Kata FIFA Tiket Laku Keras, Tapi Laga Korea Selatan vs Republik Ceko Sepi Penonton!

Piala Dunia 2026 baru saja dimulai, namun FIFA langsung menghadapi sorotan yang tidak diharapkan.

Pertandingan Korea Selatan melawan Ceko di Stadion Guadalajara, Meksiko, Jumat pagi WIB, berlangsung dengan pemandangan yang cukup mencolok. Ratusan kursi terlihat kosong di berbagai bagian stadion meski FIFA sebelumnya mengklaim antusiasme penggemar mencapai level yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena terjadi hanya beberapa pekan setelah FIFA mengumumkan bahwa sistem penjualan tiket mereka menerima sekitar 500 juta permintaan pemesanan.

Beberapa area stadion tampak jauh dari kata penuh. Kursi-kursi kosong terlihat di sejumlah sektor, termasuk area VIP dan tribune yang berada di seberang kamera utama siaran televisi.

Klaim Permintaan Tiket FIFA Dipertanyakan

Sebelum turnamen dimulai, Presiden FIFA Gianni Infantino menyebut minat terhadap Piala Dunia 2026 jauh melampaui dua edisi sebelumnya.

Menurut Infantino pada April lalu, FIFA menerima sekitar 500 juta permintaan tiket. Angka itu disebut sepuluh kali lebih besar dibanding gabungan dua Piala Dunia sebelumnya yang mencapai sekitar 50 juta permintaan.

Namun kenyataan di lapangan memunculkan pertanyaan baru. Bahkan hingga hari pembukaan turnamen, masih terdapat ribuan tiket yang tersedia melalui platform penjualan ulang resmi FIFA.

Termasuk untuk pertandingan pembuka Amerika Serikat melawan Paraguay yang dijadwalkan berlangsung di Los Angeles.

Dapatkan berita terupdate dari Gilabola.com di Google News. Tambahkan sebagai sumber pilihan

Di tengah situasi tersebut, Korea Selatan berhasil mengamankan kemenangan 2-1 atas Ceko setelah sempat tertinggal lebih dulu.

Aksi Protes Warnai Laga Pembuka

Masalah FIFA pada hari pertama turnamen tidak berhenti di urusan tiket.

Sebelum pertandingan pembuka antara Meksiko dan Afrika Selatan, gelombang demonstrasi besar terjadi di luar Stadion Mexico City.

Yang seharusnya menjadi pesta sepak bola dunia justru dibayangi berbagai isu sosial dan politik yang tengah terjadi di Meksiko.

Meski tim tuan rumah menang 2-0 atas Afrika Selatan, ribuan demonstran turun ke jalan untuk menyuarakan kemarahan terkait banyaknya warga hilang serta kondisi ketenagakerjaan yang dinilai buruk.

Aksi tersebut melibatkan gabungan sejumlah serikat pekerja dan kelompok aktivis. Beberapa kelompok yang terlibat antara lain komunitas ibu pencari anggota keluarga yang hilang, serikat guru CNTE, pekerja lembaga peradilan federal, hingga organisasi transportasi.

Laporan yang beredar menyebutkan terdapat delapan aksi protes berbeda yang berlangsung secara bersamaan pada hari pembukaan turnamen.

Kelompok pegiat hak asasi manusia juga kembali menyoroti tingginya angka warga hilang di negara tersebut.

Berdasarkan data Registri Nasional Meksiko, saat ini terdapat 134.460 orang yang tercatat hilang dan jumlah itu terus bertambah.

Opini Gilabola.com

Pemandangan kursi kosong pada hari pertama Piala Dunia jelas bukan gambar yang ingin ditampilkan FIFA ke seluruh dunia. Apalagi setelah badan sepak bola dunia itu berkali-kali menekankan tingginya permintaan tiket.

Memang satu pertandingan tidak bisa langsung dijadikan ukuran keberhasilan atau kegagalan turnamen. Namun ketika klaim permintaan tiket mencapai ratusan juta sementara stadion masih menyisakan banyak kursi kosong, publik tentu berhak mempertanyakan seberapa besar angka tersebut benar-benar tercermin di lapangan.

Di saat yang sama, aksi protes besar di Meksiko menunjukkan bahwa ajang olahraga terbesar dunia tidak selalu mampu memisahkan diri dari persoalan sosial yang sedang terjadi di negara tuan rumah.