Kisah Sedih Mainz, Dari Posisi 6 Terjerembab ke Urutan 18 Klasemen Bundesliga

Gila Bola – FSV Mainz 05 di Bundesliga, bekas klub tempat melatih Jurgen Klopp dan Thomas Tuchel, merupakan contoh sedih klub yang berbeda nasib hanya dalam rentang satu tahun saja.

Pada bulan Oktober 2022, Mainz masih menduduki posisi keenam klasemen Bundesliga. Kali ini pada Oktober 2023 atau selisih 12 bulan kemudian, terjerembab jatuh jauh sekali ke urutan 18!

Pada pekan ketiga Oktober satu tahun silam, mereka sudah 11 kali bertanding dengan hasil lima kemenangan, tiga kekalahan dan tiga draw. Kini pada pekan yang sama, baru delapan pertandingan berlalu, posisi buncit sebagai hasil dari enam kali kalah dan dua draw.

Mainz akan bertanding nanti malam atau Sabtu dinihari (28/10) saat mereka tandang ke Bochum, klub yang sama sedihnya karena menghuni posisi 17 klasemen, atau satu posisi lebih baik daripada Die Nullf├╝nfer.

Bagaimana Mainz Bisa Serendah Ini?

Mainz kini menghuni posisi paling buncit di klasemen Bundesliga setelah hanya mencatatkan dua kali hasil imbang dan enam kekalahan dari delapan laga pertama musim yang baru. Nilai hanya dua.

Apakah pernah Die Nullf├╝nfer serendah ini? Lebih rendah pernah! Karena mereka dulu berasal dari divisi kedua Bundesliga, termasuk pada era Jurgen Klopp sebelum manajer yang kini memegang Liverpool itu mengangkatnya ke posisi terhormat di divisi teratas sepak bola Jerman, sebelum terjerembab kembali ke divisi semula.

Dari tujuh tahun pengabdian Klopp di Mainz, empat tahun pertama antara 2000 sampai 2004 dihabiskan di divisi kedua, untuk kemudian berhasil promosi ke Bundesliga selama tiga tahun sebelum terdegradasi. Setelah membawa M05 menduduki posisi keempat divisi kedua pada akhir musim 2007/08, Klopp menyerah dan pilih keluar.

Thomas Tuchel mengambil alih posisi di klub ini setelah mereka kembali ke divisi pertama pada 2009/10 dan sejak saat itu klub dengan jersey kotak catur mirip seragam timnas Kroasia itu tidak pernah terdegradasi kembali.

Daftar Manajer yang Pernah Menangani Mainz 05

Bo Svensson asal Denmark merupakan manajer tim sejak 2021, menempati akhir musim pada ranking 12, dan kemudian membaik menjadi ranking 8 dan 9 pada musim kedua dan ketiganya.

Jika situasi yang diderita klub merah-putih ini tidak kunjung membaik maka Mainz bisa kembali ke habitat semula di divisi kedua dan Svensson bisa menghadapi pemecatan.

Di antara semua manajer yang pernah menangani Karnevalsverein pasca kepergian Tuchel dan Klopp maka Martin Schmidt mungkin adalah figur yang paling terkenal.

Ia pernah mengasuh skuad senior Mainz pada periode 2015 sampai 2017 sebelum pindah ke Wolfsburg dan kini ia kembali ke MEWA Arena untuk menjadi direktur sport.

Baca berita dan artikel lainnya di Google News