
Amerika Serikat gagal menutup fase grup Piala Dunia 2026 tanpa kekalahan. Saat hasil imbang sudah di depan mata, Turki justru mencetak gol penentu pada menit ke-90+8 untuk mengamankan kemenangan dramatis 3-2 di Los Angeles.
Gol penutup itu lahir dari kaki pemain pengganti Kaan Ayhan, yang menyambar umpan Can Uzun pada sentuhan terakhir pertandingan.
Kekalahan ini membuat tim asuhan Mauricio Pochettino melangkah ke babak 32 besar dengan modal hasil negatif meski tetap mengoleksi enam poin.
Laga Berjalan Sengit Sejak Menit Awal
Pochettino melakukan rotasi besar setelah posisi juara Grup D sudah dipastikan. Dari susunan pemain yang mengalahkan Australia, hanya Weston McKennie dan Ricardo Pepi yang kembali menjadi starter.
Meski tampil dengan banyak perubahan, Amerika Serikat langsung membuka keunggulan pada menit ketiga. Auston Trusty memanfaatkan sepak pojok Sebastian Berhalter sebelum melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihentikan Ugurcan Cakir.
Keunggulan itu hanya bertahan beberapa menit. Arda Guler mengakhiri kebuntuan Turki di Piala Dunia 2026 lewat penyelesaian kaki kiri setelah menerima umpan terobosan Baris Alper Yilmaz. Gol tersebut menjadi gol pertama Turki di turnamen ini setelah sebelumnya gagal memaksimalkan 62 percobaan.
Turki kemudian membalikkan keadaan pada menit ke-31. Berawal dari kerja sama rapi yang melibatkan Guler dan Eren Elmali di sisi kiri, umpan tarik Elmali disambut Orkun Kokcu sebelum bola berubah arah mengenai lutut Yilmaz dan masuk ke gawang.
Amerika Serikat sempat mencetak gol melalui Mark McKenzie, tetapi dianulir karena offside.
Berhalter Samakan Kedudukan, Ayhan Menentukan Hasil
Memasuki babak kedua, Amerika Serikat kembali memberikan respons cepat.
Lemparan jauh McKenzie menciptakan kemelut di kotak penalti Turki. Bola liar kemudian disambar Sebastian Berhalter lewat tendangan setengah voli dari luar kotak penalti yang memantul ke tanah sebelum bersarang di gawang Turki pada menit ke-49.
Christian Pulisic yang baru pulih dari cedera juga mendapat kesempatan bermain sebagai pemain pengganti. Dalam waktu lima menit, ia menciptakan dua peluang, termasuk satu tembakan yang memaksa Cakir melakukan penyelamatan gemilang hingga bola membentur tiang gawang. Satu percobaan lain dari luar kotak penalti juga masih melebar.
Saat pertandingan tampak akan berakhir imbang, Turki justru menghukum tuan rumah.
Can Uzun mengirim bola ke depan gawang pada menit ke-90+8 dan Kaan Ayhan berhasil menjangkaunya untuk mencetak gol kemenangan sekaligus memastikan skor akhir 3-2.
Turki Lebih Efektif
Amerika Serikat tampil lebih agresif dengan melepaskan 18 tembakan, dua kali lebih banyak dibanding sembilan milik Turki.
Namun efektivitas menjadi pembeda. Turki menghasilkan expected goals (xG) sebesar 2,71, lebih tinggi daripada Amerika Serikat yang mencatat 2,06.
Gol cepat Trusty yang tercipta pada menit 2 menit 13 detik juga menjadi gol tercepat kedua Amerika Serikat sepanjang sejarah penampilan mereka di Piala Dunia.
Meski demikian, Turki mampu memanfaatkan peluang dengan lebih baik dan membawa pulang kemenangan yang sekaligus mengakhiri harapan Amerika Serikat menutup fase grup tanpa kekalahan.
Analisis Gilabola.com
Rotasi besar yang dilakukan Mauricio Pochettino memang bisa dipahami karena posisi juara grup sudah aman.
Namun pertandingan ini menunjukkan bahwa perubahan terlalu banyak dalam satu laga membuat keseimbangan permainan Amerika Serikat ikut berubah, terutama saat menghadapi tekanan di momen-momen akhir.
Sebaliknya, Turki memperlihatkan efisiensi yang sebelumnya tidak mereka miliki.
Setelah kesulitan mencetak gol sepanjang dua laga pertama, mereka justru tampil jauh lebih tajam ketika peluang datang.
Kemenangan ini terasa layak karena kualitas peluang yang mereka ciptakan memang lebih berbahaya dibanding jumlah tembakannya.
