
Arsenal tidak hanya membeli Bruno Guimaraes untuk menambah kedalaman lini tengah. Mikel Arteta melihat karakter berbeda dalam diri gelandang Brasil tersebut, terutama energi, kepemimpinan, dan keberaniannya untuk membawa permainan ke level berikutnya.
Arsenal mengeluarkan AUD 144 juta atau sekitar Rp1,55 triliun untuk mendapatkan Guimaraes dari Newcastle United, dengan nilai transfer yang disebut mencapai £75 juta atau sekitar Rp1,63 triliun.
Kedatangannya menjadi bagian dari upaya Arteta memperkuat Arsenal setelah mereka menjuarai Premier League. Target berikutnya jelas lebih tinggi, termasuk mencoba membuat langkah lebih jauh di Liga Champions setelah musim lalu mereka nyaris mencapai tujuan tersebut.
Arteta Melihat Sosok “Pejuang” Dalam Diri Guimaraes
Arteta punya alasan kuat untuk begitu antusias. Ia menggambarkan Guimaraes sebagai seorang “warrior” dengan kualitas teknis yang juga sangat besar.
Bukan cuma soal kemampuan bermain, sang manajer Arsenal menilai Guimaraes memiliki intuisi, kepemimpinan, serta karisma yang bisa memberikan sesuatu yang berbeda bagi tim.
Energinya bahkan sudah terlihat sejak berada di tempat latihan.
Arteta melihat rasa lapar dan keinginan besar Guimaraes untuk menciptakan sejarah bersama Arsenal. Karakter semacam itu dinilai penting karena The Gunners ingin melangkah lebih tinggi lagi.
Guimaraes sendiri merasa waktunya memang sudah tiba untuk mencari tantangan baru.
Setelah tampil di dua Piala Dunia bersama Brasil, ia merasa Arsenal merupakan tempat yang tepat untuk mengejar ambisi berikutnya.
Ia ingin memenangkan trofi dan membuat sejarah.
Itulah tantangan yang sekarang menunggunya di London.
Dari Gelandang No.6 Menjadi No.8
Salah satu hal menarik dari kedatangan Guimaraes adalah perkembangan perannya sejak bermain di Premier League.
Ketika pertama kali bergabung dengan Newcastle pada Februari 2022, Guimaraes lebih dikenal sebagai gelandang No.6 yang bermain lebih dalam. Namun, perannya berkembang.
Ia kemudian lebih sering beroperasi sebagai No.8 dengan ruang gerak yang lebih luas. Etos kerjanya tinggi dan ia punya kebebasan untuk bergerak ke berbagai area lapangan.
Perubahan tersebut ikut menjelaskan mengapa kontribusinya begitu besar.
Musim lalu, Guimaraes mencetak sembilan gol dan lima assist di Premier League. Ia juga menciptakan 35 peluang.
Angka tersebut memang masih berada jauh di bawah Bruno Fernandes. Namun, Guimaraes kini bergabung dengan tim yang memiliki kualitas pemain lebih merata di sekelilingnya.
Ada Declan Rice, Martin Odegaard, Martin Zubimendi, Mikel Merino, Myles Lewis-Skelly, hingga Eberechi Eze. Situasi tersebut bisa membuka ruang bagi Guimaraes untuk memainkan peran berbeda.
Statistik Menunjukkan Guimaraes Bukan Gelandang Biasa
Performa Guimaraes bersama Newcastle juga menjelaskan mengapa Arsenal bersedia mengeluarkan biaya besar.
Sejak datang ke Premier League pada Februari 2022, ia tercatat memenangkan 1.030 duel, terbanyak dibanding pemain lain dalam periode tersebut. Ia juga mendapatkan 410 pelanggaran, yang kembali menjadi angka tertinggi.
Musim lalu ia menghasilkan 289 poin di SuperCoach EPL dan menempati peringkat ke-22 secara keseluruhan. Rata-ratanya mencapai 10 poin per pertandingan, terbaik kelima di liga.
Untuk pemain yang tampil lebih dari satu pertandingan, hanya Bruno Fernandes, Erling Haaland, dan Gabriel Magalhaes yang disebut lebih konsisten dalam kategori tersebut.
Guimaraes juga memberikan kontribusi untuk Brasil. Ia mencatat empat assist dalam lima pertandingan di Piala Dunia.
Namun ada satu catatan yang perlu diperhatikan. Guimaraes cukup dikenal karena sesekali mendapatkan kartu kuning.
Soal penalti juga menarik. Ia mencetak sembilan gol musim lalu, termasuk melalui penalti. Di Arsenal sudah ada Bukayo Saka dan Kai Havertz yang dikenal sebagai eksekutor penalti berkualitas, sehingga belum jelas apakah Guimaraes akan mendapat tanggung jawab tersebut.
Tantangan Terbesar di Komposisi Lini Tengah Arsenal
Guimaraes memang punya kualitas, tetapi pertanyaan terbesar justru berada pada bagaimana Arteta menggunakannya.
Declan Rice dan Martin Odegaard sudah memiliki kebebasan untuk membantu serangan. Jika Guimaraes juga diberikan peran menyerang, Arsenal bisa memiliki lini tengah yang sangat agresif.
Ada kemungkinan ia justru dimainkan lebih dalam.
Terlebih, sumber tersebut menyebut adanya rumor Martin Zubimendi bisa dijual. Jika itu terjadi, komposisi lini tengah Arsenal dapat mengalami perubahan lagi.
Mantan gelandang Premier League, Dietmar Hamann, menilai Guimaraes bisa memberi Arsenal sesuatu yang mereka butuhkan, yakni keberanian untuk lebih menyerang dari lini tengah.
Namun Hamann juga mengingatkan bahwa menyebut Guimaraes sebagai pemain kelas dunia masih terlalu dini. Menurutnya, status tersebut harus dibuktikan di Arsenal.
Dan di sinilah tantangannya.
Guimaraes bukan datang ke klub yang sedang membangun ulang tim dari nol. Ia masuk ke skuad juara Premier League. Standarnya sudah tinggi.
Analisis Gilabola.com
Menurut kami, pembelian Guimaraes ini lebih karena Arteta melihat karakter dan fleksibilitasnya, bukan sekadar jumlah gol atau assist.
Arsenal sudah punya pemain yang mampu menciptakan peluang dan mengontrol pertandingan. Guimaraes menawarkan paket berbeda: duel, kerja keras, agresivitas, kemampuan bertahan, sekaligus keberanian membawa bola dan bergerak lebih maju.
Arteta tampaknya tidak ingin menjadikannya sekadar gelandang pemutus serangan.
Jika Guimaraes bisa mempertahankan agresivitasnya tetapi semakin nyaman dengan tuntutan permainan Arsenal, transfer ini berpotensi memberi dimensi baru bagi lini tengah The Gunners.
Risikonya tetap ada. Adaptasi dari Newcastle ke Arsenal tidak otomatis berjalan mulus. Perannya juga belum sepenuhnya jelas karena sudah ada Rice dan Odegaard.
Tetapi justru di situlah menariknya transfer ini. Arteta tampaknya membeli seorang pemain yang bisa mengubah bentuk lini tengah, bukan hanya mengisi satu posisi.
