
Jude Bellingham kembali menunjukkan kelasnya. Gelandang Inggris itu mencetak gol solo brilian saat Real Madrid menghancurkan Malaga 4-0 di Santiago Bernabeu, sekaligus menjaga start 100 persen Jose Mourinho sejak kembali menangani Los Blancos.
Kemenangan ini menjadi yang ketiga secara beruntun bagi Madrid sejak Mourinho kembali ke klub. Bellingham menjadi pusat perhatian, sementara Kylian Mbappe kembali mencatatkan namanya di papan skor.
Gol Solo Bellingham Buka Pesta Madrid
Madrid langsung bermain agresif dan mendapatkan hasil pada menit ke-19.
Bellingham merebut bola liar lebih dari 27 meter dari gawang Malaga. Pemain berusia 23 tahun itu kemudian melewati tiga pemain lawan sebelum masuk ke kotak penalti.
Dalam posisi sulit, Bellingham tetap mampu melepaskan tembakan yang melewati sela kaki kiper Alfonso Herrero.
Gol tersebut menggambarkan keberanian Bellingham dalam membawa bola dari lini tengah hingga ke area berbahaya. Malaga kesulitan menghentikan pergerakannya.
Lima menit berselang, Madrid kembali mencetak gol. Herrero sempat menggagalkan tembakan pertama Mbappe, tetapi bola memantul ke udara. Bellingham kemudian menyundul bola ke arah gawang.
Carlos Puga mencoba melakukan sapuan, tetapi bola justru membentur Herrero dan masuk ke gawang sendiri.
Madrid unggul 2-0.
Mbappe Lanjutkan Perburuan Gol
Keunggulan Los Blancos bertambah menjadi tiga gol pada menit ke-30.
Trent Alexander-Arnold mengirim umpan mendatar ke dalam kotak penalti. Mbappe menyambutnya dengan tendangan voli yang mengarah ke sudut kiri bawah gawang Malaga.
Itu menjadi gol keempat Mbappe musim ini. Sebelumnya, penyerang Prancis tersebut juga mencetak hat-trick ketika Madrid menang 4-1 atas Real Sociedad.
Malaga sebenarnya sempat memiliki peluang untuk memperkecil ketertinggalan sebelum turun minum. Dua menit sebelum jeda, Rafa Rodríguez melepaskan tembakan jarak dekat setelah menerima situasi dari sepak pojok Joaquín Muñoz.
Bola hanya membentur tiang.
Selepas jeda, Madrid masih memegang kendali. Mbappe kembali menguji Herrero, sementara Bellingham hampir mencetak gol keduanya setelah menciptakan ruang di dalam kotak penalti.
Tembakannya justru menghantam tiang kiri.
Herrero kemudian beberapa kali menggagalkan peluang Madrid, termasuk usaha Alexander-Arnold dan Bellingham. Penampilan sang kiper membuat Malaga terhindar dari kekalahan yang lebih besar.
Madrid Tutup Laga dengan Gol Güler
Drama sempat muncul menjelang akhir pertandingan.
Malaga mendapatkan hadiah penalti lima menit sebelum waktu normal berakhir setelah wasit Juan Martínez menunjuk titik putih karena menilai pemain pengganti Madrid, Yan Diomande, melakukan handball.
Namun, keputusan tersebut kemudian dibatalkan setelah wasit melihat tayangan VAR.
Malaga akhirnya benar-benar tak berkutik.
Satu menit setelah waktu normal berakhir, Arda Güler memastikan Madrid menang 4-0. Pemain pengganti itu berlari dari wilayah pertahanannya sendiri sebelum melakukan kombinasi umpan dengan Vinícius Júnior.
Güler kemudian menyelesaikan serangan dari dalam kotak enam yard.
Skor 4-0 bertahan hingga pertandingan selesai.
