga semifinal. Langkah mereka terhenti setelah kalah dari Prancis sebelum akhirnya juga tumbang dari Jerman dalam perebutan tempat ketiga.

Sejak 1998, Portugal hampir selalu hadir di putaran final Piala Dunia. Meski begitu, mereka belum pernah benar-benar mampu mengubah kualitas skuad menjadi gelar juara.

Mereka tersingkir di babak 16 besar pada 2010 dan 2018, gagal lolos dari fase grup pada 2014, lalu terhenti di perempat final pada Piala Dunia Qatar dua tahun lalu.

Dapatkan berita terupdate dari Gilabola.com di Google News. Tambahkan sebagai sumber pilihan

Ironisnya, Portugal justru mampu meraih sukses di level Eropa. Mereka memenangkan Euro 2016 dan dua kali mengangkat trofi UEFA Nations League. Tetapi ketika Piala Dunia datang, Portugal selalu dianggap sebagai tim yang memiliki talenta besar namun belum mampu membuktikannya di panggung terbesar.

Lolos ke Piala Dunia dengan Cara Meyakinkan

Jalan Portugal menuju Piala Dunia 2026 memang tidak selalu mulus, tetapi tetap menunjukkan kualitas mereka sebagai salah satu kekuatan utama Eropa.

Portugal menutup Grup F zona UEFA sebagai juara grup dengan koleksi 13 poin dari enam pertandingan. Mereka mencatat empat kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan.

Kepastian lolos diraih bahkan sebelum laga terakhir berkat kemenangan telak 9-1 atas Armenia.

Secara statistik, Portugal tampil dominan:

  • 20 gol dalam 6 pertandingan
  • Rata-rata lebih dari 3 gol per laga
  • Hanya kebobolan 7 gol
  • Selisih gol +13

Awal kualifikasi berjalan sesuai rencana lewat kemenangan atas Armenia, Hungaria, dan Republik Irlandia.

Meski demikian, mereka sempat mengalami momen yang membuat pendukung cemas. Portugal ditahan Hungaria 2-2 di kandang sendiri dan kemudian kalah mengejutkan 0-2 saat bertandang ke markas Irlandia.

Kekalahan itu sempat menimbulkan pertanyaan. Namun respons Portugal sangat meyakinkan.

Pada pertandingan terakhir melawan Armenia, mereka mengamuk dan menang 9-1. Menariknya, kemenangan tersebut diraih tanpa Ronaldo yang sedang menjalani hukuman larangan bermain.

Bruno Fernandes dan Joao Neves sama-sama mencetak hattrick dalam pertandingan itu.

Skor besar tersebut bukan sekadar tambahan tiga poin. Itu menjadi bukti bahwa Portugal memiliki kedalaman skuad yang sangat kuat dan tetap mampu tampil ganas tanpa pemain terbaik mereka.

Roberto Martinez Mengubah Wajah Portugal

Ketika Roberto Martinez ditunjuk pada Januari 2023 untuk menggantikan Fernando Santos, tugasnya cukup jelas.

Ia diminta memaksimalkan potensi generasi emas Portugal yang selama bertahun-tahun dinilai belum mencapai level sebenarnya.

Dua tahun berselang, perubahan itu terlihat jelas.

Portugal yang dulu dikenal berhati-hati kini berubah menjadi tim yang lebih agresif, lebih dominan dalam penguasaan bola, dan memiliki variasi serangan yang jauh lebih kaya.

Martinez umumnya menggunakan formasi 4-3-3, tetapi pendekatannya sangat fleksibel.

Kadang ia mengandalkan kecepatan Rafael Leao, Pedro Neto, atau Francisco Conceicao di sisi lapangan untuk menyuplai bola kepada Ronaldo.

Di kesempatan lain, ia bisa memainkan pendekatan yang lebih cair dengan Francisco Trincao atau Goncalo Ramos sebagai ujung tombak.

Fleksibilitas tersebut menjadi salah satu kekuatan utama Portugal saat menghadapi pertandingan sistem gugur.

Catatan Martinez juga cukup impresif.

Dalam 26 pertandingan bersama Portugal, termasuk laga persahabatan, Martinez mencatat:

  • 20 kemenangan
  • 2 hasil imbang
  • 4 kekalahan

Meski begitu, masih ada catatan yang perlu diperbaiki.

