
Pantai Gading akhirnya mencatat tonggak baru di ajang Piala Dunia. Kemenangan 2-0 atas Curaçao memastikan Les Éléphants lolos ke babak 32 besar untuk pertama kalinya dalam sejarah keikutsertaan mereka.
Sosok yang paling menentukan adalah Nicolas Pépé. Penyerang berusia 31 tahun itu mencetak dua gol yang mengakhiri perlawanan Curaçao sekaligus mengantar tim asuhan Emerse Fae finis di dua besar Grup E.
Pépé Buka Jalan Kemenangan Sejak Menit Awal
Pantai Gading sebenarnya hanya membutuhkan hasil imbang untuk mengamankan tiket ke fase gugur. Namun mereka memilih tampil menyerang sejak peluit awal dibunyikan.
Baru tujuh menit pertandingan berjalan, kesalahan lini belakang Curaçao langsung dihukum. Umpan balik Jurien Gaari kepada Joshua Brenet gagal diantisipasi dengan baik sehingga bola jatuh ke kaki Yan Diomande.
Diomande segera mengirim umpan ke depan gawang dan diselesaikan Nicolas Pépé menjadi gol pembuka.
Meski tertinggal cepat, Curaçao tidak kehilangan semangat. Mereka mampu meredam agresivitas Pantai Gading dalam beberapa fase pertandingan.
Di sisi lain, Amad Diallo nyaris menyambut umpan berbahaya Diomande di kotak penalti, sementara Leandro Bacuna melepas tendangan yang masih melebar menjelang turun minum.
Gol Kedua Pastikan Tiket ke Babak Gugur
Tempo pertandingan kembali meningkat selepas jeda.
Franck Kessie hampir menggandakan keunggulan setelah sepakannya berubah arah akibat mengenai Livano Comenencia, sedangkan Sherel Floranus membalas lewat peluang yang melayang tipis di atas mistar.
Gol yang dicari Pantai Gading akhirnya datang pada menit ke-64.
Ibrahim Sangaré mengirim umpan terukur ke dalam kotak penalti. Pépé menyambutnya dengan tenang sebelum melepaskan penyelesaian melengkung yang gagal dijangkau Eloy Room.
Curaçao sempat mencoba bangkit. Tahith Chong memperoleh peluang untuk memperkecil ketertinggalan, tetapi sepakannya masih bisa diamankan dengan nyaman oleh Yahia Fofana.
Menjelang laga usai, Pantai Gading hampir menambah gol ketiga. Umpan silang Bazoumana Toure berhasil dipotong Armando Obispo sehingga skor 2-0 tetap bertahan hingga peluit panjang.
Pépé dan Diomande Sama-sama Bersinar
Selain dua gol Nicolas Pépé, penampilan Yan Diomande kembali menjadi sorotan. Pemain RB Leipzig itu menciptakan assist untuk gol pertama sekaligus beberapa kali merepotkan pertahanan Curaçao lewat pergerakannya di sisi lapangan.
Kemenangan ini juga menjadi sejarah baru bagi Pantai Gading. Untuk pertama kalinya mereka mampu memenangi dua pertandingan dalam satu edisi Piala Dunia sekaligus melangkah ke fase gugur.
Bagi Curaçao, debut mereka di Piala Dunia harus berakhir di fase grup. Tim besutan Dick Advocaat sebenarnya masih memiliki peluang lolos jika mampu meraih kemenangan, tetapi hasil tersebut gagal mereka wujudkan.
Pantai Gading tidak hanya mengandalkan pengalaman Nicolas Pépé, tetapi juga mendapat energi baru dari Yan Diomande yang tampil berani setiap kali menguasai bola.
Kombinasi pemain senior dan talenta muda seperti ini membuat Pantai Gading layak diperhitungkan saat memasuki babak gugur.
