
Ada sesuatu yang berbeda dari Arsenal ketika memasuki musim baru. Gelar Premier League yang mereka raih musim lalu bukan membuat pasukan Mikel Arteta bermain dengan rasa takut kehilangan, justru sebaliknya.
Mereka datang dengan kepercayaan diri sebagai tim juara.
Pesan itu bahkan terpampang jelas di Emirates Stadium. Di atas pintu masuk stadion kini terdapat tulisan sederhana berwarna emas: “Champions.”
Arsenal mengawali upaya mempertahankan gelar dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Coventry. Martin Odegaard, Kai Havertz dan Bukayo Saka menjadi pencetak gol, sementara atmosfer di Emirates terasa jauh berbeda dibanding musim lalu.
Para pemain diperkenalkan satu per satu ketika melakukan pemanasan. Dari tribun, suporter terus menyanyikan “champions of England”.
Ada rasa percaya diri yang lebih besar.
Odegaard mengakui gelar yang diraih musim lalu telah memberikan Arsenal tambahan keyakinan. Namun, kapten The Gunners itu menolak anggapan bahwa timnya datang dengan mentalitas untuk sekadar mempertahankan trofi.
“Kami tidak merasa harus mempertahankan apa pun,” kata Odegaard.
“Kami ingin melakukannya lagi dan itulah pola pikirnya. Tahun lalu sudah selesai. Kami ingin melakukannya lagi dan kami ingin menyerang serta berjuang untuk itu lagi.”
Arteta Mulai Mengubah Atmosfer di Emirates
Kemenangan atas Coventry memang belum bisa dijadikan ukuran perjalanan Arsenal sepanjang musim. Namun, ada satu hal yang cukup mencolok dari laga tersebut: tekanan yang biasanya terasa di Emirates seperti berkurang.
Arteta sudah lama berusaha membuat stadion Arsenal menjadi tempat yang tidak nyaman bagi tim tamu. Musim lalu, suporter Arsenal beberapa kali mendapat kritik karena energi gugup dari tribun justru ikut terbawa ke lapangan ketika tim mengejar gelar.
Kini situasinya mulai berbeda.
Arteta sendiri masih ingin melihat bagaimana tim dan suporter bereaksi dalam kondisi yang lebih sulit.
“Kita lihat ketika skor 0-0 dan ketika mungkin kami sedang kalah, bagaimana kami bereaksi,” ujar Arteta kepada BBC Sport.
Menurutnya, dua gol cepat Arsenal membantu membangun atmosfer positif. The Gunners bahkan sudah unggul 2-0 dalam 23 menit, catatan tercepat mereka mencapai keunggulan tersebut sejak menghadapi Wolves pada 2023.
Arteta juga mencatat pencapaian pribadi. Kemenangan atas Coventry membuatnya menjadi manajer kelima yang meraih 150 kemenangan Premier League dalam kurang dari 250 pertandingan, setelah Pep Guardiola, Jose Mourinho, Jurgen Klopp dan Sir Alex Ferguson.
Transformasi Arsenal di bawah Arteta memang terasa semakin jelas.
Odegaard, Saka dan Havertz Bisa Jadi Pembeda
Salah satu alasan Arsenal terlihat lebih nyaman adalah kembalinya sejumlah pemain penting ke dalam tim.
Odegaard, Havertz dan Saka hanya sekali berada dalam starting XI Premier League yang sama sepanjang musim lalu. Ketiganya tampil sejak awal ketika menghadapi Coventry.
Hasilnya langsung terlihat.
Arsenal mampu bermain dengan dominasi yang menjadi ciri permainan mereka ketika para pemain kunci berada dalam kondisi terbaik.
Odegaard menjadi salah satu pemain yang paling mencuri perhatian. Musim lalu, kapten Arsenal itu banyak dibatasi cedera. Kini dia terlihat kembali ke level terbaiknya.
Setelah mencetak gol pada pekan sebelumnya, Odegaard kembali mencatatkan namanya di papan skor saat menghadapi Coventry. Bahkan, jumlah golnya pada awal musim ini sudah melewati total yang dia buat dalam 36 penampilan musim lalu.
Bagi Arsenal, kondisi Odegaard jelas menjadi kabar besar.
Tzolis Mulai Menjawab Ekspektasi
Nama lain yang mencuri perhatian adalah Christos Tzolis.
Arsenal mendatangkan pemain asal Yunani itu dengan biaya £34 juta atau sekitar Rp748 miliar setelah dia menjalani musim terbaik dalam kariernya bersama Club Brugge. Musim lalu, Tzolis mencetak 17 gol dan membuat 23 assist ketika klub tersebut menjadi juara di Belgia.
Performa pramusimnya sudah membuat pendukung Arsenal antusias.
Tzolis juga memberikan dua assist ketika Arsenal mengalahkan Manchester City di Community Shield. Melawan Coventry, kontribusinya kembali terlihat ketika umpan silangnya mengarah kepada Saka yang kemudian mencetak gol kedua Arsenal.
Odegaard langsung memberikan pujian setelah debut Premier League Tzolis.
“Menakjubkan, dia bermain sangat bagus,” kata sang kapten kepada BBC Sport.
Odegaard menilai Tzolis sudah tampil luar biasa sepanjang pramusim. Menurutnya, pemain tersebut sangat hidup, sulit dihentikan dan memiliki kecerdasan untuk menemukan umpan yang tepat.
Arteta pun memiliki penilaian serupa.
“Saya suka seorang pemain yang baru bersama kami selama beberapa pekan tetapi sudah memberikan energi seperti ini setiap kali menguasai bola,” ujar Arteta.
Bagi Arteta, performa Tzolis dalam beberapa pertandingan terakhir sangat fenomenal. Permainannya dianggap langsung, tajam dan penuh keinginan untuk menciptakan sesuatu.
Namun, sang manajer juga melihat masih ada ruang bagi Tzolis untuk berkembang, terutama dalam menentukan keputusan ketika ruang di sepertiga akhir lapangan sangat sempit.
