
Amerika Serikat membuka kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan cara yang sulit dibantah. Bermain di hadapan puluhan ribu pendukung sendiri di Los Angeles, tim asuhan Mauricio Pochettino menundukkan Paraguay dengan skor telak 4-1 pada laga pertama Grup D.
Bukan hanya hasil akhirnya yang mengesankan. Cara Amerika Serikat meraih kemenangan itu juga meninggalkan kesan kuat. Sejak peluit awal dibunyikan, Paraguay nyaris tidak diberi ruang untuk mengembangkan permainan.
Tekanan Tinggi Pochettino Bekerja Sempurna
Salah satu pemandangan paling mencolok sepanjang pertandingan adalah agresivitas permainan Amerika Serikat saat kehilangan bola. Tekanan yang diterapkan anak asuh Mauricio Pochettino membuat Paraguay kesulitan keluar dari area pertahanannya sendiri.
Berkali-kali Paraguay kehilangan penguasaan bola di wilayah berbahaya. Situasi itu langsung dimanfaatkan para pemain depan Amerika Serikat untuk melancarkan serangan cepat.
Dominasi tersebut terlihat jelas sepanjang babak pertama. Paraguay bahkan hanya dua kali menyentuh bola di dalam kotak penalti Amerika Serikat selama 45 menit pertama.
Skema pressing yang selama ini menjadi ciri khas Pochettino berjalan hampir tanpa cela. Paraguay seperti dipaksa bermain mengikuti ritme yang ditentukan tuan rumah.
Dengan dukungan hampir 70.000 penonton, intensitas permainan Amerika Serikat terus terjaga hingga mereka berhasil mengamankan kemenangan meyakinkan.
Balogun Jadi Ujung Tombak yang Sulit Dihentikan
Jika ada pemain yang paling mencuri perhatian pada malam itu, jawabannya adalah Folarin Balogun.
Striker Monaco tersebut mendapat kepercayaan sebagai starter setelah tampil baik dalam sejumlah laga uji coba menjelang turnamen. Kesempatan itu dijawab dengan dua gol yang membantu Amerika Serikat mengawali Piala Dunia secara sempurna.
Balogun tampil efektif sepanjang pertandingan. Pergerakannya di belakang garis pertahanan Paraguay beberapa kali menciptakan ancaman serius.
Kemampuannya membaca ruang dan menentukan waktu berlari membuat lini belakang lawan kerepotan. Bahkan, penyerang tersebut sebenarnya berpeluang mencetak lebih banyak gol sebelum pertandingan berakhir.
Ketajaman seperti inilah yang dibutuhkan Amerika Serikat jika ingin melangkah jauh di turnamen. Saat serangan balik dan transisi cepat menjadi senjata utama, kehadiran Balogun memberi dimensi berbeda bagi permainan tim.
Kedalaman Skuad Mulai Terlihat
Selain kemenangan besar dan penampilan Balogun, ada satu hal lain yang patut membuat Mauricio Pochettino tersenyum.
Amerika Serikat menunjukkan bahwa mereka tidak hanya bergantung pada sebelas pemain utama.
Ketika pertandingan memasuki babak kedua, Timothy Weah, Gio Reyna, Ricardo Pepi, dan Sebastian Berhalter masuk dari bangku cadangan. Pergantian tersebut tidak membuat kualitas permainan menurun secara signifikan.
Justru Gio Reyna ikut memberi warna lewat gol indahnya pada masa injury time untuk menutup pertandingan.
Yang menarik, masih ada nama-nama seperti Alex Zendejas, Brendan Aaronson, dan Haji Wright yang tidak dimainkan dalam laga ini. Kondisi tersebut memberi gambaran bahwa Amerika Serikat memiliki lebih banyak opsi dibanding yang diperkirakan sebelumnya.
Bagi sebuah tim yang selama bertahun-tahun sering dikritik karena kurang memiliki kedalaman skuad, penampilan melawan Paraguay bisa menjadi sinyal positif menjelang laga-laga berikutnya.
Opini Gilabola.com
Kemenangan atas Paraguay memang baru satu pertandingan, tetapi cara Amerika Serikat meraihnya terasa lebih penting dibanding skor akhirnya.
Tim asuhan Mauricio Pochettino terlihat memiliki identitas permainan yang jelas, agresif saat menekan dan cepat saat menyerang.
Balogun layak mendapat sorotan berkat dua golnya, namun fondasi utama kemenangan ini justru datang dari kolektivitas tim.
Intensitas pemain pelapis akan dapat terus memberi dampak dari bangku cadangan, Amerika Serikat berpotensi menjadi salah satu tim yang merepotkan lawan-lawan besar di Piala Dunia 2026.
