
Laga 16 besar Piala Dunia 2026 langsung menghadirkan cerita besar. Portugal memastikan tiket ke babak berikutnya setelah bangkit menyingkirkan Kroasia, sementara Spanyol melaju mulus usai menang telak 3-0 atas Austria.
Hasil itu membuat dua rival Semenanjung Iberia tersebut akan saling berhadapan pada babak berikutnya. Namun sebelum duel besar itu digelar, Cristiano Ronaldo dan Lamine Yamal sudah lebih dulu mencuri perhatian lewat sederet rekor.
Ronaldo Cetak Gol Bersejarah di Usia 41 Tahun
Cristiano Ronaldo akhirnya mencatatkan gol pertamanya di fase gugur Piala Dunia. Penyerang Portugal itu mencetak gol lewat titik penalti dalam penampilan keenamnya di turnamen tersebut.
Gol tersebut lahir dari satu-satunya sentuhan Ronaldo di dalam kotak penalti lawan sepanjang 81 menit berada di lapangan.
Ronaldo juga kembali menorehkan sejarah. Pada usia 41 tahun 147 hari, ia menjadi pemain pertama yang tampil sekaligus mencetak gol pada fase gugur Piala Dunia di usia 41 tahun atau lebih.
Pertandingan melawan Kroasia juga menghadirkan catatan unik karena mempertemukan dua pemain lapangan yang sudah berusia minimal 40 tahun untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia. Ronaldo berhadapan dengan mantan rekan setimnya di Real Madrid, Luka Modric.
Ada rekor lain yang ikut tercipta. Ronaldo kini menjadi pemain pertama yang mengoleksi sedikitnya 25 gol gabungan di ajang Piala Dunia dan Piala Eropa.
Sepanjang Piala Dunia 2026, Ronaldo sudah mencetak tiga gol. Itu menjadi koleksi gol terbanyak keduanya dalam satu edisi turnamen setelah empat gol pada Piala Dunia 2018.
Empat penalti juga sudah berhasil ia konversi sepanjang sejarah Piala Dunia. Hanya Harry Kane yang memiliki jumlah lebih banyak dengan lima gol dari titik putih.
Portugal sendiri akhirnya menang lewat gol Goncalo Ramos pada masa tambahan waktu babak kedua. Itu menjadi gol penentu kemenangan keenam yang lahir pada injury time sepanjang Piala Dunia 2026, jumlah terbanyak sejak edisi 2018.
Kemenangan tersebut juga menjadi comeback pertama Portugal di fase gugur Piala Dunia sejak menyingkirkan Korea Utara pada 1966.
Di kubu Kroasia, Ivan Perisic ikut mencatat sejarah sebagai pemain keenam yang mampu mencetak gol pada empat edisi Piala Dunia berbeda. Pada usia 37 tahun 150 hari, ia juga menjadi pencetak gol tertua Kroasia di ajang ini.
Yamal Terus Bersinar Bersama Spanyol
Spanyol tampil jauh lebih nyaman saat mengalahkan Austria 3-0.
Lamine Yamal kembali menjadi pusat perhatian. Pada usia 18 tahun, ia menjadi pemain termuda sejak 1966 yang mampu mencatat sedikitnya 10 sentuhan di kotak penalti lawan dan 10 dribel dalam satu pertandingan Piala Dunia. Yamal membukukan 14 sentuhan di area berbahaya serta 10 dribel.
Penampilannya memang terus konsisten sepanjang turnamen. Rata-rata Yamal mencatat 12 dribel setiap 90 menit di Piala Dunia 2026, angka tertinggi bagi pemain yang bermain minimal 200 menit dalam satu edisi sejak Jay Jay Okocha pada 1998.
Catatan lain juga tak kalah mengesankan. Spanyol selalu menang dalam delapan pertandingan turnamen besar ketika Yamal menjadi starter. Rekor kemenangan 100 persen itu menjadi yang terbaik bagi pemain Eropa dalam sejarah Piala Dunia maupun Piala Eropa.
Di lini belakang, Pau Cubarsi dan Yamal menjadi pasangan remaja pertama yang sama-sama menjadi starter pada fase gugur Piala Dunia dalam 68 tahun terakhir. Sebelumnya, catatan serupa hanya pernah dibuat Pele dan Altafini bersama Brasil pada 1958.
Sementara itu, Mikel Oyarzabal menjadi pemain Spanyol pertama yang mencetak dua gol atau lebih dalam dua pertandingan berbeda pada satu edisi Piala Dunia.
Penjaga gawang Unai Simon juga ikut mengukir sejarah. Ia kini mencatat 519 menit tanpa kebobolan dan melewati rekor milik Walter Zenga sebagai kiper dengan rentetan nirbobol terpanjang dalam sejarah Piala Dunia.
