
Barcelona menghadapi laga penting di ajang Liga Champions UEFA saat berjumpa Atletico Madrid. Pertandingan ini bukan hanya krusial bagi tim, tetapi juga memiliki arti khusus bagi Lamine Yamal.
Pemain berusia 18 tahun itu kembali berada di ambang mencatatkan sejarah baru. Perkembangannya yang sangat cepat menunjukkan bahwa ia mulai menjadi simbol era baru klub asal Catalan tersebut.
Berdasarkan laporan Mundo Deportivo, Lamine Yamal hanya membutuhkan satu kontribusi gol lagi untuk memecahkan rekor luar biasa di kompetisi ini.
Memburu Rekor Milik Haaland
Jika Lamine Yamal mampu mencetak gol atau memberikan assist pada leg pertama perempat final di Stadion Metropolitano, ia akan menjadi pemain termuda yang mencatatkan minimal 10 kontribusi gol dalam satu musim Liga Champions.
Rekor sebelumnya dipegang oleh Erling Haaland saat membela Manchester City pada musim 2019-2020. Kala itu, ia mengoleksi 10 gol dan satu assist pada usia 19 tahun 212 hari.
Sebagai perbandingan, Yamal berpeluang mencapai pencapaian tersebut pada usia 18 tahun 269 hari, yang berarti lebih muda dari rekor sebelumnya.
Performa Konsisten Sepanjang Musim
Sejauh musim ini, winger muda tersebut telah mencatatkan lima gol dan empat assist hanya dalam delapan pertandingan.
Meski sempat absen dalam dua laga, masing-masing karena cedera saat menghadapi Newcastle United dan hukuman larangan bermain ketika melawan Slavia Prague, kontribusinya tetap terasa signifikan setiap kali tampil.
Ia berperan langsung dalam kemenangan telak 6-1 atas Olympiacos. Selain itu, ia juga mencetak satu gol dan satu assist saat timnya bermain imbang 3-3 melawan Club Brugge, serta tampil penting dalam kemenangan 2-1 atas Eintracht Frankfurt.
Penampilan impresif juga ia tunjukkan saat menghadapi Copenhagen dan Newcastle, di mana ia mencatatkan gol serta assist. Ia juga kembali mencetak gol dalam hasil imbang 1-1 melawan wakil Inggris tersebut.
Menariknya, satu-satunya laga di mana ia gagal berkontribusi adalah saat menghadapi Chelsea dan Paris Saint-Germain, yang berakhir dengan kekalahan bagi timnya.
Kini, dengan Atletico Madrid menjadi lawan berikutnya dan tiket semifinal menjadi taruhan, momen besar terbuka bagi sang pemain muda untuk kembali menunjukkan kualitasnya.