
Gilabola.com – Matteo Darmian menanggapi spekulasi mengenai masa depannya dengan sikap profesional. Ia menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah menutup musim dengan meraih dua trofi, setelah hasil imbang 2-2 Inter Milan melawan Torino membuat gelar Serie A kini hanya berjarak tiga poin.
Bek senior tersebut berbicara kepada Sky Sport seusai pertandingan, seperti dikutip dari FCInterNews. Ia menanggapi berbagai isu di luar lapangan sebelum membahas jalannya laga dan situasinya secara pribadi.
Terkait kontroversi wasit yang ramai diperbincangkan, ia memilih merespons singkat.
“Kami membaca apa yang beredar. Namun kami tetap fokus pada apa yang harus dilakukan di lapangan dan berusaha mengakhiri musim sebaik mungkin.”
Mengenai peluang meraih gelar, ia mengakui kekecewaan setelah gagal meraih kemenangan.
“Sebelum pertandingan ini kami unggul empat poin dan ingin menang, tetapi tidak berhasil.”
Ia kemudian menegaskan bahwa target tim masih jelas.
“Sekarang tersisa tiga poin lagi. Kami akan berusaha meraihnya di depan pendukung sendiri dan mencapai pencapaian penting seperti gelar liga.”
Darmian Puji Mental Tim Usai Kegagalan Musim Lalu
Pemain berpengalaman itu juga menyinggung bagaimana tim bangkit dari kekecewaan musim sebelumnya.
“Musim lalu sebenarnya sangat positif, tetapi berakhir dengan cara yang paling menyakitkan. Memulai kembali tidak mudah, terutama dari sisi mental. Namun pelatih langsung memahami apa yang kami butuhkan. Kami telah memberikan segalanya dan menunjukkan bahwa kami adalah tim yang hebat.”
Saat ditanya soal kemungkinan kembali ke klub lamanya pada bursa transfer musim panas, ia tidak memberikan jawaban pasti.
“Saya tidak memikirkannya. Fokus saya adalah menutup musim dengan hasil terbaik, merayakan gelar ketika sudah pasti, dan mencoba memenangkan Coppa Italia. Masa depan bukan prioritas saya saat ini.”
Tetap Profesional Meski Minim Menit Bermain
Terkait menit bermain yang terbatas akibat cedera panjang, ia tetap menunjukkan sikap profesional.
“Saya sempat cedera cukup lama. Setelah kembali, kondisi saya baik. Saya selalu berusaha siap dimainkan dan menghormati keputusan pelatih. Seorang pemain tetap bisa memberi kontribusi meski tidak bermain di setiap pertandingan. Saya sepenuhnya siap membantu tim.”
Di akhir pernyataannya, ia menegaskan kekuatan utama timnya.
“Kami telah membuktikan bahwa kami kuat sebagai satu kesatuan, dimulai dari pelatih. Kami berjuang bersama dan menunjukkan bahwa kami adalah pribadi yang hebat sebelum menjadi pemain hebat. Saya sudah enam tahun di klub ini. Ada momen bahagia dan sulit, tetapi kami selalu menunjukkan jati diri kami. Itulah hasilnya.”
