
Ada nuansa berbeda saat Argentina bersiap menghadapi Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Bukan hanya tiket ke perempat final yang diperebutkan, tetapi juga kemungkinan berakhirnya perjalanan salah satu ikon terbesar sepak bola dunia.
Lionel Messi dan Mohamed Salah akan saling berhadapan dalam laga yang berpotensi menjadi penampilan terakhir salah satu dari mereka di panggung Piala Dunia.

Messi Datang dengan Performa Paling Tajam di Piala Dunia 2026
Empat tahun setelah membawa Argentina menjadi juara dunia di Qatar, Messi kembali tampil luar biasa pada edisi kali ini.
Kapten Argentina itu sudah mengoleksi tujuh gol hanya dalam empat pertandingan, menyamai jumlah golnya saat Piala Dunia 2022 yang dicapai dalam tujuh laga. Ketajamannya bahkan meningkat drastis dengan rata-rata satu gol setiap 46 menit.
Dari total 11 gol yang dicetak Argentina sepanjang turnamen, tujuh di antaranya lahir dari kaki Messi. Artinya, ia berkontribusi langsung terhadap 64 persen gol tim asuhan Lionel Scaloni.
Secara keseluruhan, Messi kini mengoleksi 20 gol dan delapan assist dalam 30 pertandingan Piala Dunia sejak edisi 2006 hingga 2026. Selama periode tersebut, ia juga menciptakan 20 peluang emas dan rata-rata melepaskan 4,3 tembakan di setiap pertandingan.
Jika melihat seluruh pertandingan internasionalnya bersama Argentina, Messi telah mencetak 124 gol dalam 203 penampilan, atau rata-rata satu gol setiap 135 menit.
Mohamed Salah Bawa Mesir Ukir Sejarah Baru
Di kubu Mesir, perjalanan menuju babak gugur sudah menjadi pencapaian bersejarah.
Mesir akhirnya kembali tampil di babak 16 besar Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 92 tahun. Mereka juga mencatat kemenangan perdana di Piala Dunia saat mengalahkan Selandia Baru pada fase grup.
Langkah bersejarah itu berlanjut setelah menyingkirkan Australia lewat adu penalti di babak 32 besar. Mohamed Salah menjadi penentu kemenangan lewat eksekusi panenka yang sukses mengecoh kiper Mathew Ryan.
Sepanjang Piala Dunia 2026, Salah mencetak satu gol dan dua assist. Jika digabungkan dengan penampilannya pada edisi sebelumnya, ia telah mengoleksi lima kontribusi gol di Piala Dunia.
Meski jumlah menit bermainnya jauh lebih sedikit dibanding Messi, Salah justru mencatat rata-rata umpan kunci lebih tinggi, yakni 3,33 per pertandingan, sementara Messi berada di angka 2,83.
Di level internasional bersama Mesir, Salah telah membukukan 66 gol dari 118 pertandingan, dengan rata-rata satu gol setiap 155 menit.
Argentina Lebih Diunggulkan, Tetapi Mesir Punya Harapan
Secara statistik dan performa, Argentina tetap berada di posisi yang lebih menguntungkan.
Superkomputer Opta memberi peluang Mesir hanya sebesar 11,5 persen untuk mengalahkan sang juara bertahan dalam waktu normal.
Prediksi itu bukan tanpa alasan. Argentina belum terkalahkan dalam 10 pertandingan terakhir di Piala Dunia sejak kekalahan dari Arab Saudi di Qatar. Tim asuhan Lionel Scaloni juga selalu memenangkan delapan laga terakhir melawan wakil Afrika.
Meski begitu, Argentina bukan tanpa celah. Pada babak 16 besar sebelumnya, Tanjung Verde mampu memaksa mereka bermain hingga perpanjangan waktu sekaligus membobol gawang Emiliano Martinez dua kali.
Walau demikian, lini belakang Argentina tetap menjadi salah satu yang terbaik di turnamen ini. Mereka hanya mencatat expected goals against (xG) sebesar 2,1 sepanjang kompetisi.
Bagi Mesir, dibutuhkan sesuatu yang istimewa untuk menghentikan sang juara bertahan. Dan jika ada pemain yang mampu menghadirkan momen itu, Mohamed Salah adalah sosok yang paling mungkin melakukannya.
Opini Gilabola.com
Laga ini terasa lebih besar daripada sekadar perebutan tiket perempat final.
Messi dan Salah sama-sama menjadi wajah sepak bola dunia selama lebih dari satu dekade, tetapi perjalanan mereka di Piala Dunia sangat berbeda.
Messi sudah mencapai puncak dengan membawa Argentina menjadi juara, sedangkan Salah justru sedang menulis sejarah baru bersama Mesir.
Di atas kertas Argentina memang lebih kuat, namun pertandingan seperti ini sering ditentukan oleh satu momen.
Jika Salah mampu menciptakan keajaiban, itu akan menjadi salah satu kisah terbesar Piala Dunia 2026.
