HomeLiga InggrisAston Villa Benar-Benar Kehilangan Taji, Rekor Buruk...

Aston Villa Benar-Benar Kehilangan Taji, Rekor Buruk 56 Tahun Kembali Terulang

Aston Villa belum juga menemukan jalan keluar dari masalah mereka. Hasil imbang 0-0 melawan Hull City di MKM Stadium, memang memberikan Unai Emery dan anak asuhnya satu poin pertama di Premier League musim 2026/27. Tetapi angka nol di kolom gol klasemen justru menjadi cerita yang jauh lebih mengganggu.

Tiga pertandingan. Nihil gol! Villa kembali gagal mencetak gol dalam tiga laga awal Premier League. Lebih mencemaskan lagi, situasi serupa juga terjadi pada awal musim sebelumnya. Dalam empat pertandingan pertama Liga Inggris 2025/26, mereka juga tidak mampu menemukan jala lawan.

Catatan Opta menunjukkan sesuatu yang lebih langka. Aston Villa kini menjadi tim kedua yang gagal mencetak gol dalam tiga pertandingan liga pertama pada dua musim kasta tertinggi secara beruntun.

Tim pertama adalah Ipswich Town. Itu terjadi pada musim 1969/70 dan 1970/71. Sebuah catatan yang telah bertahan selama 56 tahun, kini kembali memiliki teman.

Serangan yang kehilangan suara

Masalah Villa bukan sekadar soal hasil. Mereka juga nyaris tidak memberikan ancaman berarti di depan gawang Hull. Sepanjang tiga pertandingan Premier League musim ini, Villa baru menghasilkan satu tembakan tepat sasaran.

Satu saja. Tembakan tersebut dilepaskan George Hemmings pada menit ke-13 ketika menghadapi Hull. Selebihnya, lini depan Villa seperti kehilangan arah. Dari 26 tembakan yang dilepaskan, hanya satu yang benar-benar mengarah ke gawang.

Expected goals mereka juga hanya mencapai 2,4.

Statistik serangan Aston Villa 2026/27:

  • Pertandingan: 3
  • Gol: 0
  • Tembakan tepat sasaran: 1
  • Total tembakan: 26
  • xG: 2,4
  • Kebobolan: 5

Angka-angka tersebut membuat kegelisahan di kalangan pendukung terasa masuk akal. Villa bukan sekadar belum mencetak gol. Mereka juga belum menunjukkan cukup banyak tanda bahwa gol itu akan segera datang.

Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan Anda!

Kehilangan Rogers dan Watkins

Ada alasan yang cukup jelas di balik tumpulnya serangan tersebut. Villa kehilangan Morgan Rogers dan Ollie Watkins pada musim panas. Watkins bahkan meninggalkan klub ketika bursa transfer sudah memasuki tahap akhir.

Kehilangan dua pemain tersebut membuat pekerjaan Emery di sepertiga akhir lapangan menjadi lebih berat. Panggung depan berubah. Struktur serangan harus menemukan bentuk baru.

Nicolas Jackson dan Alejandro Garnacho kemudian bergabung dengan skuad Emery. Keduanya diharapkan bisa memberikan tenaga baru, meski kemampuan mereka untuk langsung menjadi jawaban bagi ambisi Eropa Villa masih menyisakan pertanyaan.

Ibrahim Mbaye juga datang dari Paris Saint-Germain. Usianya baru 18 tahun, tetapi ia sebelumnya dipandang sebagai salah satu penyerang muda paling menjanjikan di Eropa ketika bermain untuk klub Prancis tersebut.

Mungkin waktulah yang dibutuhkan Villa. Mungkin.

Dengan lebih banyak waktu di lapangan latihan, Emery masih bisa mengembalikan ketajaman timnya di sepertiga akhir. Para penyerang Villa pun masih memiliki kesempatan untuk membuktikan bahwa awal musim ini hanyalah persinggahan buruk, bukan gambaran sebenarnya dari kualitas mereka.

Emery dan kegelisahan yang lebih besar

Ada persoalan lain yang mulai mengambang di Villa Park. Masa depan Unai Emery!

Spekulasi mengenai kemungkinan Emery meninggalkan Aston Villa sempat muncul setelah musim panas yang membuat frustrasi. Morgan Rogers, Ollie Watkins, Ezri Konsa, Emiliano Martinez dan sejumlah pemain lainnya meninggalkan klub.

Bagi seorang pelatih, membangun kembali sebuah tim setelah kehilangan pemain-pemain penting bukan pekerjaan sederhana.

Emery sendiri telah dua kali membawa Villa ke Liga Champions dan memenangkan Liga Europa. Pencapaian itu menunjukkan bahwa ia memiliki kapasitas untuk membawa klub ke panggung besar.

Tetapi membangun kesinambungan ternyata menjadi perkara berbeda.

Kepergian pemain-pemain penting ikut mengganggu proses tersebut. Villa kini berada dalam fase ketika keberhasilan masa lalu harus diuji kembali dengan materi yang berbeda.

Meskipun begitu, Emery tidak pernah memberi petunjuk bahwa dirinya ingin pergi. Ia juga masih terikat kontrak dengan Aston Villa hingga 2029.

Itulah sebabnya persoalan terbesar Villa untuk saat ini bukan semata-mata apakah Emery akan bertahan atau pergi. Pertanyaan yang lebih mendesak adalah apakah ia masih bisa menemukan formula yang membuat Villa kembali menjadi tim yang memiliki ancaman nyata di depan gawang.

Tiga laga tanpa gol belum menentukan seluruh musim. Tetapi sejarah telah mengetuk pintu. Dan kali ini, suaranya terdengar cukup keras.

Hadi Bashori
Hadi Bashorihttps://gilabola.com/author/hadi-bashori/
Hadi Bashori adalah seorang jurnalis olahraga yang sudah berpengalaman lebih dari 18 tahun di dunia sepak bola, berpengalaman menulis di berbagai media nasional dan regional sebelum akhirnya menjadi jurnalis tetap di Gilabola.com. Memiliki minat yang besar dalam dunia olahraga, dan selalu bersemangat dalam menulis informasi aktual dan menarik. Dengan keahliannya dalam mengajar dan jurnalis, Hadi Bashori merupakan sosok yang inspiratif melalui buku-buku karyanya.

BERITA TERKAIT

TERKINI