
Gilabola.com – Manchester City mulai bersiap menghadapi kehidupan tanpa Pep Guardiola. Setelah satu dekade penuh trofi dan dominasi di Premier League, kursi pelatih di Etihad Stadium kabarnya akan diwariskan kepada sosok yang sudah cukup familiar dengan sistem klub, Enzo Maresca.
Nama mantan pelatih Chelsea dan Leicester City itu belakangan terus dikaitkan dengan Manchester City. Maresca bukan orang asing di sana. Ia pernah bekerja sebagai asisten Guardiola dan memahami cara kerja klub dari dalam.
Situasi itu membuatnya dianggap sebagai kandidat yang paling masuk akal.
Meski begitu, pertanyaan besarnya tetap sama. Apakah Maresca benar-benar siap menggantikan Guardiola?
Faktor Kedekatan dengan Guardiola Jadi Nilai Tambah
Maresca punya keuntungan yang tidak dimiliki banyak pelatih lain. Ia sudah mengenal lingkungan Manchester City, termasuk standar tinggi yang diterapkan Guardiola selama bertahun-tahun.
Adaptasi kemungkinan bukan masalah besar baginya.
Pengalaman bekerja langsung bersama Guardiola juga membuat pendekatan taktik Maresca dianggap cukup sejalan dengan identitas permainan Manchester City saat ini.
Namun di luar faktor kedekatan itu, rekam jejak Maresca masih memunculkan tanda tanya.
Ia memang sempat membawa Chelsea menjuarai Piala Dunia Antarklub musim panas lalu. Tapi performa The Blues secara keseluruhan dinilai belum stabil hingga akhirnya Chelsea memutuskan memecatnya pada akhir 2025.
Sebelumnya, Maresca juga sukses membawa Leicester City menjadi juara Championship. Walau begitu, sebagian pendukung Leicester sempat mengkritik gaya bermain timnya.
Guardiola Merasa Waktunya Sudah Habis
Guardiola sendiri mengaku keputusan meninggalkan Manchester City di akhir musim 2025/26 bukan sesuatu yang mendadak.
Menurutnya, klub membutuhkan energi baru setelah bekerja bersama selama 10 tahun.
“10 tahun adalah waktu yang sangat lama dan saya pikir klub membutuhkan manajer baru, energi baru, dan memulai babak baru,” kata Guardiola.
Pelatih asal Spanyol itu juga merasa dirinya tidak lagi memiliki energi yang cukup untuk terus menjalani tuntutan sepak bola level tertinggi setiap tiga hari sekali.
“Saya merasa suatu saat nanti saya tidak akan punya energi yang dibutuhkan untuk terus bersaing memperebutkan gelar,” lanjutnya.
Guardiola menilai ini momen yang tepat untuk perubahan di Manchester City.
Kini perhatian mulai beralih ke siapa yang akan meneruskan warisan tersebut. Dan untuk saat ini, Enzo Maresca tampaknya jadi nama yang paling dekat dengan Etihad Stadium.
Tetapi menggantikan Guardiola jelas bukan pekerjaan biasa.
Opini Gilabola.com
Enzo Maresca memang punya koneksi kuat dengan Manchester City, tapi menggantikan Pep Guardiola bukan sekadar soal memahami sistem klub. Tekanan ekspektasi di Etihad jauh lebih besar dibanding tantangan yang pernah ia hadapi sebelumnya.
Jika benar ditunjuk, Maresca harus membuktikan dirinya bukan hanya “murid Guardiola”, melainkan pelatih dengan identitas sendiri.