Pada Euro 2024, Portugal gagal mencetak gol dalam dua pertandingan fase gugur sebelum akhirnya tersingkir melalui adu penalti melawan Prancis di perempat final.

Namun Martinez menunjukkan kemampuan beradaptasi yang menarik saat final UEFA Nations League melawan Spanyol.

Portugal sempat mengubah pendekatan permainan di tengah laga dengan menempatkan Joao Neves lebih sentral. Perubahan tersebut berhasil meredam ancaman Spanyol sebelum Portugal menang 5-3 lewat adu penalti setelah bermain imbang 2-2.

Kemampuan membaca pertandingan seperti ini bisa menjadi faktor penting saat Piala Dunia berlangsung.

Cristiano Ronaldo Kembali Memimpin

Cristiano Ronaldo di Piala Dunia 2022

Nama terbesar dalam skuad Portugal tentu tetap Cristiano Ronaldo.

Martinez memasukkan sang kapten ke dalam daftar 26 pemain untuk Piala Dunia 2026 yang diumumkan pada 19 Mei lalu.

Keputusan itu sempat memunculkan perdebatan. Namun Bruno Fernandes membela rekan setimnya tersebut dengan mengingatkan bahwa Ronaldo masih menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Portugal dengan 143 gol internasional.

Musim 2025/26 juga menunjukkan bahwa Ronaldo belum benar-benar habis.

Ia mencetak 16 gol di Liga Pro Saudi dan bahkan mencetak dua gol dalam pertandingan yang memastikan gelar bagi klubnya.

Meski demikian, usia tetap menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.

Pada usia 41 tahun, pertanyaan mengenai kemampuan fisiknya menghadapi tekanan pertandingan Piala Dunia tentu akan terus muncul.

Selain itu, level kompetisi yang dihadapi Ronaldo setiap pekan juga berbeda dibandingkan pemain yang bermain di liga-liga top Eropa.

Kekuatan Utama Portugal Ada di Lini Tengah

Jika ada satu area yang membuat Portugal pantas diperhitungkan sebagai kandidat juara, jawabannya ada di sektor tengah.

Portugal memiliki kombinasi gelandang yang bisa membuat banyak negara iri.

Bruno Fernandes, Bernardo Silva, Vitinha, dan Joao Neves membentuk salah satu lini tengah paling lengkap di turnamen.

Bruno Fernandes

Bruno menjalani musim luar biasa. Ia membukukan:

  • 12 gol
  • 24 assist

di semua kompetisi sepanjang musim 2025/26.

Hattrick yang ia cetak ke gawang Armenia juga menjadi salah satu faktor utama yang memastikan tiket Portugal ke Piala Dunia.

Sebagai kapten Manchester United, Bruno membawa kreativitas sekaligus kepemimpinan.

Meski begitu, ia juga kerap dikritik karena terkadang terlalu lama memegang bola dalam situasi penting dan dianggap kurang konsisten dalam membantu pertahanan.

Bernardo Silva

Pengalaman Bernardo menjadi aset berharga. Sepanjang kariernya ia sudah mencatat:

  • 717 pertandingan
  • 118 gol
  • 125 assist

Kemampuan mengontrol tempo permainan dan bermain di berbagai posisi membuatnya hampir tidak tergantikan.

Namun di usia 31 tahun, ada kekhawatiran mengenai kemampuan fisiknya menjalani turnamen yang padat selama beberapa pekan.

Vitinha

Gelandang PSG ini berperan sebagai pengatur ritme permainan.

Pada musim 2024/25 ia mencatat tujuh gol dan tujuh assist dari 60 pertandingan.

Di Liga Champions musim 2025/26, ia menambahkan enam gol dan satu assist.

Visi bermain serta akurasi umpannya sangat penting bagi sistem permainan Martinez.

Tantangannya terletak pada aspek fisik. Vitinha bisa kesulitan saat menghadapi lawan yang menerapkan pressing agresif.

Joao Neves

Usianya baru 21 tahun, tetapi Joao Neves sudah dianggap sebagai masa depan Portugal.

Musim 2025/26 ia mengoleksi 10 gol dan 4 assist dalam 38 pertandingan.

Akurasi umpannya di Liga Champions mencapai 91,5 persen.

