Kedatangan Anthony Gordon ke Barcelona Bisa Berdampak ke Marcus Rashford

Anthony Gordon selangkah lagi gabung Barcelona. Marcus Rashford kini berada dalam posisi sulit di Camp Nou.

Anthony Gordon tinggal selangkah lagi menjadi pemain Barcelona. Klub asal Catalan itu kabarnya sudah mencapai kesepakatan dengan Newcastle United dan berharap transfer sang winger rampung pekan ini.

Nilai transfernya mencapai 69,3 juta pounds atau sekitar Rp1,5 triliun. Angka yang menunjukkan betapa seriusnya Barcelona mengejar pemain timnas Inggris tersebut.

Gordon datang bukan cuma sebagai pelapis. Hansi Flick disebut melihatnya sebagai tambahan penting untuk lini depan karena sang pemain bisa tampil di sisi kiri maupun bermain lebih ke tengah.

Yang menarik, keputusan Barcelona merekrut Gordon ikut memunculkan tanda tanya besar soal masa depan Marcus Rashford.

Barcelona sebenarnya masih memiliki opsi untuk mempermanenkan Rashford dari Manchester United dengan biaya sekitar 26 juta pounds atau setara Rp568 miliar. Namun sejauh ini mereka justru lebih memprioritaskan Gordon.

Faktornya cukup jelas.

Gordon lebih muda tiga tahun dan memiliki gaji yang lebih rendah. Selain itu, Barcelona merasa permainan pemain berusia 25 tahun itu masih bisa berkembang, terutama saat tim kehilangan bola maupun ketika melakukan pressing.

Dapatkan berita terupdate dari Gilabola.com di Google News. Tambahkan sebagai sumber pilihan

Hansi Flick memang dikenal sangat menuntut intensitas tinggi dari para pemainnya. Karakter itu dianggap cocok dengan Gordon yang bermain agresif dan aktif menekan lawan.

Musim ini performanya di Liga Champions juga mencuri perhatian. Gordon mencetak 10 gol di kompetisi tersebut. Jumlah itu hanya kalah dari Kylian Mbappe dengan 15 gol dan Harry Kane yang mengoleksi 14 gol.

Catatan itulah yang membuat Barcelona dan Bayern Munchen kepincut.

Menariknya lagi, Gordon justru tampil jauh lebih tajam di Liga Champions dibanding Premier League. Rasio konversi tembakannya di Eropa mencapai 38,5 persen, sementara di liga domestik hanya 12,5 persen.

Dia juga lebih sering melepas tembakan, lebih banyak menyentuh bola di kotak penalti lawan, dan lebih berani melakukan dribel saat tampil di kompetisi Eropa.

Ada satu komentar Gordon beberapa bulan lalu yang kini terasa relevan.

Ia mengaku Liga Champions lebih “football based” dibanding Premier League yang menurutnya mulai terlalu mengandalkan duel fisik dan situasi bola mati.

Dan tampaknya gaya permainan itu memang sangat cocok dengannya.

Mantan rekan setimnya di Newcastle, Matt Ritchie, menyebut Gordon punya mentalitas besar sejak lama.

“Dia selalu ingin menjadi yang terbaik. Dia punya mimpi besar,” ujar Ritchie.

Di Barcelona nanti, Gordon bakal bersaing dengan nama-nama seperti Raphinha untuk mendapat tempat utama. Tantangannya jelas lebih berat. Tapi justru itu yang diyakini akan disukai sang pemain.

Lalu bagaimana dengan Rashford?

Yang jelas nih, situasinya sekarang makin rumit.

Rashford sebenarnya sudah terang-terangan ingin bertahan di Barcelona. Hanya saja sampai sekarang belum ada kesepakatan baru dengan Manchester United.

Ada kemungkinan Barcelona tetap mencoba mempertahankannya, tetapi sulit membayangkan bagaimana Rashford dan Gordon bisa sama-sama mendapat ruang ideal di skuad Flick.

Belum lagi Barcelona juga masih dikaitkan dengan striker Atletico Madrid, Julian Alvarez. Kalau transfer itu ikut dikejar, peluang Rashford bertahan bisa makin menipis.

Opini Gilabola.com

Langkah Barcelona memilih Anthony Gordon terasa cukup masuk akal jika melihat kebutuhan Hansi Flick terhadap pemain yang agresif dan aktif menekan lawan. Gordon juga sedang berada di fase perkembangan terbaik dalam kariernya. Buat Rashford, situasi ini jelas bukan kabar bagus karena persaingan di lini depan Barcelona sekarang makin padat.