Terungkap, Ini Alasan Lionel Messi Lakukan Selebrasi Nyeleneh Saat Argentina Kalahkan Belanda

Pertemuan Timnas Argentina dengan Belanda memang sudah berlalu. Namun ada satu hal yang jadi misteri: cara selebrasi Lionel Messi yang tak biasa.

Gila Bola – Lionel Messi sukses membawa Timnas Argentina melaju ke final Piala Dunia 2022 dengan kalahkan Kroasia, 3-0, di Lusail Stadium, Rabu (14/12) dini hari.

Menyusul kekalahan mengejutkan dari Arab Saudi di pertandingan pertama mereka dalam turnamen ini, La Albiceleste berhasil bangkit dengan kuat dan melaju ke final.

Argentina kalahkan Mexico, Polandia dan Australia di laga-laga fase grup berikutnya, sebelum kandaskan Belanda di perempat final pekan lalu dan Kroasia di semifinal, Rabu (14/12) dini hari.

Advertisement
SUPERITC SLOT
SUPERITC SLOT
JayaPoker
JayaPoker
HKIndo
HKIndo

Dalam pertandingan melawan Belanda yang berlangsung panas, Argentina akhirnya menang melalui drama adu penalti yang berakhir dengan skor 4-3 (2-2).

Gaya Selebrasi Lionel Messi

Salah satu foto yang paling ikonik dalam kemenangan Argentina atas Belanda dan diyakini akan terus berada dalam benak para suporter adalah, aksi selebrasi Lionel Messi di depan bench Timnas Belanda dengan cara meletakkan kedua telapak tangan menutupi telinganya.

Pemain berusia 35 tahun itu berhasil membobol gawang Belanda dari titik putih di menit 73, sebelum ia lakukan selebrasi itu di depan pelatih Timnas Belanda, Louis van Gaal – yang notabene juga pernah mengasuh Barcelona di dua periode berbeda, yakni pada tahun 1997 hingga 2000 dan tahun 2002 hingga 2003.

Messi Protes Perlakukan Van Gaal pada Pemain Argentina

Kini, Mundo Deportivo ungkap misteri di balik selebrasi Lionel Messi tersebut. Menurut laporan tersebut, selebrasi tersebut menjadi pesan bagi Louis van Gaal terkait perlakuan buruknya terhadap mantan bintang Barcelona dan Argentina, Juan Roman Riquelme.

Blaugrana pernah datangkan Riquelme dari Boca Juniors pada tahun 2002 saat Van melatih di Camp Nou. Namun, segera setelah kedatangan Riquelme ke Catalan, Van Gaal malah dicemooh Van Gaal yang mengatakan dia tak ingin datangkan Riquelme yang tak banyak membantu tim saat mereka kehilangan bola.

“Kami memang yang terbaik di dunia saat bola ada di kakimu, tapi saat kamu kehilangan bola, kita tak bisa berkutik,” demikian ungkap Van Gaal ketika itu, seperti dilansir Barca Universal.

Van Gaal kemudian mainkan Riquelme di luar posisi yang seharusnya di beberapa pertandingan, hingga hal itu berdampak pada penampilannya yang menurun.

Louis van Gaal Cela Messi dan Timnas Argentina Sebelum Laga

Jelang pertemuan antara Timnas Argentina dan Belanda di perempat final Piala Dunia Qatar, Van Gaal juga lontarkan hal sama terhadap Messi. Hal itulah yang kemudian memicu aksi selebrasi yang dinilai tak menghormati Belanda dan Louis van Gaal tersebut.

Ditambahkan talkSPORT, di laga melawan tim Oranje, Argentina semula diperkirakan bakal mengakhiri laga dengan kemenangan 2-0. Namun Wout Weghorst mencetak brace di akhir babak kedua dan di masa perpanjangan waktu, hingga laga ditutup 2-2 dan harus dilanjutkan dengan adu penalti.

Dalam pertandingan itu, wasit Antonio Lahoz sampai mengeluarkan 18 kartu kuning – sebuah rekor di Piala Dunia, di mana Denzel Dumfries akhirnya diusir keluar akibat dua kartu kuning.

Van Gaal dan Timnas Belanda Banyak Omong!

Sedangkan Lionel Messi – yang mengambil alih rekor assist terbanyak Pela di fase knockout Piala Dunia, tampak bersemangat di sepanjang laga.

Sesaat setelah menyarangkan eksekusi penaltinya 17 menit sebelum laga normal usai, dia lakukan selebrasi nyeleneh di hadapan Van Gaal. Usai pertandingan, Messi kemudian mendekati staf kepelatihan Timnas Belanda – termasuk Van Gaal, dan tampak mengatakan, “Anda terlalu banyak bicara!”.

“Saya merasa tak dihormati Van Gaal setelah komentarnya jelang pertandingan, dan beberapa pemain Belanda yang juga terlalu banyak bicara selama pertandingan itu,” tegas Messi.

PILARWIN
PILARWIN
IBOSport
MACAUBET
TexasPoker
JokerNet88
SebelumnyaHarry Maguire Disarankan Tinggalkan Manchester United, Gabung Klub London Ini
SelanjutnyaPengejaran Liverpool Untuk Enzo, Kabar Baik Bagi Madrid Untuk Kontrak Bellingham