Bruno Saltor Pelatih Sementara Chelsea

Gila Bola – Chelsea tak terburu-buru menunjuk pelatih baru dan lebih suka posisikan mantan asisten Graham Potter, Bruno Saltor, sebagai pelatih sementara hingga akhir musim ini.

Julian Nagelsmann awalnya menjadi kandidat favorit yang akan mengasuh di Stamford Bridge usai the Blues mendepak Potter pada hari Minggu (2/4) waktu setempat.

Namun, diungkapkan SunSport, pemilik Chelsea Todd Boehly tengah siapkan pencarian pelatih baru yang akan bekerja untuk jangka panjang, setelah ia menyaksikan pelatih pertama yang direkrutnya sangat mengecewakan di tujuh bulan pertama.

Chelsea mendepak Graham Potter setelah hanya tujuh bulan pelatih itu mengasuh Cesar Azpilicueta dan kawan-kawan, serta telah menghabiskan dana 330 juta Poundsterling atau setara dengan Rp 6 triliun di bursa transfer bulan Januari.

Potter sendiri sebelumnya tanda tangani kontrak lima tahun di Stamford Bridge, setelah pelatih yang pernah mempersembahkan gelar Liga Champions, Thomas Tuchel, dipecat menyusul awal musim ini yang mengecewakan.

Chelsea Tunjuk Bruno Saltor Setelah Terjun Bebas ke Posisi 11

Chelsea kemudian menunjuk mantan pelatih Brighton itu dengan dukungan dana transfer besar-besaran, yang totalnya bahkan mencapai lebih dari 600 juta Pounds.

Namun, Potter dinilai gagal memperbaiki nasib Chelsea, hingga kini terjun bebas ke peringkat 11 – setelah mereka kalah 2-0 dari Aston Villa pada akhir pekan kemarin.

Chelsea pun menunjuk Bruno Saltor – asisten Potter, yang akan menjadi pelatih sementara di klub London Barat tersebut, sampai mereka dapatkan pengganti tetap Potter.

Chelsea Terima Nasib Berpeluang Absen di Liga Champions Musim Depan

Todd Boehly dan para petinggi Chelsea sudah menerima nasib bahwa mereka tak akan lolos ke Liga Champions musim depan lewat jalur empat besar.

Kini, The Blues andalkan jalur juara di saat mereka tengah siapkan laga melawan Real Madrid di babak perempat final pekan depan.

Julian Nagelsmann Dilirik Chelsea Gantikan Potter

Saat ini, pelatih asal Jerman Julian Nagelsmann – yang secara mengejutkan didepak Bayern Munchen bulan lalu dan posisinya digantikan Tuchel, menjadi pelatih yang paling difavoritkan bakal menjadi pelatih The Blues yang berikutnya.

Pelatih berusia 35 tahun itu direkrut Bayern Munchen dari RB Leipzig pada tahun 2021, dan berhasil memenangkan gelar liga dengan keunggulan delapan poin di musim pertamanya sebagai pelatih Die Roten. Nagelsmann juga sukses membawa Bayern memenangkan Piala Super Jerman back-to-back.

Sejumlah laporan juga menyebutkan, Direktur Teknis Chelsea yang baru Christian Vivell tengah ‘mendorong’ Nagelsmann untuk mengisi posisi Potter.

Daftar Kandidat Pelatih Baru Chelsea

Lalu, ada pula nama mantan pelatih Tottenham Hotspur dan PSG, Mauricio Pochettino, yang juga difavoritkan akan menjadi pelatih baru The Blues musim depan.

Saat ini, Pochettino masih menganggur setelah didepan PSG pada bulan Juni 2022, meskipun pelatih asal Argentina itu sukses membawa Les Parisiens meraih gelar juara Liga Perancis.

Beberapa nama besar lain juga digadang-gadang akan menjadi pelatih Chelsea yang berikutnya, yakni mantan pelatih Real Madrid Zinedine Zidane, mantan pelatih Timnas Spanyol Luis Enrique, pelatih Eintracht Frankfurt Oliver Glasner, dan bahkan mantan pelatih The Blues di dua periode berbeda, Jose Mourinho, yang kini masih mengasuh AS Roma.

Graham Potter Bukukan Rekor Terburuk di Chelsea

Sedangkan Graham Potter, tinggalkan Chelsea dengan REKOR TERBURUK sebagai manajer The Blues di era Liga Premier, dan telah dipecat karena serangkaian hasil pertandingan yang mengerikan.

Mantan pelatih Brighton itu tinggalkan Stamford Bridge dengan rekor koleksi poin terburuk di setiap pertandingan, yakni dengan rata-rata hanya 1,27 poin per pertandingannya. Sampai ia dipecat, Potter hanya hanya memandu sekitar 20 laga.

Di samping itu, Potter juga hanya memenangkan TUJUH PERTANDINGAN dari 22 laga di ajang liga selama ia mengasuh Chelsea, dengan catatan lain tujuh kali imbang dan delapan kali kalah. Sedihnya, di tangan Potter, The Blues hanya bisa amankan 28 poin dari peluang 66 poin yang seharusnya bisa mereka kantongi.