Manchester United belum berencana memecat Michael Carrick meski kembali gagal meraih kemenangan setelah bermain imbang 1-1 melawan Leeds United.
Hasil tersebut memperpanjang tren buruk Setan Merah. Kendati demikian, posisi Carrick justru disebut semakin kuat setelah penampilan anak asuhnya di Elland Road.
Sebelumnya, tekanan terhadap Carrick meningkat usai Manchester United menelan kekalahan dari Atletico Madrid di Liga Champions.
Situasi itu membuat masa depan sang pelatih menjadi sorotan. Apalagi, Man United masih tertahan di posisi ke-13 klasemen Liga Inggris dengan hanya satu kemenangan dari tujuh pertandingan pertama.
Meski demikian, INEOS selaku pihak yang menangani klub tampaknya masih bersedia memberikan waktu tambahan kepada Carrick.
Carrick Tak Akan Bernasib Sama dengan Amorim
Keputusan untuk tidak buru-buru memecat Carrick turut dibahas oleh koresponden utama Manchester United dari Manchester Evening News, Tyrone Marshall.
Marshall meyakini bahwa Carrick tidak akan mengalami nasib serupa dengan Ruben Amorim.
Menariknya, terdapat kemiripan dalam situasi kedua pelatih tersebut. Amorim dipecat pada Januari setelah Manchester United juga bermain imbang 1-1 saat bertandang ke Elland Road.
Hasil serupa kembali terjadi ketika Carrick memimpin Setan Merah menghadapi Leeds United pada Minggu.
Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan Anda!
Meski memiliki kemiripan, Marshall menilai situasi Carrick berbeda.
“Tidak mungkin Michael Carrick mengalami nasib yang sama, meski ada kemiripan yang terasa begitu kuat,” tulis Marshall.
Ia juga menyoroti respons para pemain Manchester United di lapangan.
“Ini adalah penampilan yang menunjukkan bahwa para pemain mendukung pelatih kepala mereka.”
Dukungan dari ruang ganti bisa menjadi modal penting bagi Carrick untuk mempertahankan posisinya. Terlebih, ia baru melewati pekan yang penuh gejolak setelah Lisandro Martinez melontarkan kritik terbuka terhadap jajaran petinggi klub.
INEOS Tak Perlu Buru-buru Mengganti Pelatih
Hasil yang diraih Manchester United sejauh ini memang belum memuaskan. Akan tetapi, memecat Carrick dalam waktu dekat berpotensi hanya menjadi upaya mengatasi gejala tanpa menyelesaikan persoalan yang lebih besar di tubuh klub.
Reuters mencatat bahwa Manchester United memperlihatkan kedisiplinan dan daya juang yang lebih baik ketika menghadapi Leeds United.
Meski begitu, sejumlah persoalan lama masih terlihat, terutama ketika menguasai bola dan menghadapi situasi bola mati.
Artinya, permainan Setan Merah belum sepenuhnya berubah. Kendati demikian, ada cukup banyak hal yang menunjukkan bahwa Carrick belum kehilangan dukungan para pemainnya.
Memecat pelatih ketika para pemain masih menunjukkan respons positif terhadap arahannya tentu bukan keputusan yang mudah untuk dibenarkan.
Tekanan terhadap Carrick tetap belum hilang.
Manchester United baru mencatatkan dua kemenangan dari 10 pertandingan pertama di semua kompetisi. Setelah ini, Setan Merah dijadwalkan menghadapi Como di Liga Champions sebelum menjalani pertandingan penting lainnya melawan Bournemouth di kompetisi domestik.
Rangkaian pertandingan tersebut bakal menjadi kesempatan bagi Carrick untuk memperbaiki keadaan sekaligus membuktikan bahwa dirinya masih layak dipercaya.
Masa Depan Carrick Masih Ditentukan Hasil Berikutnya
Untuk saat ini, Carrick memang masih aman. Namun, bukan berarti posisinya sudah sepenuhnya terjamin.
INEOS tampaknya memilih menilai kinerja sang pelatih berdasarkan hasil dalam beberapa pertandingan berikutnya ketimbang mengambil keputusan hanya karena satu hasil pertandingan.
Perlu pula Anda tahu bahwa Manchester United memiliki sejarah panjang pergantian pelatih. Dalam situasi seperti sekarang, memberikan waktu tambahan kepada Carrick bisa menjadi pendekatan yang lebih masuk akal dibandingkan kembali melakukan perubahan secara terburu-buru.
Kini, tantangan bagi Carrick adalah mengubah tanda-tanda perbaikan permainan menjadi kemenangan. Jika hasil positif tak kunjung datang, tekanan terhadap dirinya berpotensi kembali meningkat.


