Erik ten Hag Minta Manchester United Main Lebih Dewasa Usai Laga Mendebarkan di Molineux

Gilabola.com – Manajer Manchester United, Erik ten Hag, duduk untuk melakukan wawancara mendalam dengan pers setelah pertandingan tujuh gol melawan Wolves, dengan dia membahas berbagai hal seputar kemenangan dramatis timnya.

Dalam pertandingan tersebut, gol penentu kemenangan oleh Kobbie Mainoo di menit ke-97 menjadi headline utama, sementara Marcus Rashford dan Rasmus Hojlund juga mencatatkan namanya di papan skor bagi kemenangan Manchester United.

Erik ten Hag, dalam konferensi pers pasca pertadingan kontra Wolves tersebut yang kami beritakan dari situs klub, mengungkapkan perasaannya tentang pertandingan yang mendebarkan di Molineux.

Dia mengakui bahwa meskipun senang dengan kemenangan, dia juga merasa campur aduk karena melihat timnya gagal memanfaatkan peluang yang mereka miliki. Dia juga memuji semangat dan ketahanan timnya, khususnya Kobbie Mainoo, yang mencetak gol penentu kemenangan.

Tentang penampilan Marcus Rashford, Ten Hag menyatakan bahwa seluruh tim bermain dengan baik dan Rashford menunjukkan performa yang hidup di lini depan. Dia memuji ketajaman Rashford dan peran pentingnya dalam ancaman serangan bagi lawan.

Dalam wawancara tersebut, Ten Hag juga membahas keputusannya untuk memainkan skuad terkuatnya. Dia mengakui bahwa meskipun timnya tampil baik dalam 60 menit pertama.

Namun, ada penurunan level kinerja di babak kedua yang sebagian disebabkan oleh beberapa pemain yang tidak dalam kondisi fit 100 persen. Namun, dia tetap puas dengan kinerja timnya dalam 60 menit pertama pertandingan.

Tentang Kobbie Mainoo, Ten Hag mengungkapkan bahwa dia melihat potensi besar dalam pemain tersebut sejak awal. Dia memuji kemajuan Mainoo dan karakter serta tekadnya. Ten Hag berharap Mainoo dapat terus berkembang dalam permainannya.

Tentang beralih ke formasi pertahanan lima pemain pada akhir pertandingan, Ten Hag menjelaskan bahwa itu bukan karena cedera, tetapi lebih karena situasi pertandingan dan masalah taktik.

Dia mengakui bahwa gol penyama kedudukan Wolves terjadi karena timnya terlalu banyak menyerang dan kurang dalam hal mempertahankan bola. Dia menekankan pentingnya kepemimpinan di lapangan dan mengakui bahwa kebobolan gol dalam situasi tersebut adalah kesalahan tim.

Ten Hag juga menyoroti frustrasinya dengan periode-periode kerentanan yang dialami timnya musim ini. Dia menekankan pentingnya membunuh pertandingan saat tim berada di atas dan tidak terlalu terburu-buru mencetak gol lagi.

Menurutnya, menjaga bola dan menjaga organisasi pertahanan adalah kunci untuk menghindari kebobolan dalam situasi tersebut, dengan dia berharap bahwa Manchester United akan belajar banyak dari pertandingan ini.