
Korea Selatan bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Republik Ceko 2-1 lewat gol Hwang In-beom dan Oh Hyeon-gyu.
Kemenangan ini terasa spesial karena Taeguk Warriors sempat tertinggal lebih dulu ketika pertandingan memasuki satu jam permainan. Padahal sepanjang laga mereka tampil lebih dominan dan terus menekan pertahanan lawan.
Ironisnya, pemain yang paling banyak menciptakan ancaman justru gagal mencatatkan namanya di papan skor.
Son Berkali-kali Gagal, Ceko Malah Unggul Lebih Dulu
Babak pertama berakhir tanpa gol meski Korea Selatan tampil lebih hidup dalam penguasaan bola dan penciptaan peluang.
Son Heung-min menjadi pusat serangan Korea Selatan. Penyerang berusia 33 tahun itu beberapa kali mendapatkan ruang tembak dan menjadi pemain yang paling berbahaya di lapangan. Namun penyelesaian akhirnya belum mampu menembus gawang Matej Kovar.
Memasuki babak kedua, tekanan Korea Selatan terus berlanjut.
Pada menit ke-57, Son kembali memperoleh peluang emas setelah menerima umpan Lee Jae-sung. Namun Kovar tampil sigap dan berhasil menggagalkan peluang tersebut.
Saat Korea Selatan sedang menguasai jalannya pertandingan, Republik Ceko justru mencuri gol lebih dulu pada menit ke-59.
Berawal dari lemparan jauh Vladimir Coufal ke dalam kotak penalti, Ladislav Krejci menyambut bola dengan sundulan keras yang gagal diantisipasi lini belakang Korea Selatan. Skor berubah menjadi 1-0 untuk Republik Ceko.
Gol itu menjadi pukulan bagi Korea Selatan yang sebelumnya sudah membuang sejumlah peluang menjanjikan.
Hwang In-beom Jadi Titik Balik
Korea Selatan akhirnya menemukan jalan kembali ke pertandingan pada menit ke-68.
Lee Kang-in mengirim bola ke dalam kotak penalti dan Hwang In-beom menunjukkan kualitasnya. Sentuhan pertamanya membuka ruang tembak sebelum ia melepaskan cungkilan indah yang melewati Matej Kovar dan bersarang di gawang Republik Ceko.
Gol tersebut mengubah momentum pertandingan.
Republik Ceko sempat mengira berhasil kembali memimpin pada menit ke-77. Tomas Soucek menyundul bola hasil tendangan bebas dan merayakan golnya. Namun kegembiraan itu hanya berlangsung singkat karena bendera offside sudah lebih dulu terangkat.
Setelah tayangan ulang mengonfirmasi keputusan tersebut, skor tetap bertahan 1-1.
Oh Hyeon-gyu Jadi Pembeda
Pelatih Korea Selatan kemudian menarik Son Heung-min pada menit ke-72 dan memasukkan Oh Hyeon-gyu.
Keputusan itu terbukti jitu.
Pada menit ke-80, Hwang In-beom kembali menjadi aktor utama. Gelandang Korea Selatan tersebut menusuk dari sisi kanan sebelum mengirim umpan silang akurat ke depan gawang.
Oh Hyeon-gyu yang berdiri bebas langsung menyambut bola dari jarak dekat. Sepakannya sempat mengenai lengan Matej Kovar sebelum masuk ke pojok gawang dan membawa Korea Selatan berbalik unggul 2-1.
Sisa pertandingan berjalan menegangkan. Republik Ceko terus mengandalkan keunggulan duel udara dan bola mati untuk mencari gol penyeimbang. Namun Korea Selatan mampu bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Kemenangan 2-1 ini memastikan Korea Selatan mengakhiri laga dengan senyum lebar setelah sempat berada dalam posisi sulit.
Analisis Gilabola.com
Korea Selatan pantas memenangkan pertandingan ini. Mereka memang tampil lebih baik hampir sepanjang laga dan menciptakan lebih banyak peluang dibanding Republik Ceko.
Meski Son Heung-min gagal memanfaatkan enam kesempatan yang didapatnya, Korea Selatan menunjukkan bahwa mereka tidak bergantung pada satu pemain saja. Hwang In-beom tampil sebagai motor kebangkitan sekaligus pemain paling berpengaruh di pertandingan ini.
Sebaliknya, Republik Ceko terlihat berbahaya melalui bola mati dan duel udara, tetapi terlalu bergantung pada cara bermain tersebut.
Ketika Korea Selatan mampu mengimbangi tekanan fisik mereka, variasi serangan Ceko mulai berkurang dan akhirnya harus dibayar mahal.
