Kembali ke Liga Europa, Ini Enam Momen Terbaik Liverpool Berlaga di Tier Kedua

Gila Bola – Liverpool akan kembali berlaga di kompetisi tier kedua Eropa – untuk pertama kalinya dalam delapan tahun terakhir, kompetisi yang menyimpan banyak kenangan dalam sejarah klub Merseyside tersebut.

Liverpool pernah tiga kali meraih UEFA Cup – sekarang dikenal dengan Liga Europa, dan meraih sukses pertama di ajang ini pada tahun 1973.

Sejak saat ini, Liverpool menjadi klub papan atas Eropa dan tercatat sudah enam kali amankan trofi juara Eropa – yang terakhir mereka raih di tahun 2019.

Kekecewaan di musim 2022/23 membuat anak-anak asuh Jurgen Klopp tak mendapat kesempatan untuk mewujudkan trofi Eropa ketujuh musim ini, tetapi pelatih asal Jerman itu punya kesempatan untuk menambahkan nama trofi baru dalam biodatanya.

Berikut ini beberapa momen paling berkesan yang pernah diukir Liverpool di UEFA Cup, seperti dilansir ThisisAnfield.com:

Liverpool Amankan Treble di Dortmund

Liverpool raih kemenangan dramatis di final UEFA Cup melawan Alaves dan sukses itu menjadi penutup musim yang sangat sibuk dalam sejarah klub tersebut.

Pertarungan yang terjadi di tahun 2001 memiliki semuanya. Sembilan gol dan dua kartu merah dalam laga yang berlangsung selama 117 menit, berakhir dengan kemenangan lewat ‘golden boy’ yang dibukukan bek tim lawan.

Robbie Fowler semula menjadi pemain yang mencetak gol kemenangan di laga ini – tampaknya ia berhasil mencetak gol penentu Liverpool di menit 72, sebelum akhirnya sundulan Jordi Cruyff berhasil menyamakan skor menjadi 4-4 di penghujung laga.

Namun, Delfi Geli mencetak gol bunuh diri lewat sundulan kepalanya. Gol ini menjadi yang pertama dan terakhir final ajang Eropa ditentukan oleh sebuah ‘golden goal’, hingga Liverpool pun membawa trofi juara untuk bukukan musim treble bersejarah bagi mereka.

Hattrick Steven Gerrard ke Gawang Napoli

Bermain sebagai pengganti, Steven Gerrard berhasil menjadi inspirasi kemenangan The Reds dalam laga yang berlangsung di tahun 2010 ini. Ketika itu Liverpool tertinggal lewat gol Ezequiel Lavezzi di menit ke-28.

Gerrard berhasil tunjukkan dampak besar yang sangat positif dan membawa The Reds menang 3-1 di laga ini.

Kapten tim ini tak menjadi starter di laga fase grup tahun 2010 melawan Napoli , tapi dengan klubnya yang sejak awal sudah tertinggal, Roy Hodgson – pelatih ketika itu, akhirnya memasukkan nama Gerrard saat turun minum.

Steven Gerrard berhasil menyamakan kedudukan saat laga tersisa seperempat jam lagi, sebelum akhirnya ia menggandakan skor The Reds dari titik putih dan mencetak gol ketiga yang hanya  berselang satu menit saja dari gol kedua. Klub Anfield itupun membawa pulang tiga poin dari laga yang ditutup dengan skor 3-1 untuk kemenangan tim tamu.

Itu hanya salah satu dari banyak pertandingan yang memperlihatkan bagaimana Gerrard berhasil menyelamatkan timnya dari kekalahan selama karirnya di Liverpool, dan ini menjadi gambaran sempurna mengapa Gerrard layak menjadi legenda klub.

Liverpool Melawan Balik di Laga Melawan Auxerre

Liverpool terkenal karena mampu lakukan berbagai tak terduga saat mereka lakoni pertandingan Eropa di Anfield, tak terkecuali saat mereka menang 3-0 atas Auxerre pada tahun 1991.

Sebelum jalani laga kedua melawan klub Perancis itu di ajang UEFA Cup, The Reds kalah 0-2 di leg pertama. Mereka kemudian berhasil bangkit dan kalahkan klub asuhan Graeme Souness itu hingga berhasil melaju ke fase berikutnya.

Jan Molby berhasil mencetak gol penalti dan memperkecil ketertinggalan Liverpool dari Auxerre, sebelum akhirnya Mike Marsh sarangkan gol pertamanya untuk The Reds dan berhasil membawa timnya samakan kedudukan. Liverpool akhirnya menang dan berhak melaju ke fase berikutnya setelah Mark Walters mencetak gol ketiga the Reds di akhir laga.

Lovren Pastikan Kebangkitan yang Ajaib

Dalam hal kebangkitan yang terkenal di ajang Eropa, tak ada yang lebih seru untuk dikenang selain kemenangan 4-3 Liverpool atas bekas klub asuhan Jurgen Klopp, Borussia Dortmund, saat mereka akan melaju ke final Liga Europa tahun 2016.

The Reds bertemu tim Bundesliga yang hebat di awal era kepelatihan Klopp, dan gol Marco Reus sempat membuat The Reds harus mencetak tiga gol tanpa balas.

Philippe Coutinho pun sukses memulai prosesnya dengan mencetak gol ke gawang BVB, sebelum akhirnya The Kop tunjukkan keajaibannya. Mamadou Sakho ikut menyumbang gol untuk The Reds, yang kemudian dimantapkan oleh sundulan kepada Dejan Lovren yang akhirnya membawa The Reds menang dan melaju ke semi final.

Kemenangan Pertama Liverpool di Ajang Eropa

Liverpool punya sejarah panjang di ajang Eropa, yang mereka mulai di tahun 1973. Ketika itu, final UEFA Cup digelar dalam dua leg dan The Reds unggul 3-0 atas Borussia Monchengladbach di leg pertama yang digelar di Anfield, lewat brace dan sebuah assist dari Kevin Keegan.

Tim asuhan Bill Shankly terpaksa bermain bertahan di leg kedua yang berlangsung di Jerman, saat Jupp Heynckes mencetak dua gol di babak pertama dan ini benar-benar menjadi ujian besar bagi The Reds.

Satu-satunya Pertemuan Liverpool dengan Manchester United di Ajang Eropa

Liverpool bertemu dengan rival domestik mereka di ajang Eropa untuk pertama kalinya pada tahun 2016, dalam fase yang digelar dua leg.

The Reds memimpin 2-0 atas Manchester United, tapi kemudian keunggulan mereka mulai dikejar MU lewat penalti Anthony Martial.

Coutinho lagi-lagi tampilkan keajaibannya jelang turun minum dan sangat menyulitkan tim lawan. Saat bermain di Merseyside, skuad Klopp berhasil melaju ke babak delapan besar berkat keunggulan gol tandang.