Meski potensinya sangat besar, persaingan di lini tengah Portugal membuat statusnya sebagai starter tetap belum sepenuhnya aman.

Daftar Skuad Portugal untuk Piala Dunia 2026

Kiper

  • Diogo Costa
  • Jose Sa
  • Rui Silva
  • Ricardo Velho

Bek

  • Diogo Dalot
  • Matheus Nunes
  • Ruben Dias
  • Nelson Semedo
  • Joao Cancelo
  • Nuno Mendes
  • Goncalo Inacio
  • Renato Veiga
  • Tomas Araujo

Gelandang

  • Ruben Neves
  • Samu Costa
  • Joao Neves
  • Vitinha
  • Bruno Fernandes
  • Bernardo Silva

Penyerang

  • Cristiano Ronaldo
  • Joao Felix
  • Francisco Trincao
  • Francisco Conceicao
  • Pedro Neto
  • Rafael Leao
  • Goncalo Guedes
  • Goncalo Ramos

Empat Nama Besar yang Dicoret

Martinez juga membuat beberapa keputusan mengejutkan.

Joao Palhinha

Gelandang bertahan Tottenham ini tidak masuk skuad meski dikenal sebagai salah satu perebut bola terbaik di Eropa.

Pedro Goncalves

Pemain Sporting CP tersebut mencatat 13 gol dan 8 assist musim lalu, tetapi gangguan cedera membuatnya kehilangan tempat.

Ricardo Horta

Pengalaman Ricardo Horta tidak cukup untuk mengalahkan persaingan pemain-pemain muda yang lebih eksplosif.

Antonio Silva

Bek Benfica berusia 22 tahun itu juga harus rela menonton turnamen dari rumah meski sebelumnya beberapa kali dipanggil tim nasional.

Rodrigo Mora

Namanya termasuk yang paling banyak dibicarakan setelah tidak masuk skuad. Padahal ia dikenal mampu bermain di beberapa posisi berbeda di lini depan.

Jadwal Portugal di Fase Grup

Portugal tergabung di Grup K.

Laga pertama menghadapi Republik Demokratik Kongo dipandang sebagai kesempatan ideal untuk memulai turnamen dengan kemenangan.

Ujian sesungguhnya kemungkinan datang saat bertemu Kolombia yang kembali tampil di Piala Dunia setelah absen pada edisi 2022.

Jadwal Portugal:

  • 17 Juni 2026: Portugal vs RD Kongo (NRG Stadium, Houston)
  • 23 Juni 2026: Portugal vs Uzbekistan (NRG Stadium, Houston)
  • 27 Juni 2026: Kolombia vs Portugal (Hard Rock Stadium)

Seberapa Jauh Portugal Bisa Melangkah?

Di atas kertas, Portugal memiliki semua elemen untuk melaju jauh.

Kedalaman skuad mereka kuat. Lini tengah termasuk yang terbaik di turnamen. Pelatih juga menawarkan fleksibilitas taktik yang jarang dimiliki tim lain.

Target perempat final tampak realistis.

Jika undian fase gugur berpihak kepada mereka, tiket semifinal juga sangat mungkin diraih.

Masalahnya, Portugal masih harus membuktikan bahwa mereka mampu mengatasi tekanan saat menghadapi tim-tim elite seperti Prancis, Spanyol, atau Inggris.

Dan di tengah semua harapan itu, satu sosok tetap menjadi pusat perhatian.

Cristiano Ronaldo.

Mungkin ini perjalanan terakhirnya di Piala Dunia. Mungkin juga kesempatan terakhir Portugal mengakhiri penantian panjang yang sudah berlangsung enam dekade.

Opini Gilabola.com

Portugal terlihat lebih seimbang dibanding beberapa edisi Piala Dunia sebelumnya. Fokus permainan mereka tidak lagi sepenuhnya bertumpu pada Cristiano Ronaldo karena lini tengah kini memiliki banyak pemain yang mampu menentukan pertandingan.

Jika Roberto Martinez berhasil menemukan komposisi terbaik antara pengalaman dan energi muda, Portugal punya peluang nyata untuk menembus semifinal. Tantangan terbesar mereka justru muncul saat menghadapi lawan-lawan elite yang mampu memaksa permainan berjalan di luar skenario ideal.