
Turki harus menerima kenyataan pahit setelah kembali gagal meraih poin di laga matchday kedua grup D Piala Dunia 2026. Bermain dominan hampir sepanjang pertandingan, mereka justru tumbang 0-1 dari Paraguay di San Francisco Bay Area Stadium.
Satu momen di awal laga menjadi pembeda. Matias Galarza mencetak gol spektakuler dari luar kotak penalti saat pertandingan baru berjalan dua menit. Gol itu akhirnya menjadi satu-satunya yang tercipta hingga peluit panjang dibunyikan.
Gol Cepat Paraguay Jadi Pembeda
Paraguay datang ke pertandingan ini setelah kalah telak 1-4 dari Amerika Serikat pada laga pertama. Namun respons mereka sangat cepat.
Baru dua menit laga berjalan, Galarza melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang gagal dihentikan Ugurcan Cakir. Paraguay unggul 1-0 dan langsung mengubah jalannya pertandingan.
Setelah gol tersebut, Turki mulai mengambil alih penguasaan bola. Arda Guler, Kenan Yildiz, Hakan Calhanoglu, hingga Mert Muldur silih berganti mencoba membongkar pertahanan Paraguay.
Peluang demi peluang tercipta. Arda Guler sempat melepaskan tembakan yang diblok Omar Alderete. Kenan Yildiz juga beberapa kali mengancam, termasuk satu peluang yang digagalkan Gustavo Gomez.
Kesempatan terbaik Turki di babak pertama datang pada menit ke-35 ketika Mert Muldur melepaskan tembakan yang hanya membentur tiang gawang.
Paraguay bertahan dengan disiplin. Gustavo Gomez, Junior Alonso, Andres Cubas, dan Omar Alderete tampil solid mematahkan serangan lawan.
Paraguay Kehilangan Almiron, Turki Tetap Gagal Menyamakan Kedudukan
Situasi berubah menjelang turun minum.
Miguel Almiron mendapat kartu merah pada masa injury time babak pertama. Keputusan tersebut sempat ditinjau VAR sebelum akhirnya tetap disahkan wasit.
Unggul jumlah pemain sepanjang babak kedua membuat Turki semakin agresif.
Mereka terus menekan melalui Arda Guler, Hakan Calhanoglu, Merih Demiral, Can Uzun, hingga Deniz Gul yang masuk sebagai pemain pengganti.
Namun masalah terbesar Turki malam itu adalah penyelesaian akhir.
Merih Demiral beberapa kali gagal memanfaatkan peluang. Hakan Calhanoglu juga menyia-nyiakan kesempatan emas di depan gawang. Deniz Gul bahkan gagal mencetak gol saat gawang Paraguay terbuka lebar.
Di bawah mistar, Orlando Gill tampil luar biasa. Kiper Paraguay itu melakukan sejumlah penyelamatan penting untuk menjaga keunggulan timnya.
Turki tercatat melepaskan 19 tembakan sepanjang pertandingan dengan empat di antaranya mengarah ke gawang. Paraguay hanya menghasilkan lima percobaan dan dua tepat sasaran.
Meski demikian, efektivitas menjadi milik wakil Amerika Selatan tersebut.
Hingga laga berakhir, Paraguay mampu mempertahankan keunggulan 1-0 sekaligus mengamankan kemenangan pertama mereka di fase grup Piala Dunia 2026.
sebenarnya tidak tampil buruk. Mereka menguasai bola dalam waktu yang sangat panjang dan berhasil menciptakan banyak peluang.
Masalahnya ada pada efektivitas di depan gawang.
Kekalahan ini terasa lebih menyakitkan karena Paraguay bermain dengan 10 orang sejak akhir babak pertama. Dalam situasi seperti itu, tim sekelas Turki seharusnya mampu menemukan cara untuk mencetak setidaknya satu gol.
Sebaliknya, Paraguay menunjukkan pelajaran penting dalam sepak bola modern. Mereka tidak membutuhkan banyak peluang untuk menang.
Organisasi pertahanan yang kuat, disiplin menjaga area berbahaya, dan ketenangan Orlando Gill di bawah mistar sudah cukup untuk membawa pulang tiga poin yang sangat berharga.
