
Gilabola.com – Tim yang hampir memastikan Scudetto, Inter Milan, harus puas bermain imbang 2-2 saat bertandang ke markas Torino pada Minggu. Pemuncak klasemen Serie A itu gagal mempertahankan keunggulan dua gol, membuat persaingan juara masih berjalan dengan empat pertandingan tersisa.
Nerazzurri kini mengoleksi 79 poin, unggul 10 angka dari Napoli yang sebelumnya menang 4-0 atas Cremonese pada Jumat. AC Milan berada di posisi ketiga dengan selisih tiga poin dari tim peringkat kedua, menjelang laga kandang menghadapi Juventus yang menempati urutan keempat. Sementara itu, Torino berada di posisi ke-13 dengan 41 poin.
Inter sempat terlihat akan meraih kemenangan mudah setelah Marcus Thuram membuka skor pada menit ke-23. Keunggulan mereka bertambah lewat sundulan Yann Bisseck, 16 menit setelah jeda. Namun, tuan rumah mampu bangkit dan menyamakan kedudukan.
Giovanni Simeone memperkecil ketertinggalan saat laga menyisakan 20 menit melalui skema serangan yang rapi. Sembilan menit kemudian, Nikola Vlasic mencetak gol penyeimbang lewat eksekusi penalti.
Tim tamu sebenarnya sudah menciptakan peluang sejak awal pertandingan. Sundulan Manuel Akanji masih melebar tipis, sementara tembakan Ange Yoan-Bonny berhasil ditepis kiper Alberto Paleari sebelum gol pertama tercipta.
Federico Dimarco kembali menunjukkan perannya sebagai kreator serangan. Umpan silangnya ke tiang jauh disambut Thuram tanpa kawalan, menghasilkan gol pembuka.
Dimarco hampir mencatatkan gol setelah jeda, tetapi upayanya berhasil ditepis Paleari. Meski begitu, ia tetap berkontribusi besar dengan mencatat assist ke-18 musim ini ketika sepak pojoknya disambut Bisseck yang menanduk bola hingga masuk ke gawang setelah mengenai tiang.
Simeone memulai kebangkitan Torino dengan mencungkil bola melewati kiper Yann Sommer setelah menerima umpan Emirhan Ilkhan. Gol tersebut meningkatkan kepercayaan diri tuan rumah, hingga akhirnya mereka mendapat penalti akibat handball Carlos Augusto.
Vlasic sukses menjalankan tugasnya dari titik putih. Setelah itu, tuan rumah mampu menahan tekanan di akhir laga, termasuk peluang Piotr Zielinski yang melebar di masa tambahan waktu. Hasil ini memastikan mereka aman dari ancaman degradasi secara matematis.
