AS Roma Lawan Nerazzurri, Laga Emosional Untuk Lukaku dan Mourinho

Gila Bola – Pertandingan Inter vs Roma yang akan berlangsung pada Senin dinihari (30/10) WIB akan menjadi laga emosional bagi Romelu Lukaku dan Jose Mourinho. Keduanya pernah menjadi bagian dari Nerazzurri.

Lukaku merupakan bagian dari skuad berbasis di San Siro itu pada periode 2019 sampai 2021, mencetak 47 gol. Namun transfer ke Chelsea tidak bisa diterima secara baik oleh sebagian fans yang menolak kepulangannya ke Inter usai satu periode di Stamford Bridge yang kurang mengesankan.

Satu masa pinjaman di Inter selama 2022 sampai 2023 juga tidak membuat bintang Brlgia itu mengeluarkan kemampuan terbaiknya, menyebabkan ia menuruti bujukan dari Mourinho untuk membela klub ibukota itu mulai awal 2023/24. Sudah lima gol di Serie A sejauh ini.

Mourinho Pernah Memberi Inter Treble

Sang pelatih Portugal akan diterima secara baik oleh Interisti, mengingat ia memberikan mereka treble atau tiga gelar yang tidak pernah ada sebelumnya pada sejarah sepak bola Italia.

Itu terjadi pada musim 2009/10 saat ia membawa tim biru-hitam itu menjadi juara Serie A, melanjutkannya dengan juara Liga Champions dan Coppa Italia, seluruhnya dalam satu musim tersebut.

Sayang sekali Mourinho tidak akan hadir di pinggir lapangan untuk menerima sambutan fans Inter. Ia terkena kartu merah dalam laga kontra Monza terakhir kali, saat mengejek pelatih lawan. Sebagai akibatnya ia hanya boleh menonton dari tribun stadion San Siro.

Lukaku Sebaliknya Menjadi Sasaran Kebencian Interisti

Berbeda dengan Mou maka Lukaku akan memperoleh sambutan kebalikannya. Fans Inter bahkan sebelum ini sudah menyiapkan belasan ribu peluit, yang akan digunakan setiap kali sang pemain Belgia itu menyentuh bola, sebuah tanda kebencian.

Namun dengan otoritas setempat melarang penggunaan peluit, kini mereka beralih ke sebuah aplikasi di HP yang bisa mengeluarkan suara serupa, diharapkan cukup untuk menyakiti telinga Lukaku selama laga Senin dinihari.

Tidak jelas benar mengapa ia menjadi sasaran kebencian Interisti. Lukaku dianggap tidak cukup berterima kasih sudah bermain bagi Inter dan dituding rakus serta materialistik saat memaksakan diri transfer ke Chelsea pada 2021.

Padahal pendukung Nerazzurri merasa sudah memberikan semua rasa cinta yang mereka miliki guna mendukung pahlawan tim yang melesakkan 47 gol dalam dua musimnya di San Siro.

Bagaimana Sejarah Head-to-Head Inter vs Roma?

Tidak terlalu baik bagi Giallorossi dengan empat kemenangan bagi Inter. Satu-satunya keunggulan Roma terjadi pada Oktober 2022 saat mereka menang atas Inter di San Siro dengan skor 1-2.

Pada waktu itu satu gol dari Federico Dimarco dibalaskan oleh gol-gol Paulo Dybala dan Chris Smalling.

Inter kemudian membalaskannya dengan kemenangan 0-2 terakhir kali di Olimpico pada Mei 2023 dengan gol-gol dari Dimarco dan Lukaku.

Baca berita dan artikel lainnya di Google News