
Ada satu lawan yang menurut Mikel Arteta jauh lebih berbahaya bagi Arsenal dibanding Manchester City, Liverpool, atau Manchester United. Lawan itu tidak berada di luar klub.
Arteta justru menunjuk Arsenal sendiri sebagai pesaing terbesar dalam upaya mempertahankan gelar Liga Inggris.
The Gunners datang sebagai juara bertahan setelah musim lalu mengakhiri penantian panjang untuk kembali meraih mahkota liga. Mereka bahkan merebut gelar dengan keunggulan tujuh poin.
Kini tantangannya berbeda. Arsenal ingin mempertahankan trofi tersebut, sesuatu yang belum mereka lakukan sejak 1935.
Arteta Tak Mau Arsenal Bergantung pada Klub Lain
Persaingan musim ini diperkirakan berlangsung lebih terbuka. Sejumlah klub besar mengalami perubahan di kursi manajer.
Manchester City menggantikan Pep Guardiola dengan Enzo Maresca. Liverpool menunjuk Andoni Iraola, sedangkan Xabi Alonso mengambil alih Chelsea. Manchester United juga memasuki era baru setelah Michael Carrick ditunjuk sebagai manajer tetap menjelang akhir musim lalu.
Arsenal sendiri punya modal stabilitas yang lebih besar. Arteta juga memperkuat skuad dengan mendatangkan Bruno Guimaraes dan Christos Tzolis. Klub bahkan mendekati kesepakatan untuk merekrut bek Aston Villa, Ezri Konsa.
Namun, bagi Arteta, semua itu bukan alasan untuk terlalu sibuk memikirkan apa yang dilakukan pesaing.
Saat ditanya Men in Blazers mengenai rival terbesar Arsenal, jawabannya tegas. Diri mereka sendiri.
Menurut Arteta, batas yang harus diperbaiki berada dalam kendali Arsenal. Cara mereka mempersiapkan klub, mengembangkan tim dan membangun skuad menjadi bagian yang jauh lebih penting daripada berharap klub lain melakukan kesalahan.
Arteta ingin Arsenal menciptakan peluangnya sendiri.
Bukan menunggu situasi di sekitar mereka.
Pandangan tersebut terasa penting setelah Arsenal mengirim sinyal kuat sebelum kompetisi dimulai. Mereka mengalahkan Manchester City 3-0 dalam Community Shield.
The Gunners kemudian memulai kampanye kasta tertinggi mereka melawan Coventry City pada hari Jumat.
Arteta, Iraola dan Alonso Kini Jadi Rival
Ada cerita lain yang membuat persaingan musim ini terasa lebih personal bagi Arteta.
Ia akan berhadapan dengan dua sosok yang sudah dikenalnya sejak masih muda, Andoni Iraola dan Xabi Alonso.
Ketiganya pernah bermain bersama. Mereka bahkan dulu tinggal hanya berjarak sekitar lima menit satu sama lain dan bermain untuk tim yang sama.
Sekarang, ketiganya justru menangani klub berbeda di level tertinggi.
Iraola mendapatkan pekerjaan di Liverpool setelah sukses bersama Bournemouth. Alonso sebelumnya memenangkan trofi bersama Bayer Leverkusen dan menangani Real Madrid sebelum menjadi manajer Chelsea musim panas ini.
Arteta mengaku bangga melihat perjalanan mereka.
Ia sudah berbicara dengan Iraola dan Alonso. Perasaan bangga itu disebutnya juga dirasakan oleh kedua temannya tersebut.
Tetapi begitu pertandingan dimulai, hubungan lama itu harus dikesampingkan.
Arteta bahkan menyebut dirinya mendoakan yang terbaik bagi mereka, kecuali ketika harus menghadapi Arsenal. Mereka tahu bagaimana situasinya.
Ada persahabatan lama. Ada rasa bangga.
Tetapi sekarang masing-masing punya klub yang harus dijaga.
