Liverpool ternyata sempat tertarik mendatangkan penyerang Real Madrid, Endrick, pada bursa transfer musim panas. Fabrizio Romano mengonfirmasi ketertarikan tersebut, meski The Reds tidak pernah mengajukan proposal resmi kepada raksasa Spanyol itu.
Kabar ini muncul bersamaan dengan perkembangan negosiasi kontrak baru Rio Ngumoha. Liverpool kini sedang merampungkan detail akhir kesepakatan untuk mengamankan masa depan pemain muda yang juga menarik perhatian Arsenal dan Bayern Munchen.
Liverpool Sempat Incar Endrick
Real Madrid beberapa kali memenangi persaingan transfer melawan Liverpool dalam beberapa tahun terakhir. Aurelien Tchouameni lebih dahulu memilih Los Blancos sebelum Trent Alexander-Arnold dan Ibrahima Konate ikut menjadi bagian dari cerita transfer kedua klub.
Kepindahan Alexander-Arnold ke Santiago Bernabeu terasa sangat menyakitkan bagi pendukung Liverpool. Bek kanan tersebut tumbuh sebagai penggemar The Reds dan pernah mengungkapkan impiannya menjadi kapten klub yang membesarkan namanya.
Liverpool rupanya sempat mempertimbangkan langkah balasan pada musim panas. Endrick menjadi salah satu pemain yang masuk radar klub Merseyside tersebut.
Pada 28 Agustus, laporan mengenai ketertarikan Liverpool dan Arsenal terhadap penyerang Brasil itu telah muncul. Masa depannya di Madrid memang mulai dipertanyakan karena ia kesulitan mendapatkan tempat di tim utama.
Persaingannya sangat berat. Kylian Mbappe dan Vinicius Junior menjadi dua bintang yang harus dilewati Endrick untuk mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak.
Romano kemudian memberikan penjelasan melalui kanal YouTube miliknya. Ia menyebut Aston Villa sebagai salah satu klub yang sempat menanyakan situasi Endrick, sebelum mengungkapkan ketertarikan Liverpool.
“Liverpool tertarik kepada Endrick, tetapi hanya sampai di situ. Mereka tidak pernah mengajukan proposal dalam bentuk apa pun,” jelas Romano.
Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan Anda!
Ia juga mengungkapkan bahwa Liverpool sempat mempertimbangkan kemungkinan membeli Endrick. Real Madrid tetap menutup pintu terhadap pendekatan peminjaman maupun transfer permanen.
Bagi Madrid, melepas sang penyerang bukan pilihan yang memungkinkan pada saat itu. Liverpool pun tidak bisa melanjutkan ketertarikan mereka menjadi kesepakatan konkret.
Endrick Mulai Frustrasi di Madrid
Situasi Endrick belum menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Pada 5 Oktober, laporan menyebut sang pemain semakin frustrasi karena minimnya kesempatan tampil.
Penyerang Brasil tersebut baru bermain selama empat menit pada musim ini, berdasarkan informasi dalam laporan sumber.
Angka itu tentu menggambarkan terbatasnya peran Endrick di skuad utama Madrid. Potensinya dinilai sangat besar, tetapi kesempatan untuk membuktikannya di lapangan masih minim.
Liverpool sendiri belum dilaporkan mengajukan tawaran resmi. Ketertarikan mereka terhadap Endrick sejauh ini hanya sebatas pertimbangan transfer.
Liverpool Kejar Kontrak Baru Rio Ngumoha
Liverpool memiliki urusan lain yang tak kalah penting. Klub kini bekerja menyelesaikan detail akhir kontrak baru Rio Ngumoha.
Arsenal dan Bayern Munchen sama-sama menunjukkan ketertarikan kepada winger muda tersebut. Situasi itu mendorong Liverpool bekerja lebih keras untuk memastikan Ngumoha tetap menjadi bagian dari rencana jangka panjang mereka.
Proses negosiasi sempat mengalami sedikit keterlambatan setelah Liverpool kehilangan direktur olahraga Richard Hughes dan menggantikannya dengan Julian Ward.
Kendati prosesnya berjalan lebih lambat, sumber laporan menegaskan tidak ada masalah dalam pembicaraan antara Ngumoha dan pihak klub.
Ngumoha memang sedikit turun dalam urutan pilihan pemain. Kondisi tersebut dinilai bukan persoalan besar bagi pemain seusianya.
Liverpool masih memiliki keyakinan tinggi terhadap perkembangannya. The Reds memandang Ngumoha sebagai pemain yang berpotensi tumbuh menjadi salah satu winger terbaik di Premier League.
Kontrak baru menjadi langkah penting untuk menjaga aset muda tersebut dari ketertarikan klub lain.
Michael Owen Soroti Barcola dan Wirtz
Perhatian terhadap pemain muda juga muncul dalam pembahasan mengenai Bradley Barcola dan Florian Wirtz. Keduanya menjadi sorotan setelah penampilan Victor Munoz dan Lewis Koumas melawan Manchester City mencuri perhatian.
Michael Owen menilai ekspektasi terhadap Barcola sangat tinggi. Ia memahami pemain tersebut baru menjalani lima pertandingan, tetapi besarnya biaya transfer membuat tuntutan terhadap kontribusinya ikut meningkat.
Menurut Owen, klub yang mengeluarkan dana besar tentu berharap mendapatkan produktivitas gol seperti yang selama ini ditunjukkan Mohamed Salah.
Masalahnya, mencapai angka tersebut bukan perkara mudah. Owen menilai ekspektasi semacam itu bisa menjadi persoalan bagi klub yang merekrut pemain dengan harga tinggi.
Ia juga memberikan penilaian mengenai Wirtz. Owen menolak anggapan bahwa gelandang tersebut tidak memiliki kualitas yang dibutuhkan untuk tampil di level tertinggi.
Wirtz sudah memperlihatkan kemampuannya di liga berbeda dan ketika membela tim nasional. Akan tetapi, Owen menilai performanya bersama Liverpool masih berada di bawah harapan selama lebih dari satu musim.
Liverpool kini menghadapi pekerjaan penting untuk menemukan cara terbaik memaksimalkan kemampuan pemain asal Jerman tersebut.
Owen meyakini kualitas Wirtz sebenarnya tidak perlu diragukan. Persoalan utamanya terletak pada bagaimana Liverpool bisa mengeluarkan kemampuan terbaik sang pemain secara konsisten.


