Baru 18 Tahun, Wonderkid Incaran Arsenal Ini Disebut Bisa Menyamai Kylian Mbappe

Tidak banyak pemain berusia 18 tahun yang mampu tampil tanpa rasa gugup di panggung sebesar Piala Dunia. Ayyoub Bouaddi justru terlihat seperti pemain yang sudah bertahun-tahun bermain di level tertinggi.

Itulah salah satu alasan mengapa Arsenal kini berada di barisan terdepan klub-klub elite Eropa yang ingin memboyong gelandang Lille tersebut pada bursa transfer musim panas ini.

Bouaddi kembali menunjukkan kualitasnya saat membantu Maroko mengalahkan Skotlandia. Dalam proses gol cepat yang tercipta hanya 71 detik setelah kick-off, ia menjadi pemain yang memulai rangkaian serangan sebelum Achraf Hakimi mengirim umpan matang kepada Ismael Saibari untuk mencetak gol kemenangan.

Aksi itu mungkin terlihat sederhana. Namun kemampuan mengambil keputusan dengan cepat di bawah tekanan menjadi salah satu kelebihan terbesar sang gelandang muda.

Arsenal Harus Bersaing dengan Real Madrid dan PSG

Perburuan Bouaddi diperkirakan tidak akan mudah bagi Arsenal.

Klub London Utara itu sudah melakukan kontak dengan Lille untuk membahas kemungkinan transfer pemain yang dikabarkan memiliki nilai sekitar 70 juta poundsterling atau sekitar Rp1,54 triliun.

Masalahnya, Arsenal bukan satu-satunya peminat.

Real Madrid dan Paris Saint-Germain juga disebut menginginkan tanda tangan Bouaddi. Bayern Munchen bahkan dilaporkan ikut masuk dalam persaingan mendapatkan pemain yang sedang naik daun tersebut.

Dapatkan berita terupdate dari Gilabola.com di Google News. Tambahkan sebagai sumber pilihan

Ketertarikan sejumlah klub besar itu tidak muncul begitu saja.

Musim lalu menjadi periode terobosan bagi Bouaddi bersama Lille. Ia tampil dalam 42 pertandingan dan berhasil menarik perhatian banyak pencari bakat dari klub-klub elite Eropa.

Tampil Berani di Piala Dunia

Performa Bouaddi saat menghadapi Brasil menjadi salah satu bukti terbesar mengapa namanya kini begitu ramai dibicarakan.

Saat itu ia baru menjalani penampilan ketiganya bersama tim senior Maroko setelah memutuskan berpindah kewarganegaraan sepak bola dari Prancis pada Mei lalu.

Meski minim pengalaman internasional, Bouaddi tampil tanpa rasa takut melawan tim yang dilatih Carlo Ancelotti.

Kemampuannya membaca permainan terlihat jelas. Ia juga dikenal agresif dalam duel, rajin bergerak sepanjang pertandingan, serta tetap tenang ketika ditekan lawan.

Dalam laga melawan Brasil, Bouaddi menuntaskan 60 operan dari total 87 sentuhan bola. Catatan tersebut menunjukkan efisiensi yang mengesankan untuk pemain seusianya.

Selain piawai mengalirkan bola, ia juga berani membawa bola ke depan lewat dribel progresif. Hanya saja, menurut Olivier Giroud, rekan-rekannya di Lille masih sering menggoda Bouaddi karena penyelesaian akhirnya yang belum konsisten.

Bahkan Skotlandia Menyiapkan Rencana Khusus

Pengaruh Bouaddi memang tidak sebesar saat menghadapi Brasil ketika Maroko bertemu Skotlandia.

Namun kondisi itu bukan karena ia bermain buruk.

Pelatih Skotlandia Steve Clarke bahkan secara terbuka mengakui timnya menyiapkan strategi khusus untuk meredam Bouaddi.

“Bouaddi menarik perhatian semua orang pada pertandingan pertama melawan Brasil,” kata Clarke sebelum pertandingan.

“Tugas kami sekarang adalah memastikan dia tidak mendapat perhatian yang sama pada pertandingan kedua.”

Skotlandia menumpuk pemain di lini tengah untuk membatasi ruang gerak Bouaddi. Ia terus mendapatkan penjagaan ketat sepanjang pertandingan.

Meski demikian, pemain Lille itu tetap menunjukkan kilasan kualitasnya. Operan satu sentuhannya membantu Maroko keluar dari tekanan, sementara sebuah tekel bersih terhadap Ben Gannon-Doak di menit-menit akhir menjadi awal serangan balik berbahaya timnya.

Digadang-gadang Punya Potensi Setara Mbappe

Arsenal melihat Bouaddi sebagai opsi yang dapat memberikan kedalaman tambahan di lini tengah.

Jadwal padat musim lalu membuat Martin Zubimendi beberapa kali terlihat kelelahan. Kehadiran Bouaddi dinilai bisa menjadi solusi sekaligus investasi jangka panjang.

Usianya masih sangat muda dan ruang berkembangnya masih terbuka lebar.

Bahkan Olivier Giroud meyakini potensi Bouaddi bisa setinggi Kylian Mbappe.

Tentu saja predikat tersebut membawa ekspektasi besar. Apalagi Bouaddi sampai saat ini masih belum mencetak gol di level senior.

Namun melihat perkembangan yang ditunjukkannya bersama Lille dan penampilannya di Piala Dunia musim panas ini, banyak pihak merasa prediksi tersebut bukan sesuatu yang berlebihan.

Panggung terbesar sepak bola dunia belum mampu membuatnya gentar. Dan bagi klub yang berhasil memenangkan perburuan tanda tangannya, Bouaddi berpotensi menjadi investasi yang sangat berharga untuk masa depan.

Opini Gilabola.com

Arsenal memang membutuhkan tambahan kualitas di lini tengah, tetapi daya tarik utama Ayyoub Bouaddi bukan sekadar kemampuan bermain saat ini.

Yang membuatnya istimewa adalah kombinasi kematangan, keberanian, dan konsistensi yang jarang dimiliki pemain berusia 18 tahun.

Jika Lille bersedia melepasnya, Arsenal sebaiknya bergerak cepat karena semakin lama menunggu, semakin besar peluang Real Madrid atau PSG mengambil alih perburuan pemain muda Maroko tersebut.