Cristiano Ronaldo kembali mencetak gol. Kali ini, gol ke-981 sepanjang kariernya lahir ketika Al Nassr menghadapi situasi keamanan yang memanas di Arab Saudi.
Al Nassr mengalahkan FC Neftchi Ferghana asal Uzbekistan dengan skor 3-1 dalam laga kedua fase liga AFC Champions League Elite 2026-2027. Pertandingan yang berlangsung di Al Awwal Park, Riyadh, pada 12 Oktober waktu setempat itu sekaligus menjadi kemenangan pertama Al Nassr di kompetisi tersebut.
Ronaldo mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-42. Saat Al Nassr sudah unggul 1-0, penyerang asal Portugal itu menyelesaikan umpan Ayman Yahya dengan tendangan voli kaki kanan setelah rekannya mengontrol bola menggunakan dada.
Satu gol lagi masuk dalam catatan kariernya. Total, Ronaldo kini mengoleksi 981 gol.
Laga Al Nassr Tertunda Gara-Gara Ancaman Rudal
Ada situasi yang jauh lebih serius di balik kemenangan Al Nassr.
Pertandingan semula dijadwalkan dimulai pukul 21.15 waktu setempat atau 01.15 WIB pada 13 Oktober. Kick-off kemudian ditunda selama satu jam setelah koalisi pimpinan Arab Saudi mengumumkan keberhasilan mencegat dan menghancurkan rudal balistik yang ditembakkan pemberontak Houthi ke arah Riyadh.
Laporan AFP menyebutkan, penundaan itu terjadi setelah pengumuman pencegatan rudal tersebut.
Pihak stadion kemudian menyampaikan kepada penonton bahwa situasi sudah aman dan pertandingan dapat dilanjutkan sesuai rencana. Mereka juga meminta seluruh penonton tetap berada di tempat duduk masing-masing.
Sebelumnya, warga Riyadh menerima peringatan langsung melalui telepon seluler. Pesan tersebut meminta masyarakat tetap tenang, berlindung di dalam ruangan atau tempat aman, menjauhi jendela dan pintu, serta mengikuti arahan otoritas pertahanan sipil.
Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan Anda!
Situasi ini memperlihatkan bahwa pertandingan sepak bola di ibu kota Arab Saudi berlangsung di tengah kekhawatiran terhadap ancaman keamanan.
Bandara Riyadh Sempat Diserang
Ancaman terhadap Arab Saudi bukan kejadian tunggal.
Dalam periode terakhir, negara tersebut menghadapi serangkaian serangan yang dikaitkan dengan pemberontak Houthi yang didukung Iran. Sasaran serangan mencakup fasilitas minyak, kapal tanker, dan pusat transportasi.
Sehari setelah serangan rudal yang menewaskan 12 orang, Bandara Internasional King Khalid di Riyadh kembali menjadi sasaran pada 11 Oktober. Serangan tersebut memicu kebakaran.
Otoritas Arab Saudi kemudian menghentikan seluruh operasional bandara untuk memeriksa kerusakan dan mengevaluasi kondisi keamanan.
Situasi tersebut ikut memengaruhi perjalanan internasional. Pemerintah Korea Selatan bahkan mengambil langkah khusus bagi warganya yang berada di Arab Saudi.
Pada 11 Oktober pukul 22.00 waktu setempat atau 02.00 WIB pada 12 Oktober, pemerintah Korea Selatan menaikkan status peringatan perjalanan untuk seluruh wilayah Arab Saudi ke level 3, yakni rekomendasi untuk meninggalkan negara tersebut.
Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menyarankan warganya yang tinggal di Arab Saudi untuk pulang, kecuali jika terdapat alasan mendesak untuk tetap berada di sana. Warga yang berencana bepergian juga diminta membatalkan atau menunda perjalanan mereka.
Pemilihan paruh waktu Amerika Serikat pada bulan berikutnya turut disebut sebagai salah satu faktor yang dapat memengaruhi perkembangan situasi di Timur Tengah.
Tur Timnas Korea Selatan Terancam Batal
Dampaknya merembet ke sepak bola internasional.
Timnas Korea Selatan sebelumnya merencanakan tur dua pertandingan di Timur Tengah pada bulan berikutnya. Agenda tersebut dimaksudkan sebagai persiapan menuju Piala Asia.
Meski belum diumumkan secara resmi, Arab Saudi dan Qatar disebut telah ditetapkan sebagai calon lawan dalam dua pertandingan uji coba tersebut.
Kini, rencana itu menghadapi ketidakpastian. Dengan waktu sekitar tiga bulan sebelum Piala Asia, kondisi keamanan Arab Saudi membuat kelangsungan agenda uji coba tersebut perlu dipertimbangkan kembali.
Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) dikabarkan mulai meninjau sejumlah skenario alternatif atau Plan B.
Masalahnya, mencari lawan pengganti dalam waktu singkat bukan pekerjaan mudah. Jadwal pertandingan internasional negara-negara Asia untuk periode tersebut sudah disusun.
Jepang, misalnya, dijadwalkan menghadapi Brasil dan Paraguay dalam dua pertandingan di Singapura. Australia juga akan menjalani tur ke luar negeri dengan Qatar dan Yordania sebagai lawan.
Iran berencana menggelar turnamen persahabatan empat negara bersama Irak dan tim lainnya.
Pilihan Korea Selatan pun semakin terbatas jika tur Timur Tengah harus dibatalkan.
Arab Saudi Bisa Pindah Lokasi Pertandingan
KFA kabarnya tidak hanya mempertimbangkan pembatalan tur. Perubahan lokasi pertandingan juga masuk dalam pembahasan.
Mendatangkan Arab Saudi ke Korea Selatan disebut bukan bagian dari skenario yang sedang dipertimbangkan. Untuk pertandingan yang melibatkan Arab Saudi, alternatifnya adalah memindahkan lokasi ke kota yang relatif lebih aman.
Riyadh tidak harus menjadi tempat penyelenggaraan. Kota lain di Arab Saudi bisa dipertimbangkan jika situasi memungkinkan.
Opsi berikutnya adalah menggunakan negara netral, seperti Qatar atau Uni Emirat Arab (UEA).
Qatar bahkan berpotensi menjadi lokasi untuk menggelar dua pertandingan sekaligus, masing-masing menghadapi Arab Saudi dan Qatar. Dengan skenario ini, Korea Selatan masih bisa menjalankan agenda uji coba tanpa harus bergantung pada kondisi keamanan di Riyadh.
Belum ada kepastian mengenai keputusan akhir KFA. Yang jelas, situasi di Timur Tengah kini menjadi faktor penting dalam persiapan Korea Selatan menuju Piala Asia.
Di tengah kondisi tersebut, Ronaldo tetap melanjutkan produktivitasnya bersama Al Nassr. Gol ke-981 tercipta, kemenangan pertama di fase liga berhasil diamankan, dan pertandingan akhirnya dapat diselesaikan setelah sempat tertunda akibat ancaman rudal.


