
Gilabola.com – Kemenangan 3-0 Arsenal atas Coventry City memang datang ketika menghadapi tim promosi. Namun, cara The Gunners meraih kemenangan itu cukup untuk mengirim pesan kepada klub-klub lain di Premier League.
Tim Mikel Arteta terlihat semakin sulit dicari kelemahannya. Lini belakang tetap solid meski William Saliba absen, sementara Cristhian Mosquera tampil baik dan Arsenal baru saja mendapatkan Ezri Konsa dari Aston Villa.
Di depan, Christos Tzolis juga menunjukkan performa impresif dari sisi kiri.
Tetapi Arsenal masih punya satu pekerjaan besar sebelum bursa transfer ditutup pada 1 September: menambah kualitas di sektor sayap.
Nama Kenan Yildiz sempat masuk dalam daftar pilihan. Namun, jika Arsenal benar-benar ingin memperkuat lini serang untuk menjaga dominasi mereka, Bradley Barcola dinilai sebagai target yang lebih tepat.
Barcola bisa jadi pembelian terbesar Arsenal
Arsenal sudah merasakan betapa mahalnya mengejar pemain incaran utama pada musim panas ini.
Mereka sebelumnya kehilangan Morgan Rogers yang direkrut Chelsea dengan nilai £117 juta atau sekitar Rp2,52 triliun. Angka tersebut membuat Rogers menjadi pemain Inggris termahal sepanjang masa.
Vinicius Junior juga sempat masuk radar Arsenal, tetapi pemain tersebut akhirnya tetap bertahan di Real Madrid.
Situasi serupa berpotensi terjadi ketika Arsenal mencoba mendapatkan Yildiz.
Pemain Juventus tersebut baru saja menandatangani kontrak baru. Karena itu, peluangnya meninggalkan Turin sebelum bursa transfer ditutup dinilai kecil.
Yildiz sebelumnya disebut memiliki nilai sekitar £87 juta atau Rp1,87 triliun. Angka tersebut bahkan berpotensi naik ketika tenggat transfer semakin dekat.
Harga itu memang mahal. Tetapi Yildiz tetap dianggap sebagai salah satu penyerang muda terbaik di Eropa.
Pemain berusia 21 tahun tersebut juga punya kemiripan dengan Rogers. Ia bisa bermain dari sisi kiri, tetapi tidak terbatas pada posisi tersebut.
Yildiz sudah empat kali dimainkan sebagai penyerang tengah sepanjang kariernya. Ia juga mampu beroperasi sebagai second striker maupun pemain nomor 10.
Menariknya, produktivitasnya justru lebih baik ketika dimainkan di area tengah dibandingkan sebagai winger.
Masalahnya, Arteta kemungkinan tidak akan buru-buru menggeser Yildiz ke posisi sentral. Martin Odegaard sebagai kapten Arsenal mengawali musim dengan performa yang membuat posisi tersebut masih sulit diganggu.
Artinya, kebutuhan Arsenal sebenarnya cukup jelas. Mereka membutuhkan pemain sayap.
Arsenal punya opsi yang lebih kuat dari Yildiz
Jika Vinicius Junior merupakan opsi impian, Barcola bisa menjadi alternatif yang jauh lebih realistis sekaligus lebih cocok dengan kebutuhan Arsenal.
Pemain PSG tersebut sebelumnya banyak dikaitkan dengan Liverpool. The Reds bahkan sudah bernegosiasi dengan juara Liga Champions itu selama berminggu-minggu.
Namun, pembicaraan tersebut tersendat karena persoalan harga.
Liverpool disebut menilai Barcola di angka £120 juta atau sekitar Rp2,58 triliun. PSG justru meminta £130 juta hingga £140 juta, setara sekitar Rp2,80 triliun sampai Rp3,01 triliun.
Angka tersebut jelas sangat besar.
Namun, kondisi itu justru bisa membuka jalan bagi Arsenal.
The Gunners diketahui siap mengeluarkan dana besar untuk memperkuat lini serang setelah menjuarai Premier League. Arsenal juga disebut masuk dalam persaingan mendapatkan Barcola dan siap bergerak agresif jika Liverpool benar-benar kesulitan menyelesaikan transfer tersebut.
Bagi Arteta, Barcola bisa menjadi sebuah perekrutan besar. Bahkan, jika Arsenal membayar mendekati harga yang bersedia dikeluarkan Liverpool, kesepakatan itu dapat dianggap sebagai bisnis yang bagus.
Pasalnya, Barcola punya kemampuan untuk meningkatkan kualitas lini depan Arsenal secara signifikan.
Pemandu bakat Como, Ben Mattinson, bahkan menggambarkannya sebagai salah satu pemain sayap kiri terbaik di Eropa.
Statistik Barcola lebih meyakinkan
Perbandingan dengan Yildiz semakin menarik ketika melihat karakter permainan keduanya.
Barcola dan Yildiz sama-sama pemain progresif. Keduanya juga punya kemampuan bermain di ruang sempit.
Untuk urusan tersebut, Yildiz bahkan disebut lebih unggul.
Namun, Barcola punya kelebihan pada metrik lain yang sangat penting bagi Arsenal: kreativitas dan produktivitas di depan gawang.
Pada musim 2025/26, Barcola mencetak 13 gol dan 7 assist.
Catatannya pada musim sebelumnya bahkan lebih impresif. Pada 2024/25, ia mencetak dan memberikan assist dengan total 21 kontribusi gol.
Yildiz belum pernah melewati catatan 11 gol dalam satu musim.
Musim lalu sebenarnya bisa menjadi momentum baginya untuk mencatat angka yang lebih tinggi, tetapi secara keseluruhan Yildiz masih dianggap sebagai aset yang lebih mentah dan belum terbukti dibandingkan Barcola.
Itu yang membuat Barcola menjadi pilihan yang lebih masuk akal bagi Arsenal.
