Penantian panjang itu akhirnya berakhir! Coventry City meraih kemenangan kandang pertama mereka di Premier League dalam 25 tahun setelah menghancurkan Newcastle United dengan skor telak 4-1 di Coventry Building Society Arena.
Pasukan Frank Lampard tampil meyakinkan. Empat gol mereka dicetak Jack Rudoni, Sidiki Cherif, Ellis Simms, dan Stephen Mfuni, sedangkan Newcastle hanya mampu membalas lewat Sven Botman.
Hasil ini terasa istimewa bagi pendukung Coventry. Terakhir kali mereka menyaksikan tim kesayangannya menang dalam pertandingan Premier League di kandang sendiri terjadi pada 2001.
Penalti di Awal Laga Buka Pesta Coventry
Coventry langsung tancap gas sejak awal pertandingan. Kesalahan kiper Newcastle, Lukas Hornicek, pada menit keempat membuat tim tuan rumah mendapatkan hadiah penalti.
Hornicek gagal menangkap bola sederhana kiriman Brandon Thomas-Asante. Kiper asal Republik Ceko itu kemudian menjatuhkan Cherif di dalam kotak penalti.
Jack Rudoni maju sebagai eksekutor. Tanpa banyak kesulitan, ia mengecoh Hornicek dari titik putih pada menit keenam untuk membawa Coventry unggul 1-0.
Gol tersebut punya arti tersendiri. Coventry akhirnya kembali mencetak gol Premier League di hadapan pendukungnya sendiri untuk pertama kali sejak John Hartson mencetak gol kemenangan dalam laga melawan Sunderland pada April 2001.
Perlu pula Anda tahu bahwa gol Hartson tersebut membawa Coventry menang 1-0. Saat itu, mereka masih memainkan pertandingan kandang di Highfield Road, bukan Coventry Building Society Arena.
Newcastle berusaha bangkit setelah kebobolan. Harvey Barnes sempat mendapatkan peluang melalui umpan Joe Willock, tetapi tembakannya masih mengarah tepat ke kiper Carl Rushworth.
Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan Anda!
Coventry juga nyaris menggandakan keunggulan melalui Cherif. Ia memanfaatkan ruang di belakang garis pertahanan tinggi Newcastle, tetapi penyelesaiannya berhasil diamankan Hornicek.
Bobby Thomas Gagalkan Peluang Newcastle
Newcastle sebenarnya memiliki kesempatan emas untuk menyamakan kedudukan sebelum turun minum.
Matias Fernandez-Pardo berhasil menyelinap di belakang pertahanan Coventry setelah menerima bola panjang. Ia melewati Rushworth dan tinggal menghadapi gawang yang terbuka.
Sayangnya bagi tim tamu, Bobby Thomas melakukan penyelamatan penting. Bek Coventry itu menyapu bola tepat sebelum melewati garis gawang, sekaligus menggagalkan peluang Fernandez-Pardo mencetak gol pertamanya untuk klub.
Aksi Thomas terbukti krusial. Coventry justru semakin menjauh setelah babak kedua berjalan tiga menit.
Sebuah lemparan jauh ke kotak penalti Newcastle disambut sundulan Malick Thiaw. Bola memang berhasil dihalau, tetapi justru jatuh ke kaki Cherif.
Penyerang Coventry itu langsung melepaskan tembakan keras mendatar. Bola meluncur melewati kerumunan pemain Newcastle sebelum bersarang di sudut kanan bawah gawang Hornicek.
Skor berubah menjadi 2-0. Newcastle kini menghadapi pekerjaan berat untuk menghindari kekalahan.
Gol Sven Botman Tak Cukup Selamatkan Newcastle
Newcastle sempat memberikan harapan kepada pendukungnya pada menit ke-70.
Sven Botman mendapatkan ruang di sisi kiri tepi kotak penalti sebelum melepaskan tembakan keras. Bola meluncur terlalu cepat bagi Rushworth dan membawa Newcastle memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1.
Momentum pertandingan seolah berpihak kepada tim tamu. Mereka mulai memiliki peluang untuk mengejar ketertinggalan.
Tapi Coventry tidak membiarkan keunggulan mereka lenyap begitu saja.
Pada menit ke-81, Thomas-Asante merebut bola dari Joelinton di luar kotak penalti Newcastle. Bola kemudian jatuh ke kaki Ellis Simms, yang langsung melepaskan tembakan.
Sepakan Simms sempat membentur Thiaw sebelum masuk ke gawang. Coventry kembali unggul dua gol dengan skor 3-1.
Newcastle semakin terpuruk. Thomas-Asante bahkan nyaris menambah penderitaan mereka setelah tembakannya membentur tiang gawang.
Pesta tuan rumah belum selesai.
Mfuni Lengkapi Kemenangan Bersejarah Coventry

Stephen Mfuni memastikan kemenangan Coventry semakin telak pada menit ke-86.
Pemain pengganti tersebut langsung mencetak gol hanya beberapa saat setelah masuk ke lapangan. Tembakannya mengubah skor menjadi 4-1 sekaligus mengakhiri perlawanan Newcastle.
Kekalahan ini mengulang hasil buruk Newcastle dalam pertandingan Senin malam. Pada kesempatan sebelumnya, mereka juga kalah 1-4 dari Leeds United, sebelum kembali menelan kekalahan dengan skor identik di Coventry kurang dari sebulan kemudian.
Bagi Coventry, hasil ini jauh lebih penting daripada sekadar kemenangan besar di kandang.
Mereka sukses keluar dari zona degradasi setelah meraih kemenangan beruntun. Tambahan tiga poin juga membuat mereka menyamai perolehan poin Manchester United.
Malam bersejarah pun menjadi milik Coventry. Setelah 25 tahun menunggu kemenangan kandang di Premier League, mereka akhirnya merayakannya dengan cara yang sulit dilupakan.


