17 Tahun Berlalu, Prediksi Drogba Soal Big Six Premier League Terbukti!

Prediksi Didier Drogba yang ia sebutkan 17 tahun lalu ternyata masih terasa relevan. Menjelang musim 2009/10, mantan penyerang Chelsea itu sudah melihat bahwa persaingan Premier League tidak akan selamanya hanya dikuasai kelompok Big Four.

Drogba memperkirakan peta kekuatan akan berkembang menjadi Big Five atau Big Six. Kini, perkembangan sepak bola Inggris justru menunjukkan bahwa prediksi tersebut semakin mendekati kenyataan.

Drogba saat itu melihat adanya perubahan dalam struktur persaingan. Kelompok klub elite bertambah besar, tetapi tetap memiliki keunggulan yang membuat mereka sulit dikejar.

Situasi tersebut belum banyak berubah.

Aturan Keuangan Ikut Memanaskan Persaingan

Perdebatan soal dominasi klub besar kembali muncul pada musim panas ini. Salah satu pemicunya adalah aturan keuangan Premier League yang pada dasarnya dibuat untuk melindungi klub dan menjaga kompetisi tetap sehat.

Namun, Aston Villa dan Newcastle United melihat persoalan tersebut dari sudut berbeda.

Kedua klub menilai aturan keuangan justru membatasi ruang mereka untuk berkembang, terutama ketika ingin memperkuat skuad di bursa transfer.

Di sinilah persoalan Big Six menjadi semakin rumit. Klub-klub yang ingin naik ke level teratas harus bersaing dengan tim yang sudah lebih dulu memiliki posisi kuat dalam struktur Premier League.

Dapatkan berita terupdate dari Gilabola.com di Google News. Tambahkan sebagai sumber pilihan

Padahal, kompetisi ini sendiri lahir dari pertemuan lima klub besar pada era 1980-an, yakni Liverpool, Everton, Arsenal, Tottenham, dan Manchester United.

Kini peta kekuatannya sudah berubah.

Jika dibuat tabel klasemen sejak September 2006 hingga saat ini, Manchester City dan Liverpool berada di dua posisi teratas. Gambaran tersebut menunjukkan betapa kuatnya posisi klub-klub tertentu dalam persaingan jangka panjang.

Hirarki di papan atas pun semakin sulit digoyahkan.

Dominasi Tak Membuat Premier League Kehilangan Daya Tarik

Ada paradoks di sini. Dominasi kelompok klub elite memang membuat jalan menuju papan atas semakin sulit bagi klub lain. Tetapi pada saat yang sama, kondisi tersebut tidak otomatis membuat Premier League kehilangan daya tarik.

Dr. Daniel Plumley menilai orang-orang di masa depan masih akan membicarakan klub-klub yang sama ketika membahas era sukses Premier League.

Alasannya sederhana. Pertunjukan tetap berjalan dan publik masih ingin menikmatinya.

Menurut Plumley, dominasi tersebut juga bukan lagi sekadar persoalan yang bisa dilihat dari perdebatan penggemar sepak bola Inggris. Skala Premier League sudah jauh lebih besar.

Liga ini telah menjadi produk global.

Karena itu, keberadaan Big Six dan dominasi klub-klub elite menjadi bagian dari realitas industri sepak bola saat ini.

Big Six memang menjadi masalah bagi klub yang ingin menembus papan atas. Tetapi bagi Premier League sebagai produk global, dominasi tersebut justru sudah menjadi bagian dari daya tariknya.