
Kanada datang ke Piala Dunia 2026 sebagai salah satu tuan rumah. Namun perjalanan mereka sejauh ini menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar pelengkap turnamen.
Tim asuhan Jesse Marsch kini berada di ambang tiket menuju babak 32 besar setelah mengumpulkan empat poin dari dua pertandingan pertama Grup B.
Hasil imbang melawan Bosnia dan Herzegovina menjadi poin pertama Kanada dalam sejarah penampilan mereka di Piala Dunia, sebelum mereka melanjutkannya dengan kemenangan telak 6-0 atas Qatar yang bermain dengan sembilan orang.
Kini fokus Kanada beralih ke pertandingan terakhir fase grup melawan Swiss pada Rabu.
Kanada sudah melampaui ekspektasi awal dengan mencatat hasil terbaik mereka sepanjang sejarah Piala Dunia. Namun momentum saat ini membuat target mereka layak dinaikkan.
Dengan kepercayaan diri yang sedang tinggi usai kemenangan 6-0 atas Qatar dan keunggulan selisih gol atas Swiss, pendekatan bermain aman untuk mengejar hasil imbang tampaknya bukan pilihan terbaik.
Kanada kini justru memiliki kesempatan untuk mengirim pesan kepada para pesaing bahwa mereka mampu bersaing lebih jauh dari sekadar lolos ke babak gugur.
Mengamankan status juara grup akan menjadi langkah penting bagi tim Jesse Marsch untuk membuka jalan yang lebih nyaman menuju fase-fase berikutnya.
Hasil Imbang Sudah Cukup untuk Juara Grup
Secara matematis, Kanada memang belum mengamankan posisi dua besar. Namun secara realistis, peluang mereka gagal lolos ke fase gugur sangat kecil.
Satu-satunya skenario yang bisa membuat Kanada turun ke peringkat ketiga adalah jika mereka kalah dari Swiss dan Bosnia dan Herzegovina mengalahkan Qatar dengan selisih gol yang sangat besar untuk mengejar ketertinggalan produktivitas gol.
Bahkan dalam situasi tersebut, Kanada masih hampir pasti melaju ke babak berikutnya melalui jalur peringkat ketiga terbaik dengan koleksi empat poin.
Laga melawan Swiss kini lebih banyak menentukan siapa yang akan mengakhiri fase grup sebagai pemuncak klasemen.
Kanada memiliki keuntungan penting menjelang pertandingan tersebut. Mereka unggul selisih gol atas Swiss sehingga hasil imbang sudah cukup untuk mempertahankan posisi teratas Grup B. Kemenangan tentu akan memastikan mereka finis di puncak klasemen.
Sebaliknya, kekalahan akan membuat Kanada turun ke posisi kedua, kecuali Bosnia dan Herzegovina mampu mencatat kemenangan besar atas Qatar dan mengubah susunan klasemen secara drastis.
Jalur Babak Gugur Bisa Lebih Ringan
Posisi akhir di Grup B akan sangat berpengaruh terhadap lawan yang akan dihadapi Kanada pada babak 32 besar.
Jika berhasil menjadi juara grup, Kanada akan bertemu salah satu tim peringkat ketiga terbaik yang berasal dari Grup E, F, G, I, atau J.
Dari sejumlah kemungkinan tersebut, lawan yang paling berpeluang muncul adalah tim peringkat ketiga Grup G, yang diperkirakan berasal dari Iran, Mesir, atau Belgia.
Sementara jika Kanada finis sebagai runner-up Grup B, mereka akan menghadapi tim peringkat kedua Grup A. Kandidat lawan yang berpotensi muncul adalah Korea Selatan, Ceko, atau Afrika Selatan.
Karena itu, duel melawan Swiss bukan hanya soal mempertahankan tren positif. Posisi puncak grup juga bisa memberi Kanada jalur yang lebih menguntungkan saat memasuki fase gugur.
