
Gilabola.com – Gol Enzo Fernandez membawa Chelsea kembali ke Wembley untuk peluang meraih trofi musim ini, namun banyak pihak mempertanyakan mengapa performa seperti ini tidak muncul sebelumnya saat para pemain terlihat kehilangan motivasi di bawah Liam Rosenior.
Pelatih sementara Chelsea, Calum McFarlane, menargetkan lima kemenangan tambahan untuk memperbaiki musim timnya setelah lolos ke final Piala FA berkat kemenangan tipis 1-0 atas Leeds United. Namun, penampilan di Wembley justru memunculkan rasa tidak nyaman karena membuat performa buruk sebelumnya semakin sulit diterima.
Gol kemenangan Fernandez tercipta pada menit ke-23 lewat sundulan tajam dalam penampilan penuh energi yang membuatnya dinobatkan sebagai pemain terbaik. Hasil itu memastikan Chelsea menghadapi Manchester City pada 16 Mei, pukul 21.00 WIB, dengan peluang mengamankan tiket kompetisi Eropa musim depan jika berhasil menjadi juara.
Hal tersebut menjadi sangat penting mengingat skuad yang sama sebelumnya menelan lima kekalahan beruntun di Premier League tanpa mencetak gol, catatan yang membuat Rosenior dipecat setelah hanya tiga bulan menjabat.
Rentetan hasil buruk itu juga membuat tim berada di posisi kedelapan klasemen, dengan potensi turun lebih jauh jika Brentford meraih hasil positif di Old Trafford pada Selasa dini hari WIB.
Tak heran jika komentator dan sebagian pendukung mempertanyakan di mana performa seperti ini saat tim kalah 0-3 dari Brighton sebelumnya.
Meski demikian, kemenangan ini tetap berpotensi menjadi titik balik penting bagi klub yang sedang mencari manajer baru dan berusaha menembus kompetisi Eropa.
McFarlane mengatakan kemenangan ini penting untuk memutus tren negatif dan mengubah suasana dalam tim. Ia menegaskan target untuk memenangkan semua pertandingan tersisa, termasuk final.
Pelatih berusia 40 tahun itu layak mendapat pujian atas keputusannya, termasuk memainkan Tosin Adarabioyo di lini belakang untuk meredam Dominic Calvert-Lewin, serta menunjuk Fernandez sebagai kapten.
Keputusan tersebut cukup menarik karena sebelumnya Fernandez sempat mendapat larangan bermain dua pertandingan dari klub akibat pernyataannya yang dianggap membuka peluang pindah ke Real Madrid, dan kehilangan ban kapten setelah kembali.
Gol penentu lahir dari kerja sama apik, dengan Pedro Neto mengirim umpan silang cepat yang disambut Fernandez di antara dua bek lawan.
Momen itu menjadi pembeda, karena Leeds tidak mampu menyamakan kedudukan meski tampil agresif. Robert Sanchez sempat melakukan penyelamatan penting untuk menggagalkan peluang pemain pengganti Stach.
Di menit-menit akhir, pertahanan Chelsea tetap solid dan tidak kehilangan fokus seperti saat kekalahan dari Brighton.
Sanchez tampil jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Setelah mendapat tekanan besar dari fans mantan klubnya saat kekalahan 0-3, kali ini ia tampil tenang dan kokoh, serta berhasil meredam ancaman lini depan lawan.
Sanchez menyebut tim merespons dengan baik dan kini fokus untuk memenangkan final, yang akan menjadi pencapaian besar setelah musim yang sulit.
Namun, situasi klub secara keseluruhan masih jauh dari ideal. Masalah terjadi di dalam dan luar lapangan, termasuk kondisi keuangan.
Kepergian Rosenior membuat klub sudah memecat dua pelatih dalam satu musim, serta dua pelatih lainnya pada musim sebelumnya.
Posisi di klasemen juga masih jauh dari target, dengan ancaman gagal tampil di kompetisi Eropa, bahkan Liga Champions yang biasanya menjadi standar minimum.
Secara finansial, klub mencatat kerugian sebelum pajak terbesar dalam sejarah Premier League musim 2024-25 sebesar sekitar Rp5,2 triliun, setelah menghabiskan lebih dari Rp19,8 triliun untuk transfer pemain sejak 2022.
Jika gagal lolos ke kompetisi Eropa musim depan, situasi ini akan menjadi sangat merugikan. Karena itu, final melawan City menjadi peluang besar untuk menyelamatkan musim.
Kemenangan ini juga sedikit meredakan tekanan dari suporter yang sebelumnya melakukan protes dan menuntut perubahan di level manajemen.
McFarlane menyebut satu hasil positif bisa mengubah segalanya, dan ia percaya timnya bisa tampil percaya diri menghadapi lawan kuat seperti City.
Meski begitu, tidak semua pihak yakin. Banyak pendukung menilai performa ini justru menunjukkan bahwa pemain tidak tampil maksimal dalam beberapa pertandingan sebelumnya.
Melaju ke final memang bisa meredam kritik, tetapi muncul kekhawatiran bahwa performa tim tidak konsisten.
Berikutnya, Chelsea akan menghadapi Nottingham Forest di kandang, lalu bertandang ke markas Liverpool sebelum final. Dua laga tersebut akan menjadi ujian penting untuk mengukur konsistensi tim.
Jika ini menjadi awal kebangkitan, tentu akan disambut baik oleh suporter. Namun, satu kemenangan di Wembley belum cukup untuk membuktikan bahwa masalah telah sepenuhnya selesai.
